Biarkan Limbah dan Sampah Berserakan, Lurah Mokdale Tegur Pemilik Warung | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Biarkan Limbah dan Sampah Berserakan, Lurah Mokdale Tegur Pemilik Warung


TEGURAN. Tim terpadu dipimpin Lurah Mokdale, Ande Boik (tengah) tampak berdialog dengan pemilik warung makan, saat melakukan inspeksi lingkungan, Senin (9/8). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Biarkan Limbah dan Sampah Berserakan, Lurah Mokdale Tegur Pemilik Warung


Beri Waktu Seminggu untuk Bersihkan Lingkungan

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Lurah Mokdale, Ande Boik, memberi teguran keras kepada beberapa pemilik warung makan, di bilangan Kelurahan Mokdale, Senin (9/8). Pasalnya, terdapat banyaknya sampah yang dibiarkan berserakan ditambah air limbah buangan yang dialirkan hingga ke depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a.

Akibatnya, air limbah buangan itu menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu pengguna jalan. Pemandangan ini dilaporkan pihak RSUD Ba’a kepada Pemerintah Kelurahan Mokdale.

“Kami dapat laporan dari Rumah Sakit, katanya ada bau tak sedap. Baunya itu diduga berasal dari air limbah buangan. Sehingga kami langsung cek ke lokasi yang dilaporkan,” kata Lurah Mokdale, Ande Boik, kepada TIMEX, di sela-sela inspeksinya, Senin (9/8).

“Bukan hanya kami dari Kelurahan, tapi ada juga dari petugas Perkim, dan Puskesmas dan juga Babinsa. Kami datang untuk cek sendiri, dan tadi pemilik warungnya juga kami tegur,” tambahnya.

Tim terpadu, yang disebut Ande, saat inspeksinya menemukan adanya aliran air limbah yang dialirkan dari warung Lumayan 1 dan 2, Warung Danica serta beberapa rumah warga yang berdekatan. Hal itu terpaksa dilakukan, karena belum tersedia saluran drainae, sehingga air limbah tersebut terpaksa dialirkan mengikuti tepi jalan hingga ke depan gedung RSUD Ba’a.

Selain itu, pada sebuah lahan kosong di depan warung-warung itu, juga dipenuhi sampah. Kebanyakan sampah plastik, kaleng dan botol itu. Itu semua diduga berasal dari warung-warung makan tersebut.

Sehingga dari komunikasi yang dilakukan bersama pemilik warung makan dan warga sekitar, akhirnya menghasilkan sebuah kesepakatan. Mereka bersedia menyiapkan septik tank untuk menampung air limbah, serta membersihkan sampah yang dibuang sembarangan.

“Kami beri mereka waktu satu minggu untuk memperbaiki dan menyiapkan septik tank pembuangan limbahnya sendiri. Sampah-sampah juga dibersihkan,” kata Ande. “Senin (16/8) depan kami cek lagi di lokasi. Tidak ada lagi sampah, dan air limbah yang mengganggu. Semuanya harus beres,” sambungnya.

Lokasi yang diinspeksi itu hanya berjarak beberapa meter dari Kantor Lurah Mokdale. Posisinya bersebelahan dengan jalan utama, yang hampir berhadap-hadapan antara kantor lurah dan beberapa warung makan itu.

Bahkan, lahan kosong yang ‘dijadikan’ tempat sampah itu persis di samping Kantor Kelurahan Mokdale sehingga menghadirkan sebuah pemandangan yang tidak selayaknya berada di pusat kota.

“Ini kan di dalam kota, kasihan kalau sampah-sampah dibuang begini,” kata Ande yang bersama tim yang dari Puskesmas Ba’a, Dinas Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim), Babinsa, serta beberapa stafnya. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top