Dinas P dan K NTT Kembangkan Sekolah Pusat Keunggulan dan SMA Vokada | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dinas P dan K NTT Kembangkan Sekolah Pusat Keunggulan dan SMA Vokada


Kepala Dinas P dan K NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PENDIDIKAN

Dinas P dan K NTT Kembangkan Sekolah Pusat Keunggulan dan SMA Vokada


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) saat ini tengah mengembangkan 16 sekolah pusat keunggulan atau sekolah percontohan.

Sekolah ini akan menjadi contoh untuk sekolah lain dalam mengembangkan potensi yang ada serta memanfaatkan sumber daya alam (SDA) lokal dalam bidang kemaritiman, seni, pariwisata, energi terbarukan, pertanian, peternakan serta industri kreatif. “Pengembangan sekolah pusat keunggulan ini dilakukan melalui penguatan dan peningkatan kompetensi,” ungkap Kepala Dinas P dan K NTT, Linus Lusi, M.Pd saat memimpin apel kinerja di Alun-alun I. H. Doko, Dinas P dan K NTT, Senin (16/8) pagi.

Selain itu, kata Linus, untuk meningkatkan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pemerintah juga membangun kolaborasi lintas sektor untuk percepatan serta mengembangkan kompetensi bagi siswa/siswi SMK.

Menurut Linus, kolaborasi lintas sektor ini dilakukan untuk mendukung program pertanian, peternakan, pariwisata dan ekonomi kreatif. “Selain revitalisasi SMK Pusat Keunggulan, kita juga akan mengembangkan SMA Vokasi Akademik (Vokada) untuk menyiapkan peserta didik yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Perguruan Tinggi) kepada dunia kerja atau beriwausaha,” jelas Linus.

Linus mengungkapkan, untuk SMA Vokada, telah dilakukan peluncuran atau launching pada Minggu (8/8) di SMA Negeri 2 Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang. Sekolah ini dipilih sebagai lokasi launching karena telah melakukan vokada dan telah menunjukkan bukti secara terencana juga terevaluasi.

“Kendatipun tidak ada listrik, tidak ada internet, tidak ada air tapi bersama warga sekolah dan masyarakat sukses menghutankan bukit menjadi hutan pisang. Karena itu sekolah-sekolah perlu mengadaptasi dan mengadopsi pola kerja rersebut untuk pembangunan persekolahan masing-masing,” saran Linus.

“Di sisi lain, saya minta para kepala sekolah dan bidang-bidang kembangkan inovasi untuk mendogkrak inovasi daerah. Ini berhasil dilaksanakan dan inovasi daerah masuk lima besar NTT yang dapat disumbangkan dari sektor pendidikan. Kita memperoleh dana pembangunan Rp 9 miliar untuk Nusa Tenggara Timur. Dalam bidang kebudayaan, seiring adanya regulasi peraturan daerah tentang pemajuan kebudayaan, perhatian terhadap upaya pelestarian nilai budaya serta pemajuan obyek kebudayaan terus ditingkatkan,” papar mantan Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi NTT ini.

Pemajuan obyek kebudayaan, demikian Linus, dapat dilihat dari meningkatnya jumlah generasi pelanjut (Generasi Milenial) yang mampu bertenun, mencintai budaya lokal lewat berbagai ekspresi seni dan mengembangkan budaya menjadi obyek wisata yang memiliki nilai ekonomis.

“Mari kita satukan langkah dan komitmen untuk membangun NTT maju dalam semangat restorasi kebangkitan pendidikan dan kebudayaan menuju “NTT Cerdas, NTT Berbudaya, NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera,” pungkas Linus. (aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top