Jaksa Tingkatkan Status Kasus Dugaan Korupsi DD Banain B TTU ke Penyidikan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Tingkatkan Status Kasus Dugaan Korupsi DD Banain B TTU ke Penyidikan


Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH., MH. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Tingkatkan Status Kasus Dugaan Korupsi DD Banain B TTU ke Penyidikan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim penyidik Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU) telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Desa (DD) Banain B, Kecamatan Bikomi Utara.

Dari data awal yang berhasil dihimpun tim penyidik, terbukti adanya dugaan kerugian keuangan negara yang timbul dalam beberapa kegiatan yang dibiayai melalui DD selama kepemimpinan sang Kepala Desa (Kades), Yulius Kolo. Karena itu, tim penyidik menaikkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan.

“Dalam penyelidikan awal itu, penyidik menemukan bukti yang diyakini bahwa adanya penyalahgunaan wewenang hingga merugikan keuangan negara,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Robert Jimmy Lambila, kepada TIMEX, Senin (9/8).

Roberth menegaskan, Kejari TTU telah menemukan bukti permulaan yang cukup sehingga status kasusnya ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Untuk itu, lanjut Roberth, Dalam waktu dekat, tim penyidik akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang memiliki keterlibatan dalam kasus dugaan korupsi DD di Desa Banain B. “Dalam waktu dekat kita akan panggil para pihak untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Sebelumnya, Beatus Kolo, tokoh masyarakat Desa Banain B kepada TIMEX, Senin (26/4/2021) mengatakan, kedatangan pihaknya ke Kejari TTU guna melaporkan dugaan korupsi penyelewengan pengelolaan DD di Desa Banain B selama empat tahun terakhir, sejak 2017, 2018, 2019, dan 2020.

Dalam laporan tersebut, pihaknya juga menyerahkan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Daerah (Ipda) atas hasil pemeriksaan terhadap Kades Banain B, Yulius Kolo.

“Sesuai LHP Inspektorat Daerah itu temuanya mencapai Rp 785.427.000 yang diduga diselewengkan oleh Kepala Desa Yulius Kolo,” ungkap Beatus.

BACA JUGA: Tomas Desa Banain B Adukan Kades ke Kejaksaan Terkait Pengelolaan DD

Dijelaskan, berdasarkan LHP Inspektorat TTU, diketahui sejumlah item pekerjaan yang tidak tuntas dikerjakan seperti lapangan sepak bola berukuran 95 x 45 meter yang dibangun pada 2018 dengan pagu anggaran senilai Rp 191.685.178, belum rampung dikerjakan. Progres fisik diperkirakan hanya mencapai 60 persen.

Selain itu, lapangan sepak bola tersebut juga saat ini mubazir lantaran dibangun bukan di tanah milik masyarakat ataupun pemerintah desa, melainkan di tanah milik Yayasan Yaperna yang dikelola Dekenat TTU.

Masih di tahun 2018, ada pula pembangunan embung dengan pagu anggaran senilai Rp 115.792.631. Embung ini juga dibangun di lahan milik Kades Yulius Kolo. Bahkan embung tersebut dibangun bukan di wilayah administratif Desa Banain B, melainkan berada di wilayah Desa Banain A.

“Dalam LHP Inspektorat ada juga temuan terkait ATK, pembangunan gedung PAUD yang dibangun di tanah milik SMP Negeri Teflasi, pembangunan jalan usaha tani dari Banain menuju Nu’af sepanjang 2 kilometer yang dibangun tahun 2020 saat ini dalam kondisi rusak,” jelasnya.

Menurut Beatus, dugaan penyelewengan pengelolaan DD di Desa Banain B, Kecamatan Bikomi Utara tersebut sudah terstruktur dan masif yang dilakukan Penjabat Kepala Desa bersama kroninya.

Untuk itu, Beatus bersama seluruh masyarakat Desa Banain B, meminta aparat penegak hukum di Kejari TTU segera melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa dan perangkatnya terkait dugaan penyelewengan pengelolaan DD tersebut.

“Kami hanya meminta kepada kejaksaan untuk bisa menyelidiki dugaan penyelewengan dana desa ini. Kami berharap kejaksaan bisa secepatnya tangani kasus ini dan ungkap siapa penyebab terjadinya kerugian negara dari pengelolaan dana desa di Desa Banain B ini,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top