Lewat Revisi UU Sisdiknas, Guru akan Disetarakan dengan TNI dan Polisi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lewat Revisi UU Sisdiknas, Guru akan Disetarakan dengan TNI dan Polisi


ILUSTRASI. Seorang guru di Kabupaten TTS tampak mengajari muridnya di rumah karena pandemi Covid-19. (FOTO: DOK. TIMEX)

POLITIK

Lewat Revisi UU Sisdiknas, Guru akan Disetarakan dengan TNI dan Polisi


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan bahwa guru bukan lah sebuah profesi, melainkan pengabdian. Sebab, mereka mendidikasikan hidupnya untuk peningkatan kualitas manusia di Indonesia.

Kapasitasnya sama seperti TNI dan Polri. Jika TNI yang mengurus pertahanan negara, lalu polisi yang mengurus keamanan masyarakat, sementara guru bertugas khusus untuk menyiapkan generasi muda penerus bangsa.

“Kami menganggap guru ini bukan profesi, tetapi adalah sebagai sebuah pengabdian, sehingga negara seharusnya menempatkan guru sama dengan tentara atau polisi. Seluruh tanggung jawab negara ada di generasi muda,” ujar dia dalam Silaturahmi Merdeka Belajar: Rekrutmen Guru ASN PPPK, Kamis (19/8).

Tidak hanya menjadi pendidik anak-anak di Tanah Air, mereka juga dibebankan tugas administrasi meskipun itu bukan kewajibannya. Terlebih kesejahteraan guru yang masih sangat minim di dalam negeri.

Untuk mencapai kesetaraan itu, kata Agustina, tentu membutuhkan perjuangan. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah dengan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).

“Mudah-mudahan dengan revisi Sisdiknas, kita bisa menempatkan guru yang lebih mulia, generasi muda dikawal supaya siap mengambil alih pengelolaan negara, guru tidak lagi dibebani laporan administrasi karena tidak berkaitan dengan pendidikan anak,” tutur dia.

Selain itu, untuk mengurangi beban guru tersebut agar fokus dalam peningkatan kualitas generasi muda, ia meminta agar tenaga kependidikan mendapatkan formasi sebagai aparatur sipil negara (ASN).

“Jadi saya usulkan supaya tenaga kependidikan diberikan formasi untuk meringankan tugas-tugas guru dalam penugasannya,” pungkasnya. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top