Ide Kampung Merah Putih Bermula dari Perahu Hias | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ide Kampung Merah Putih Bermula dari Perahu Hias


TERIMA PENGHARGAAN. Dansatgas Pamputer XXIV Wilayah Timur, Lettu Marinir Aghy Kauna (kanan) menerima piagam penghargaan dari Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, dalam acara pengresmian Kampung Merah Putih, di Desa Oeseli, Sabtu (14/8). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ide Kampung Merah Putih Bermula dari Perahu Hias


Terima 2 Penghargaan, Dansatgas Pamputer Jadi Duta Wisata Rote Ndao

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Komandan Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Dansatgas Pamputer), Lettu Marinir Aghy Kauna mengungkapkan bahwa gagasan membentuk Kampung Merah Putih, di Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, bermula dari Festival Perahu Hias, yang sudah dilaksanakan pada, Selasa (9/3/2021) lalu.

Festival tersebut, diakui Aghy, berangkat dari sebuah keprihatinanya setelah mengamati setiap kapal-kapal nelayan yang melaut. Dimana, dari pengamatan serta pengecekan yang dilakukan, tidak ditemukan kepemilikan bendera untuk dikibarkan di setiap kapal nelayan.

“Ide kampung Merah Putih ini, dari perahu hias sebenarnya. Yang kami selenggarakan karena kami merasa prihatin. Tak satu pun kapal nelayan punya bendera,” kata Aghy Kauna, kepada TIMEX di lokasi kampung Merah Putih, Sabtu (14/8).

“Tak hanya di Oeseli, nelayan dari Desa Bo’a dan Desa Nemberala, yang melaut di perairan sekitar sini pun demikian. Kapal-kapalnya tidak berbendera Merah-Putih,” sambungnya.

Padahal, lanjut Aghy, semua nelayan tersebut adalah warga Kabupaten Rote Ndao, sekaligus bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini merupakan hal yang sangat sensitif (kapal tak berbendera, Red), di daerah perbatasan.

Terlebih lagi, demikian Aghy, daerah Oeseli dan sekitarnya, merupakan daerah yang paling banyak dikunjungi wisatawan manca negara, karena potensi wisata alam yang dimilikinya. Sehingga, inisiatif untuk membentuk Kampung Merah Putih, semata-mata untuk menggalang semangat Nasionalisme, mulai dari masyarakat setempat.

“Dari situlah, kami mulai berkreasi, untuk melakukan sesuatu di sini. Yang kemudian beride untuk membentuk dan mewarnai kampung ini dengan warna Merah Putih. Bendera kebanggsaan kita, yang akan terus dibanggakan dari batas selatan, Kabupaten Rote Ndao,” kata Aghy.

“Tembok dan dinding semua rumah kami warnai. Pagar, batang pohon dan batu juga dicat/diwarnai Merah Putih. Kami juga membagi bendera dan masker yang berwarna Merah Putih,” tambahnya.

“Karena ini momenya hari kemerdekaan kita, maka semuanya serba Merah Putih. Pokoknya harus sesuai namanya, kampung Merah Putih,” lanjutnya.

Menurut Aghy, di Kampung Merah Putih, tepatnya di Dusun Letekdulu, juga menampilkan sejumlah kreaktifitas lokal Rote Ndao. Mulai dari kerajinan tangan berupa tenun ikat dan kuliner juga disuguh untuk dinikmati pengunjung.

BACA JUGA: Hadirkan Kampung Merah Putih, Gagasan Apik Satgas Pamputer Pulau Ndana

Ditambah semarak Merah Putih, yang mengisi setiap sudut wilayah kampung tersebut, benar-benar melegitimasi namanya sebagai kampung Merah Putih. Yang mengobarkan semangat Nasionalisme dari batas paling Selatan NKRI.

Atas gagasan brilian tersebut, Lettu Marinir Aghy Kauna menerima dua penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, yang diserahkan langsung Bupati Paulina Haning-Bullu, saat meresmikan Kampung Merah Putih, Sabtu (14/8).

Penghargaan dalam bentuk piagam itu, diberikan kepada Dansatgas Pamputer beserta seluruh prajuritnya, atas peran serta berkontribusi dalam menjalankan keamanan di pulau terluar, Pulau Ndana. Serta kreatifitas yang dilakukan untuk meningkatkan Nasionalisme masyarakat serta pariwisata bahari di Kabupaten Rote Ndao.

Berikut, sebuah penghargaan, yang diberi secara khusus kepada Lettu Marinir Aghy Kauna. Piagam tersebut, sekaligus melegitimasi Dansatgas Pamputer, sebagai Duta Wisata Rote Ndao.

Dalam piagam duta wisata itu, selain ditulis menggunakan bahasa Indonesia, yang didahului dengan bahasa daerah, yakni ‘Susura Hadahormatak’ yang berarti piagam penghargaan.

Penghargaan tersebut, diberikan kepada ‘Tou Nusa Deak’ Lettu Marinir Aghy Kauna, sebagai ksatria yang datang dari luar Rote Ndao. Yang sekaligus menetapkanya sebagai duta bagi promosi pariwisata Rote Ndao.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Rote Ndao, atas perhatian kepada kami sebagai satuan non kewilayahan yang bertugas di wilayah Rote Ndao,” kata Aghy, kepada TIMEX, setelah menerima piagam penghargaan.

“Sebagai duta wisata, pada hari kemerdekaan, Selasa (17/8) nanti, kami akan menyelenggarakan perlombaan dayung sampan. Dayungnya tanpa alat dayung, tetapi hanya menggunakan kedua tangan. Dan ke depanya, terus intens dalam mempromosikan wisata Rote Ndao, baik yang bernuansa bahari dan kreaktifitas lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, saat meresmikan kampung tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap Dansatgas Pamputer XXIV Wilayah Timur. Bupati Paulina menyebut, pandemi Covid-19 tidak membatasi semangat untuk berinovasi dalam menyambut HUT RI ke-76 di Kabupaten Rote Ndao.

“Terus jaga dan kelola dengan baik agar menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi wisatawan,” kata Bupati Paulina yang saat itu didampingi Wakil Bupati, Stefanus M. Saek, Dandim 1627/Rote Ndao Letkol (Inf) Educ Permadi, Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Mohammad Noordin Mutaqien, Wakapolres Rote Ndao, Kompol I Nyoman Surya Wiryawan, Sekda, Jonas M. Selly, Kadisbudpar, Yesy Dae Pany, Kepala BNN, R. Bogie Satria, Kepala Bank NTT KC Rote Ndao, Sender Dewa Lele, dan Kabag Umum Setda Rote Ndao Handryans Bessie.

“Tetap semangat dalam menjalankan aktifitas perekonomian dan jasa pariwisata di tempat ini, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Mudah-mudahan pandemi ini cepat berlalu dan roda perekoniam bisa kembali berjalan dengan baik,” harap Bupati Paulina. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top