Anak Putus Sekolah dan Mengulang Masih Tinggi, Ini Permintaan Kadis P dan K NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Anak Putus Sekolah dan Mengulang Masih Tinggi, Ini Permintaan Kadis P dan K NTT


Kepala Dinas P dan K NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PENDIDIKAN

Anak Putus Sekolah dan Mengulang Masih Tinggi, Ini Permintaan Kadis P dan K NTT


111 SMA/SMK di NTT Terakreditasi A, 361 Sekolah Akreditasi B, dan 314 Sekolah Akreditasi C

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi, S.Pd., M.Pd mengatakan, pada 2020, angka putus sekolah dan mengulang di SMA dan SMK masih tinggi. Untuk tingakatan SMA pada angka 1.518 siswa, dan di SMK sebanyak 1.059 siswa.

“Karena itu, saya minta agar para konselor di sekolah mengambil peran dan fungsi secara tepat terhadap siswa,” ungkap Linus Lusi saat memimpin apel kinerja di Alun-alun I. H. Doko, Dinas P dan K NTT, Senin (16/8) pagi.

Selain tingginya angka putus sekolah, kata Linus, untuk membuka akses pendidikan yang diinisiasi masyarakat, maka Dinas P dan K NTT telah mengeluarkan izin operasional sekolah pada 2020 sebanyak 22 sekolah. Dan pada 2021 sepanjang periode Januari – Juli sebanyak 106 izin operasional maupun pembaharuan izin operasional sekolah.

Selanjutnya terkait status akreditasi sekolah di Provinsi NTT tahun 2021, Linus menyebutkan bahwa pada jenjang pendidikan SMA terdapat 96 sekolah terakreditasi A. 230 sekolah Akreditasi B, dan 185 sekolah Akreditasi C.

Untuk jenjang SMK, lanjut Linus, terdapat 14 sekolah dengan Akreditasi A, 122 sekolah Akreditasi B, dan 123 sekolah Akreditasi C. Jadi total sekolah yang Akreditasi A pada jenjang pendidikan menengah sebanyak 111 sekolah (12,17%), sebanyak 361 sekolah (39,58%) Akreditasi B, dan 314 sekolah (34,42%) Akreditasi C.

“Pada tahun 2021, kita akan meningkatkan lagi akreditasi sekolah di seluruh jenjang pendidikan dalam rangka peningkatkan sumber daya manusia (SDM), sebagaimana misi pembangunan Nusa Tenggara Timur dalam poin yang keempat,” kata Linus kepada TIMEX, Senin (16/8).

Pemerintah, lanjut Linus, juga meningkatkan revitalisasi pendidikan dibidang sarana prasarana sekolah yang tergambar dalam penataan dan pembangunan prasarana belajar siswa bagi 14 Sekolah Luar Biasa (SLB), 40 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 255 SMA.

Linus menyebutkan, pembangunan sarana prasarana tersebut terdiri dari pembangunan toilet/jamban siswa/guru beserta sanitasinya, perpustakaan beserta perabotnya, UKS serta perabotnya, dan ruang keterampilan beserta perabotnya. Selain itu ruang laboratorium IPA, rehabilitasik ruang belajar, pembangunan asrama siswa, perpustakaan, ruang guru, ruang kelas baru, dan pembangunan rumah dinas sekolah.

“Kita juga melakukan revitalisasi dalam bidang pendidikan SMK agar lulusan SMK dapat diterima bekerja di industri atau mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Pemerintah mempersiapkan sekolah standar sebagai model pengembangan mutu dan daya saing SMA dan SMK secara nasional maupun internasional,” ucapnya. (aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top