Konsisten Terapkan KBM Daring, Bupati Hery Apresiasi SMPN 4 Langke Rembong | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Konsisten Terapkan KBM Daring, Bupati Hery Apresiasi SMPN 4 Langke Rembong


JADI CONTOH. Bupati Manggarai, Hery Nabit, Kadis Pendidikan, Maxi Gandur, Sekretaris Dinas Pendidikan, Frans Gero, foto bersama Kepala SMPN 4 Langke Rembong, Resman Wenseslaus Yan, tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah itu, Senin (2/8). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PENDIDIKAN

Konsisten Terapkan KBM Daring, Bupati Hery Apresiasi SMPN 4 Langke Rembong


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Bupati Manggarai, Hery Nabit melihat langsung proses pembelajaran daring di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Langke Rembong, Senin (2/8). Bupati Hery, memberi apresiasi terhadap sekolah itu karena semangat dan komit.

“Saya datang ke sini, mau memberi penghormatan dan apresiasi yang tinggi. Atas inisiatif sekolah yang konsisten dengan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Ini spirit yang luar biasa untuk pendidikan anak-anak kita,” ujar Bupati Hery di depan pimpinan, guru, dan pegawai SMPN 4 Langke Rembong, kemarin (2/8).

Menurut Bupati Hery, para pendidik dan tenaga kependidikan di SMPN 4 Langke Rembong, punya semangat yang luar biasa. Ini suatu kebangaan.

Bupati Hery mengakui bahwa dirinya sudah lama mendengar banyak informasi tentang inisiatif yang dilakukan sekolah tersebut agar tetap eksis dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap hari selama pandemi ini. Pembelajaran daring itu dimulai begitu saja dan terus berjalan sekarang ini. Kesulitan dan tantangan pasti ada. Tetapi SMPN 4 Langke Rembong, tetap menerapkannya dengan baik.

SMPN 4 Langke Rembong, lanjut Bupati Hery, memberikan contoh bahwa pembelajaran harus tetap jalan dan tidak boleh berhenti.

“Kalau sekolah ini bisa, mengapa yang lain tidak bisa atau malah tidak konsisten menerapkannya. Apakah kesulitan anggaran atau kesulitan lain? Tetapi, mengapa SMPN 4 ini bisa melakukannya dengan aplikasi-aplikasi yang mendukung pembelajaran. Hingga mengatasi masalah jaringan lelet,” katanya.

Oleh karena itu, Bupati Hery berharap sekolah-sekolah di Manggarai, perlu belajar dari SMPN 4 Langke Rembong. Bukan soal bisa tidak bisa, tetapi apa mau atau tidak untuk menerapkannya. “Pada tahun pembelajaran baru,  jumlah sekolah yang melaksanakan pembelajaran secara daring harus bertambah. Tidak boleh tidak karena waktu berjalan terus,” pintanya.

Bupati Hery meminta hal ini karena anak-anak harus tetap sekolah sampai tamat. “Saya minta kepada jajaran Dinas Pendidikan Manggarai, harus segera merapatkan barisan. Agar pembelajaran daring harus bisa diterapkan di sekolah-sekolah, baik di dalam maupun di luar kota,” tandasnya.

Bupati Hery menambahkan, proses belajar bisa berjalan dengan baik, tentu tidak sekadar karena punya inisiatif. Lebih dari itu dalam pribadi tenaga pendidik dan kependidikan, harus memiliki semangat yang tinggi. Bagaimana bisa keluar dari zona pesimis, untuk dapat mengantar putra putri bangsa menjadi orang yang berilmu, beriman, dan bertaqwa.

“Semoga kondisi yang terjadi di SMPN 4 ini senantiasa dapat memberikan motivasi atau inspirasi bagi institusi lainnya, untuk bisa melaksanakan pembelajaran daring kepada peserta didiknya. Sehingga mereka dalam masa Covid-19 ini tidak vakum, duduk melongo merenungkan situasi yang tidak pasti,” pungkasnya.

Kepala SMPN 4 Langke Rembong, Resman Wenseslaus Yan mengatakan, sekolah yang ia pimpin sejak awal berkomitmen untuk tetap melaksanakan pembelajaran secara daring. Dasarnya, pendidikan untuk anak-anak tidak boleh macet di tengah pandemi yang melanda dunia. Termasuk di seluruh wilayah Indonesia.

Karena itu, lanjut Resman, sekolah melakukan banyak inisiatif dalam memanfaatkan teknologi. Baik guru maupun siswa dan mengatasi masalah signal. Artinya, sejak pandemi Covid-19, SMPN 4 Langke Rembong, mengambil langkah cepat.

“Tujuan di sini untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Agar pembelajaran tetap berjalan seperti biasa. Guru memberi penjelasan dan siswa mengikuti di rumah dengan baik. Tanya jawab juga dilakukan. Kita konsisten lakukan hingga ulangan dan ujian,” jelas Resman.

Resman mengakui bahwa kesulitan juga ada dalam pembelajaran daring ini. Ada siswa yang belum memiliki handphone android. Itu karena orang tua tidak bisa membeli. Terkait jaringan juga menjadi masalah. Tetapi menurut Resman, sekarang sudah bisa diatasi karena sekolah berinisiatif bekerja sama dengan pihak Telkom.

Terpantau, dalam kunjunganya ke SMPN 4 Langke Rembong, Bupati Hery didampingi Kadis Pendidikan Manggarai, Maxi Gandur dan Sekretaris Dinas Pendidikan, Frans Gero. Rombongan Bupati Hery diterima langsung oleh Kasek Resman bersama para guru dan pegawai di sekolah itu secara adat.

Setelah bertemu dengan para guru dengan protokol kesehatan ketat, Bupati Hery memantau pembelajaran secara daring. Dimana guru di sekolah dan siswa di rumah. Setelah itu memantau kompleks sekolah melalui CCTV yang bisa dipantau secara online oleh kasek atau guru-guru setiap waktu. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top