ASGARD Academy Bekali Gamers NTT Industri Olahraga | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

ASGARD Academy Bekali Gamers NTT Industri Olahraga


Para Pengurus ASGARD Academy foto bersama Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat di gedung ASGARD, Sabtu (14/8). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

SPORT

ASGARD Academy Bekali Gamers NTT Industri Olahraga


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Aliansi Gamers dan Kreatifitas Daerah (ASGARD) NTT membuka dan menyelenggarakan ASGARD Academy sebagai wadah untuk mendidik gamers-gamers NTT agar tampil secara profesional. ASGARD Academy, menjadi jembatan untuk mengantar gamers NTT bersaing ke kancah nasional.

Kegiatan ASGARD Academy ini dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, di Kupang, Sabtu (14/8).

Ketua ASGARD NTT, Bobby Damanik mengatakan, ASGARD ini lahir setelah ia bersama timnya mengevaluasi dan mengamati tiap turnamen dari para gamers. Bobby menyebut hampir tiap turnamen gamers tidak bisa berkembang.

Tiap turnamen yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta di tingkat nasional, gamers dari NTT tidak bisa ikut bertanding lantaran belum terakomodir dalam sebuah lembaga atau payung hukum yang kuat.

“Kami menemukan jawabannya. Setiap tim yang akan ikut dalam kejuaraan tingkat nasional itu mereka (Gamers, Red) wajib bergabung dalam sebuah manajemen yang berbadan hukum,” jelas Bobby, di gedung ASGARD NTT, Sabtu (14/8).

Dia menjelaskan, di ASGARD Academy ini, para peserta mendapatkan bimbingan mengenai materi game dan industri olahraga. Mereka juga mendapatkan kesempatan lebih untuk mengenal kebudayaan Provinsi NTT, yang nantinya mereka akan menjadi duta duta promosi kekayaan NTT, terutama produk tenunan dari Dekranasda.

“Rencananya, Rabu nanti semua peserta akan berkunjung ke Dekranasda Provinsi NTT dan akan dibimbing langsung oleh Bunda Julie Laiskodat, dengan harapan nantinya dapat menjadi duta promosi budaya dan pariwisata di NTT,” ujarnya.

Bobby katakan, tujuan ASGARD Academy ini selain mengasah kemampuan dalam bermain, juga diajarkan industri olahraga dan manajemen kepribadian, serta sejalan dengan inovasi Dekranasda NTT, yaitu menjadikan peserta academy ini menjadi duta- duta promosi kebudayaan, pariwisata, dan kerajinan tangan Provinsi NTT di tingkat nasional bahkan internasional.

Di NTT, demikian Bobby, manajemen berbadan hukum masih sangat terbatas. Untuk itu, kehadiran ASGARD Academy menjadi penyambung gamers NTT bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

ASGARD Academy juga mempersiapkan gamers NTT untuk masuk ke dalam industri olahraga. Dalam kurun waktu tiga bulan kedepan, para pemain akan dididik tidak hanya ketangkasan bermain game tetapi ditekankan juga pada kepribadian dan disiplin para gamers.

Bagi Bobby, kepribadian gamers merupakan hal yang paling penting terutama dalam industri olahraga, sebab, olahraga jenis ini tidak lagi menjadi pengisi waktu luang tetapi menjadi olahraga yang bisa menjadi sumber pendapatan.

Dalam penyelenggaran ASGARD Academy, di bulan pertama pemain akan diberi materi, salah satunya materi dasar game yang akan disampikan pengurus ASGARD.

Pada bulan kedua, sebut Bobby, pemain akan berlatih dan pendidikan lebih intens dengan bimbingan langsung oleh pelatih-pelatih profesional dari Jakarta. Selanjutnya di bulan ketiga pemain akan diikutkan dalam turnamen dan kemudian dilakukan evaluasi. “Tujuannya untuk mengukur selama di ASGARD Academy ini, gamers mempunyai kemampuan atau perkembangan atau tidak,” sambungnya.

Selama tiga bulan ini tiap pemain akan mendapat raport academy yang dipengaruhi dari beberapa poin seperti penilaian pelatih, kehadiran kepribadian serta penilaian ASGARD.

Pemain yang diketahui lolos akan mendapat kesempatan bergabung dengan ASGARD manajemen yang nantinya menjadi pemain profesional dengan segala pembiayaan. “Untuk sementara ini mungkin tidak semua, kami akan seleksi kira-kira mana yang terbaik dari yang terbaik,” papar Bobby.

ASGARD Academy kali ini memberi kesempatan kepada 63 atau 18 tim gamers NTT untuk mengikuti rangkaian kegiatan ini. Di ASGARD Academy ini juga terdapat gamers perempuan yang turut mengambil bagian.

Bobby menjelaskan syarat masuk ke ASGARD Academy adalah pemain atau tim sebelumnya telah mengikuti turnamen yang mereka selenggarakan. Turnamen ASGARD road to Academy yang diselenggarakan sebelumnya, para juara berhak mendapat kesempatan masuk ke ASGARD Academy.

Dalam turnamen Dekranasda Cup di Flores Timur, ASGARD NTT akan mengirim dua divisi yakni PUBG dan Free Fire untuk mengikuti pertandingan tersebut. “Total ada 40 peserta dan ada 9 tim, 5 free fire dan 4 PUBG,” ujar dia.

Bobby berharap ASGARD Academy bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk memberi perhatian lebih besar dengan potensi Gamers NTT yang selama ini sering terhalang kesempatan bertanding di tingkat nasional akibat terbatasnya wadah berbadan hukum.

Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat menjadi salah satu pemateri dalam ASGARD Academy. Dalam pemaparan materinya, Julie meminta gamers untuk tidak melupakan budaya NTT di tengah perkembangan zaman yang terus melaju.

Meski awal tidak menaruh perhatian pada olahraga game online ini, Bunda Julie mengaku olaharga jenis ini bisa menjadikan seseorang menjadi sukses. Hal ini terwujud jika digeluti secara profesional.

“Anak saya ada tiga laki-laki semua. Tiga-tiganya selalu main game dan saya sering bilang jangan main game tapi harus belajar. Karena kalau main game terus nanti mau jadi apa,” katanya kemarin (14/8).

Namun setelah melihat adanya potensi penghasilan dari gamers, Bunda Julie mengaku keinginannya untuk ikut memajukan dunia olaharaga online ini. Dia menyebut olahraga ini sangat sehat seiring perubahan zaman.

Bunda Julie berpendapat, hadirnya olahraga ini juga harus dibarengi dengan penuturan dan terus menjaga warisan budaya NTT. Untuk itu, melalui Dekranasda, budaya NTT terus dikenalkan, apalagi potensi budaya NTT sangat banyak.

Sejak tahun 2019, Dekranasda secara rutin menggandeng olahraga online (E-sport) untuk lebih meningkatkan budaya NTT. Bahkan, dekranasda akan menggelar turnamen berhadiah puluhan juta rupiah dan produk dekranasda di beberapa waktu ke depan.

Bunda Julie berharap, melalui ASGARD Academy ini ada pemain hebat yang dihasilkan agar bisa mewakili NTT ke ajang nasional. Pemerintah, kata Julie, bersama ESI NTT siap memberi dukungan terhadap potensi pemain.

“Gamers ini pada umur 25 tahun sudah maksimal, setelah umur 25 tahun ada masanya, grafiknya akan stay dan turun. Sehingga bagaimanapun kalian tetap harus sekolah. Masa depan kalian harus tetap melalui bangku sekolah,” pesan anggota Komisi IV DPR RI ini.

Bunda Julie mengungkapkan, syarat terpilihnya gamers mewakili NTT ke tingkat nasional, akan dilihat juga dari sisi akademik. “Saya minta para pemain untuk tetap taat prokes dan menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. (mg25)

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top