BTN Targetkan Biayai KPR Rp 2 Triliun Lewat Pameran Virtual Properti | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BTN Targetkan Biayai KPR Rp 2 Triliun Lewat Pameran Virtual Properti


ILUSTRASI. Deretan unit-unit KPR BTN bersubsidi yang dibangun PT Timor Sarana Nekmese di Desa Baumata Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. (FOTO: DOK. TIMEX)

BISNIS

BTN Targetkan Biayai KPR Rp 2 Triliun Lewat Pameran Virtual Properti


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Industri sektor properti mencatatkan tren pertumbuhan positif di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukan tanda-tanda akan segera berakhir. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan harga properti residensial tumbuh meningkat sepanjang triwulan II 2021.

PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk menggelar pameran Virtual Expo KPR BTN Merdeka dengan target 1 juta pengunjung. Dari pameran ini, bank BUMN yang fokus pada pembiayaan sektor perumahan ini mentargetkan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPR/KPA) bisa menembus sekitar Rp 2 triliun.

“Kami berharap dapat menjembatani interaksi antara pembeli dan developer, dengan menyediakan ruang pamer virtual sekaligus mempercepat jual –beli proses KPR secara online dengan pelayanan terbaik dari Bank BTN,” tutur kata Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo saat pembukaan Pameran Virtual KPR BTN Merdeka di Jakarta, Selasa (17/8).

Data BI menyebutkan, industri sektor properti mencatatkan tren pertumbuhan positif di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukan tanda-tanda akan segera berakhir. Hasil SHPR Bank Indonesia mengindikasikan harga properti residensial tumbuh meningkat sepanjang triwulan II 2021.

“Pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan II 2021 tercatat 1,49% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,35% (yoy),” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono. Harga properti residensial primer diperkirakan tumbuh lebih terbatas pada triwulan III 2021 sebesar 1,12% (yoy).

Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan II 2021 mengalami penurunan. Hal ini tercermin dari penjualan properti residensial yang terkontraksi 10,01% (yoy) pada triwulan II 2021, menurun dari 13,95% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Penurunan penjualan properti yang lebih dalam tertahan oleh penjualan properti tipe rumah menengah yang tetap tumbuh positif.

Berdasarkan sumber pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa pengembang masih mengandalkan pembiayaan yang berasal dari nonperbankan untuk pembangunan properti residensial.

Pada triwulan II 2021, sebesar 66,45% dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal dari dana internal. Sementara dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan fasilitas KPR tetap menjadi pilihan utama konsumen dalam pembelian properti residensial dengan pangsa mencapai 75,08% dari total pembiayaan. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top