Dinkes Kota Hentikan Operasi Klinik King Care dan Klinik ASA, drg. Retno: Penuhi Izinnya Dulu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dinkes Kota Hentikan Operasi Klinik King Care dan Klinik ASA, drg. Retno: Penuhi Izinnya Dulu


Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dinkes Kota Hentikan Operasi Klinik King Care dan Klinik ASA, drg. Retno: Penuhi Izinnya Dulu


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Klinik King Care Kupang dan Klinik ASA mendapat teguran dari Dinas Kesehatan Kota Kupang. Pasalnya berdasarkan hasil sidak, dua klinik itu beroperasi dengan sejumlah syarat yang belum dipenuhi.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, mengatakan, dua klinik ini untuk sementara diminta tidak beroperasi hingga melengkapi sejumlah syarat pendirian klinik yang masih kurang itu.

“Kita memang melakukan penelusuran, kita cek izin awalnya seperti apa, dan pelaksanaan kegiatannya seperti apa. Tetapi dengan adanya kejadian kemarin, Klinik King Care diminta untuk berhenti beroperasi sementara, sementara untuk Klinik ASA, pemeriksaan PCR dihentikan karena memang belum mengantongi izin,” terangnya.

Retnowati menjelaskan, saat turun sidak ke klinik ASA dan King Care, didapati karyawan yang melakukan pemeriksaan atau pengambilan sampel swab tidak menggunakan alat pelindung diri yang lengkap.

“Jika tidak menggunakan alat pelindung diri yang lengkap maka tentunya akan terjadi penularan secara masif. Nanti bisa jadi pimping fenomena,” ungkapnya.

Karena itu, kata Retno, untuk sementara waktu, harus dievaluasi. Pasalnya ada kejadian ada pasien yang melakukan rapid antigen, dengan hasil positif dan langsung ditindaklanjuti dengan tes PCR. Lalu saat meninggal, dites PCR dinyatakan negatif. “Jadi perlu dievaluasi,” tegasnya.

“Yang (Fasilitas kesehatan, Red) melakukan pelayanan rapit antigen tentunya yang sudah terdaftar. Sementara yang belum terdaftar, hasilnya tidak diakui. Selain itu alat rapid test yang digunakan juga harus yang sudah ada izin edar dari Kementerian Kesehatan, sehingga hasilnya bisa dilihat keakuratannya,” terangnya.

Retno menjelaskan, jika sudah melakukan rapit antigen dan hasilnya menunjukkan positif, maka harus dijelaskan kepada pasien dan keluarga. Sehingga tidak menimbulkan persoalan.

“Juga kalau memang pasien tersebut membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, maka segera dirujuk ke rumah sakit. Jika memang harus melakukan isolasi mandiri maka harus diinformasikan kepada Puskesmas sebagai penanggung-jawab kesehatan di wilayahnya. Ini agar dipantau selanjutnya oleh Puskesmas dan dimasukan dalam data all record,” ungkapnya.

Dokter Retno juga meminta agar masyarakat mendatangi fasilitas kesehatan yang benar-benar memiliki izin untuk pelayanan tes antigen ataupun PCR.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Richard Odja meminta agar Dinas Kesehatan Kota Kupang tegas terhadap klinik-klinik yang tidak berkoordinasi secara baik dengan pihak dinas.

Pasalnya, jika tidak ada komunikasi dan koordinasi yang baik maka pasien yang melakukan tes di klinik kesehatan tertentu, datanya tidak dimasukan di data gugus tugas. Akhirnya tidak akan mendapatkan penanganan secara baik.

“Jika tidak ada koordinasi, maka mereka yang melakukan tes PcR maupun antigen di kilinik penyedia layanana tes ini, tidak terdata, dan pastinya tidak dipantau oleh pihak Puskesmas, jika pasien melakukan isolasi mandiri, maka tidak mendapatkan penanganan seperti obat-obatan, vitamin dan pemantauan secara rutin,” ungkapnya.

Dia meminta agar Dinas Kesehatan menelusuri semua fasilitas kesehatan yang menyediakan pelayanan tes antigen dan PCR di Kota Kupang. “Jika tidak ada izin dan tidak sesuai standar, maka dapat ditindak secara tegas,” tandasnya. (mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top