Pimpin Upacara HUT ke-76 RI, Bupati SBD Beber Capaian Pembangunan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pimpin Upacara HUT ke-76 RI, Bupati SBD Beber Capaian Pembangunan


JADI IRUP. Bupati SBD, dr. Kornelis Kodi Mete saat menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Selasa (17/8). (FOTO: FREDY BULU LADI/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Pimpin Upacara HUT ke-76 RI, Bupati SBD Beber Capaian Pembangunan


WEETABULA, TIMEXKUPANG.com-Bertindak sebagai Inspekur Upacara (Irup) para detik-detik HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dimanfaatkan Bupati dr. Kornelis Kodi Mete untuk menjelaskan kepada rakyatnya tentang kemajuan pembangunan selama lebih kurang tiga tahun memimpin. Bersama Wakil Bupati (Wabup) Marthen Kristian Taka, S.IP, daerah dengan 11 kecamatan itu segera mewujudkan ”Loda Weemaringgi Pada Weemalala”.

Di era kepemimpinan Kornelis Kodi Mete-Kristian Taka, keduanya menggelorakan program “Tujuh Jembatan Emas”. Program menyentuh langsung masyarakat, karena dimulai dari desa. Ketujuh program itu adalah ”Desa Berair, Desa Bercahaya, Desa Pintar, Desa Sehat, Desa Berkecukupan Pangan, Desa Aman, dan Desa Pariwisata. Kini, setelah tiga tahun berjalan, program strategis itu pun mulai menampakan hasil di tengah rakyatnya.

Berkat kerja kerasnya pula, kabupaten itu memperoleh sejumlah penghargaan. Baik dari pemerintah provinsi maupun pusat. Salah satunya, Juara I Lomba Inovasi Daerah Dalam Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 untuk Kategori Klaster Daerah Tertinggal dari Kemendagri Tahun 2020.

Di hadapan peserta upacara, Kornelis Kodi Mete memaparkan kemajuan sejumlah sektor pembangunan di eranya. Di sektor kesehatan, mantan Kadis Kesehatan NTT ini menyadari pentingnya ketersediaan fasilitas kesehatan guna menunjang sektor ini berhasil. Peningkatan RSU Radambolo, Gedung CSSF, Ruang ICU, Laboratorium dengan dana senilai Rp 10.787.981.100, penambahan gedung/ruang baru Puskesmas serta penambahan satu unit kendaraan operasional Pusling roda 4 untuk Puskesmas Watu Kawula.

Keduanya juga sangat serius berjuang menurunkan angka stunting yang dinilai masih sangat tinggi. “Ini komitmen kami,” tegasnya pada satu kesempatan.

Di bidang pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan merupakan komitmennya sejak awal. Langkah yang ditempuh adalah, melengkapi fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana serta merekrut tenaga pendidik, dimana tahun 2021, mengangkat tenaga kontrak guru sebanyak 2.254 orang dan mendapatkan alokasi 1.341 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk jabatan fungsional Guru.

Dalam rangka pemenuhan air bersih, sebagai kebutuhan dasar warga, Pemerintah Daerah telah melakukan pendataan seluruh sumber air yang ada di desa dan melakukan penataan sistem pengairan guna memenuhi kebutuhan rakyat. Sejauh ini, sudah 44 mata air yang telah ditangani dengan baik dari total 155 mata air. Sisanya akan ditata menggunakan DAK.

“Saya minta dukungan penuh dari seluruh rakyat SBD dimanapun berada agar menjaga, merawat, memelihara serta bertanggung jawab terhadap berbagai fasilitas yang ada di wilayahnya masing –masing,” imbau Bupati yang akrab disapa dokter Nelis ini.

Langkah strategis dalam rangka memperkuat dan meningkatkan kebutuhan pangan adalah mengoptimalkan tenaga penyuluh lapangan dalam melakukan pendampingan tekhnologi pertanian, juga memotivasi petani memanfaatkan lahan dengan baik. Pemerintah terus mendistribusikan pupuk bersubsidi tepat waktu, tepat sasaran serta tepat jumlah. Juga didistribusikan bibit unggul berupa padi sawah, padi ladang, jagung, tanaman horticultura maupun sarana alat dan mesin pertanian.

Saat ini sedang dibudidayakan padi Biofortifikasi (Padi kaya gizi) seluas 500 hektare untuk peyediaan beras kaya gizi, terutama untuk mengatasi kondisi stunting. “Melalui program Biofortifikasi dapat mewujudkan SDM yang sehat, cerdas dan produktif,” tegasnya dr. Nelis

Di sektor perikanan dan kelautan, giat menjalankan program penangkapan, pemberian bantuan alat tangkap, pengembangan budidaya rumput laut dan ikan air tawar, serta peningkatan SDM nelayan dengan pelatihan dengan alat pengolahan.

Untuk mendukung program desa berkecukupan pangan, di bawah pemerintahan Kornelis Kodi Mete-Kristian Taka, khususnya di sektor peternakan dilakukan pengadaan bibit unggul ternak kecil dan besar, pembinaan kelompok peternak, pengembangan ternak, dan pengembangan pakan ternak.

Di bidang papan, guna memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi rakyat berpenghasilan rendah, dr. Nelis memprogramkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 323 unit dengan total anggaran Rp 6,2 miliar di 7 kecamatan dan 22 desa pada 2021. Bantuan rumah tersebut disertai dengan bantuan penerangan listrik berupan meteran kepada 343 unit rumah dengan total anggaran senilai Rp 823 juta.

Di sektor pariwisata, dengan modal sejumlah destinasi wisata, Pemkab SBD mengembangkan wisata budaya, wisata bahari, dan wisata alam yang memiliki keunikan tersendiri. Demikian pula, dengan pantai pasir putih sepanjang 98 Km, dari Pantai Katewel hingga Pantai Rica. Obyek wisataa ini punya ciri khas perkampungan adatnya dengan kuburan megalitik menjadi modal bagi SBD dalam memajukan pariwisata.

“Potensi wisata yang kita miliki ini patut kita syukuri sebagai sebuah anugerah besar yang mesti kita kelola secara baik,” pungkas dr. Nelis. (freddy/yoppylati)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top