Klinik King Care Benahi Kualitas Layanan, Klinik ASA Belum Beroperasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Klinik King Care Benahi Kualitas Layanan, Klinik ASA Belum Beroperasi


DAPAT TEGURAN. Salah satu karyawan Klinik King Care tetap beraktifitas, Jumat (6/8). Klinik ini mendapat teguran Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk menghentikan sementara operasional kegiatannya karena sejumlah syarat yang belum dipenuhi. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Klinik King Care Benahi Kualitas Layanan, Klinik ASA Belum Beroperasi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Setelah mendapatkan teguran Dinas Kesehatan Kota Kupang, untuk menghentikan operasi sementara, Klinik King Care Kupang mulai melengkapi dan membenahi pelayanan sebagaimana hasil sidak pemerintah. Sementara Klinik ASA yang beralamat di Jl. Pemuda, Kelurahan Kuanino hingga siang tadi (6/8) sementara berhenti beroperasi.

Seperti diberitakan sebelum, Dinas Kesehatan Kota Kupang mengeluarkan instruksi untuk menutup sementara dua klinik swasta di Kota Kupang pada Rabu (4/8). Pasalnya kedua klinik tersebut beroperasi tanpa mengindahkan standar pelayanan kesehatan. Khususnya terkait penanganan pandemi Covid-19 di Kota Kupang.

Direktur Klinik King Care Kupang, dr. Yoseph Elkridus Gonang, saat diwawancarai TIMEX di ruang kerjanya, Jumat (6/8), mengatakan, pihaknya menghargai keputusan Dinas Kesehatan Kota Kupang sebagai mitra kerja.

“Evaluasi dan perhatian dari Dinas Kesehatan Kota Kupang semuanya bertujuan untuk kemajuan klinik ke depan, agar terus berbenah dari waktu ke waktu,” ujar dr. Yoseph.

Dia mengaku, demi perbaikan pelayanan kepada pasien, Klinik King Care mematuhi dan siap menjalankan semua keputusan Dinas Kesehatan dengan melengkapi semua persyaratan yang diwajibkan demi memenuhi standar kelayakan operasional klinik.

Dokter Yoseph memastikan, kedepannya, semua petugas akan menggunakan alat pelindung diri yang lengkap, sesuai standar yang ada, dan mulai berproses untuk kembali mendapatkan surat izin dari Dinas Kesehatan.

Dia mengaku, dinas menekankan agar ketika petugas melakukan pelayanan kepada masyarakat harus menggunakan alat pelindung diri yang lengkap. Untuk itu, Klinik King Care akan melengkapi ini.

“Kita semua berjuang untuk masyarakat Kota Kupang sehat. Klinik King Care mempunyai keinginan yang besar agar bisa membantu Pemerintah Kota Kupang maupun Pemerintah Provinsi NTT untuk penanganan Covid-19,” terangnya.

Dokter Yoseph berharap agar pekan depan, Klinik King Care bisa mendapatkan izin agar kembali beroperasi memberi pelayanan kepada masyarakat atau pasien.

“Memang, kami juga ditegur karena menggunakan jasa pihak ketiga untuk PCR, tetapi memang pihak ketiga yang melakukan kerja sama itu belum mengantongi izin. Untuk itu kedepannya kami memutuskan untuk tidak memberikan pelayanan tes PCR, hanya pelayanan test antigen saja,” ungkap dr. Yoseph.

BACA JUGA: Dinkes Kota Hentikan Operasi Klinik King Care dan Klinik ASA, drg. Retno: Penuhi Izinnya Dulu

Dia mengatakan, izin yang dikantongi Klinik King Care Kupang, memang izin klinik pratama dengan basis pelayanan home care. Izinnya juga sudah diperbarui, karena Klinik King Care sendiri sudah berjalan atau beroperasi selama lima tahun.

Dia menjelaskan, saat melakukan pelayanan tes antigen, jika ada pasien yang positif, maka langsung dikoordinasikan dengan gugus tugas Covid-19. Alat rapid yang digunakan juga sudah sesuai standar dan sudah ada izin edar.

Klinik ASA di Jl. Pemuda, Kelurahan Kuanino tampak tertutup pintunya. Saat dikonfirmasi, salah satu karyawannya mengaku laboratorium di klinik ini tak beroperasi sejak 4 Agustus 2021. Klinik ini juga mendapat teguran Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk menghentikan sementara operasional laboratoriumnya. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

“Untuk tenaga kesehatan, kita ada 20 orang, memang hanya satu tenaga analis yang mengantongi surat izin, yang lain sementara berproses. Sementara yang lainnya sudah mempunyai skill academy,” bebernya.

Dokter Yoseph berharap, semua yang belum lengkap bisa segera dilengkapi agar klinik ini bisa kembali beroperasi. “Masyarakat Kota Kupang membutuhkan pelayanan yang baik, dan Dinas Kesehatan membantu Klinik King Care untuk bisa membantu masyarakat,” kata dr. Yoseph yang juga mengaku, pihaknya sudah memutuskan menghentikan pelayanan tes PCR.

Sementara itu, media ini mendatangi Klinik ASA di Jl. Pemuda, Kuanino, Jumat (6/8) pagi. Klinik yang berseberangan jalan dengan Pasar Kuanino itu terlihat tertutup pintu depannya. Meski demikian, di dalam gedung klinik, ada sejumlah karyawan yang tampak melakukan ativitas. Tampak pula beberapa warga sementara menunggu di depan klinik.

Saat ditanya terkait layanan laboratorium PCR, salah satu karyawan mengaku laboratorium PCR sudah tidak beroperasi lagi sejak dua hari lalu.

Saat media ini meminta untuk memewancarai penanggung jawab atau pemilik Klinik ASA, karyawan yang tak mau menyebutkan namanya itu hanya mengatakan, pimpinannya sementara berada di luar daerah.

Namun berdasarkan surat Dinas Kesehatan Kota Kupang yang ditandatangani Kepala Dinas, drg. Retnowati, M.Kes perihal penghentian sementara kegiatan tertanggal 4 Agustus 2021 menyebutkan bahwa klinik tersebut dihentikan operasionalnya karena tidak memanuhi sejumlah ketentuan.

Pertama, laboratorium Klinik ASA tidak memiliki izin untuk melakukan test PCR. Kedua, Laboratorium Klinik ASA tidak memiliki dokter penanggung-jawab untuk melakukan test PCR. Ketiga, Laboratorium Klinik ASA telah melakukan pemeriksaan terhadap sampel PCR tanpa memiliki izin.

Keempat, Laboratorium Klinik ASA telah mengeluarkan hasil pemeriksaan test PCR. Kelima, kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup (SPPL) belum diperbarui. Keenam, tenaga analis yang bekerja berjumlah 19 orang, namun hanya 1 orang yang memiliki surat izin praktik. Ketujuh, tenaga perawat yang bekerja berjumlah 8 orang bekerja tanpa memiliki surat izin praktik.

Tindakan yang dilakukan manajemen Klinik ASA ini, sebagaimana surat Dinas Kesehatan Kota Kupang ini tidak sesuai dengan empat peraturan perundang-undangan. Pertama, Kepmenkes RI No. HK.01.07/MENKES/4642/2021/ tentang penyelenggaraan laboratorium pemeriksaan corona virus.

Kedua, Permenkes No. 26 Tahun 2019 tentang peraturan pelaksanaan Undang Undang No. 38 Tahun 2018 tentang keperawatan. Ketiga, Permenkes No. 42 Tahun 2015 tentang izin dan penyelenggaraan praktik ahli teknologi laboratorium medik. Keempat, PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Sehubungan dengan hal tersebut maka Dinas Kesehatan Kota Kupang memberikan teguran berupa penghentian sementara kegiatan di laboratorium Klinik ASA sampai laboratorium Klinik ASA melakukan perbaikan dan melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang terhitung sejak 4 Agustus 2021,” demikian penegasan Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes dalam suratnya. (mg25/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top