Pemkab Rote Ndao Perpanjang BDR, Bupati Paulina: Antisipasi Ancaman Pandemi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Rote Ndao Perpanjang BDR, Bupati Paulina: Antisipasi Ancaman Pandemi


Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu dalam sebuah momen pemerintahan belum lama ini. (FOTO: Alan Tanamal for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Rote Ndao Perpanjang BDR, Bupati Paulina: Antisipasi Ancaman Pandemi


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao mengambil keputusan memperpanjang proses Belajar Dari Rumah (BDR). Penerapanya kali ini berbeda dengan sebelumnya, yang menetapkan batas waktu pelaksanaanya.

Pemberlakuan BDR sebelumnya, dalam Instruksi Bupati Nomor 657 tahun 2021, kegiatan itu mulai dilaksanakan sejak Senin (12/7) dengan batas waktu pelaksanaan hingga Sabtu (24/7) lalu. Kemudian, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, kembali menerbitkan instruksi nomor 707, yang memperpanjang BDR.

Intruksi tersebut diterbitkan pada Sabtu (24/7) tentang perubahan atas instruksi Bupati Rote Ndao nomor 657, tentang kebijakan BDR, bagi peserta didik, guru dan tenaga kependidikan (Tendik) di Rote Ndao yang dilaksanakan hingga Sabtu (7/8).

“Masa kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi peserta didik, guru dan tenaga kependidikan (Tendik) pada PAUD, TK, SD dan SMP, lingkup Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, diperpanjang terhitung mulai tanggal 9 Agustus 2021,” tulis Bupati Paulina Haning dalam instruksinya bernomor 753 tahun 2021, yang diperoleh TIMEX, Minggu (8/8).

“Sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian, berdasarkan hasil evaluasi tingkat penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Rote Ndao,” sambungnya, sebagaimana dalam instruksinya yang ditetapkan pada Sabtu (7/8).

Menurut Bupati Paulina, kebijakan untuk tetap melanjutkan BDR merupakan langkah antisipasi terhadap ancaman pandemi Covid-19. Dimana, jumlah kasus aktif yang hingga kini masih terus bertambah, sehingga Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum diizinkan dilaksanakan di sekolah.

Walau tidak ada PTM, lanjut Bupati Paulina, namun guru dan tendik diinstruksikan untuk memaksimalkan BDR, dimana dalam instruksi sebelumnya, BDR tersebut dilakukan dengan metode offline.

Bupati Paulina mencontohkan, materi ajar dibagikan kepada peserta didik untuk dipelajari selama masa BDR berlangsung. Begitu juga pemberian tugas oleh masing-masing guru kelas kepada siswanya.

Dalam menyelesaikan tugas-tugas tersebut, Bupati Paulina meminta para guru dan tendik untuk mendampingi para siswa saat menyelesaikan di rumah. “Setelah selesai kerjakan, tugas-tugas itu dikumpulkan dengan memanfaatkan media sosial, WhatsApp,” ujar Bupati Paulina.

“Untuk tenaga kependidikan dan guru, diwajibkan untuk tetap memberi panduan, tuntunan dan memonitor aktifitas siswa selama BDR. Sekaligus bertanggung jawab untuk mengontrol dan membatasi aktifitas anak di luar rumah, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tegas Bupati Paulina dalam instruksi sebelumnya. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top