SMK-PP Negeri Kupang Gandeng BNN NTT Adakan Sosialisasi P4GN | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

SMK-PP Negeri Kupang Gandeng BNN NTT Adakan Sosialisasi P4GN


AMBIL SAMPEL. Pegawai BNN mendata para pegawai SMK PP Neg. Kupang untuk mengambil sampel urin guna pemeriksaan bebas narkoba, Kamis (5/8). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi P4GN. (FOTO: HUMAS SMK-PP NEG. KUPANG)

PENDIDIKAN

SMK-PP Negeri Kupang Gandeng BNN NTT Adakan Sosialisasi P4GN


KUPANG-Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Demi mematuhi penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, sosialisasi itu digelar secara virtual melalui zoom meeting pada Rabu (4/8/2021), mulai pukul 09.00 Wita. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai dan siswa SMK-PP Negeri Kupang.

Humas SMK PP Negeri Kupang melalui keterangan tertulisnya Selasa (10/8) menyebutkan, sosialisasi P4GN ini merupakan realisasi dari amanat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.

Disebutkan, pada 2020, Presiden RI, Joko Widodo juga memberikan instruksi terkait Rencana Aksi Nasional P4GN ini.

Untuk diketahui sosialisasi P4GN ini bertujuan untuk mengajak agar insan pertanian tidak terjebak penyalahgunaan narkotika.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah menjelaskan betapa berbahayanya narkotika.

“Narkoba sangat berbahaya. Karena merusak anak-anak bangsa. Kita tidak mau ada narkoba beredar di lingkup Kementan. Hal ini harus menjadi perhatian bersama dan diantisipasi,” tuturnya.

Hal yang sama diutarakan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi. “Upaya kita untuk menumbuhkan banyak petani muda tidak boleh terganggu dengan narkoba. Anak-anak muda yang ada di UPT, seperti Polbangtan dan PEPI, harus dijauhkan dari hal-hal seperti itu,” katanya.

SMK-PP Negeri Kupang sendiri merupakan instansi Kementan yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Lia Novika Ulya, SKM, pemateri dari BNN menjelaskan, NTT menjadi titik rawan peredaran narkotika karena berbatasan dengan beberapa negara lain, yang menjadi pintu masuknya narkotika.

“Narkotika bisa masuk melalui jalur tikus di perbatasan Atambua – Timor Leste. Karena di jalur tikus itu tentu tidak ada petugas yang menjaga,” kata Lia.

Ia juga menjelaskan, saat ini modus operandi penyusupan narkotika bermacam-macam. Merupakan peran negara dan seluruh komponen di dalamnya untuk membentengi warga negara dari bahaya narkotika.

Kepala SMK-PP Negeri Kupang, Ir. Stephanus Bulu, MP mengajak seluruh civitasnya untuk saling mengingatkan dan menjaga terkait penyalahgunaan narkotika ini.

Setelah menggelar sosialisasi pada Rabu (4/8), keesokan harinya, Kamis (5/8) dilanjutkan dengan pengambilan sampel urin terhadap civitas sekolah untuk memastikan bebas narkotika. Langkah ini sebagai tindak lanjut dari Sosialisasi P4GN itu. (hms/*/aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top