Menkes Minta Dr. Fima Desain Surveillance Berbasis Pool Test untuk Institusi Pendidikan di Indonesia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Menkes Minta Dr. Fima Desain Surveillance Berbasis Pool Test untuk Institusi Pendidikan di Indonesia


PERTEMUAN NASIONAL. Ketua Lab Biokesmas NTT, Fima Inabuy, Ph.D saat mempresentasikan peran Lab Biokesmas NTT kepada Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin secara virtual, Jumat (27/8). Pertemuan ini dihadiri Wamenkes juga sekira 20an pakar kesehatan terkait penanganan Covid-19. (FOTO: FAN NTT for TIMEX)

NASIONAL

Menkes Minta Dr. Fima Desain Surveillance Berbasis Pool Test untuk Institusi Pendidikan di Indonesia


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Tiga putra/putri NTT, yakni Fima Inabuy, Ph.D., Alfredo Kono, Ph.D., dan Elcid Li, Ph.D mendapat kesempatan mempresentasikan peran Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Lab Biokesmas) Provinsi NTT sebagai ‘laboratorium percontohan’ tingkat nasional kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin, Jumat (27/8).

Dalam pertemuan yang berlangsung secara virtual itu, Fima Inabuy yang merupakan pakar biologi molekuler tamatan Amerika Serikat (AS) ini mempresentasikan metode pool test sebagai teknik surveillance yang dikembangkan oleh para ahli biomolekuler di Lab Biokesmas ini sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam keterangan tertulis Forum Academia NTT (FAN) yang diterima TIMEX, Jumat (27/8), menyebutkan bahwa metode surveillance ini merupakan strategi yang dirancang para ahli kesehatan masyarakat dan ahli biomolekuler yang tergabung dalam FAN.

Dalam kesempatan itu, Dr. Fima Inabuy menjelaskan bagaimana tim di Lab Biokesmas NTT mengembangkan atau merintis metode pool test sebagai metode surveillance sekolah.

Mendapat penjelasan ini, Menkes Budi Gunadi Sadikin secara resmi meminta Dr. Fima Inabuy untuk tidak hanya memperhatikan dan bekerja untuk wilayah NTT, tetapi juga mendesain program serupa, khususnya surveillance berbasis pool test di berbagai institusi pendidikan untuk wilayah Republik Indonesia (RI).
Dalam pertemuan itu, Menkes RI didampingi sebanyak 20an pakar kesehatan terkait.

Guna mendukung metode pool test yang dikembangkan Lab Biokesmas Provinsi NTT dipresentasikan oleh Dr. Fima Inabuy dan Dr. Alfredo Kono, Menkes menjanjikan untuk mengirim bantuan alat tambahan untuk mengembangkan Lab Biokesmas Provinsi NTT.

Dalam keterangan resmi FAN itu, disampaikan bahwa sesuai perkembangan terbaru hasil pertemuan dengan Menkes RI terkait pengembangan metode pool test sebagai metode surveillance sekolah yang
dirintis Lab Biokesmas Provinsi NTT akan dikembangkan sebagai metode yang diadopsi secara nasional terkait bersekolah di era pandemi.

Atas perkembangan terbaru ini, maka diputuskan bahwa lokasi laboratorium tetap akan dipindahkan ke lokasi baru milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang sementara dipersiapkan. Selama persiapan lokasi baru laboratorium, pelayanan tetap dijalankan di lokasi lama, hingga lokasi baru selesai dipersiapkan sesuai standar.

Selama masa persiapan pemindahan lokasi operasional Lab Biokesmas Provinsi NTT, pelayanan qPCR Pool Test, tetap dijalankan seperti biasa. “Untuk mengakses dan melakukan pemeriksaan, warga silakan melakukan pendaftaran ke Bagian Humas Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT di no WA: 081339195746. Pelayanan diberikan sesuai dengan prinsip kedaruratan dan diprioritaskan bagi yang paling membutuhkan,” tulis FAN dalam keterangannya. (aln)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top