KPK Amankan 5 Camat dan 2 Ajudan Saat OTT Bupati Probolinggo dan Suami | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KPK Amankan 5 Camat dan 2 Ajudan Saat OTT Bupati Probolinggo dan Suami


TIBA DI KPK. Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari (berjaket merah/keempat kiri) dan suaminya, Hasan Aminuddin (berjaket biru putih/ketiga kiri), tiba di gedung KPK, Jakarta, kemarin (30/8). Tantri ditangkap di rumahnya Senin (30/8) dini hari. (FOTO: FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

PERISTIWA/CRIME

KPK Amankan 5 Camat dan 2 Ajudan Saat OTT Bupati Probolinggo dan Suami


Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Desa

JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Tim operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali beraksi di Provinsi Jawa Timur. Mereka menangkap Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya yang kini tercatat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Hasan Aminuddin.

Bupati Tantri dan Hasan diduga terlibat dalam jual beli jabatan kepala desa. Di Kabupaten Probolinggo ada 252 jabatan Kades yang bakal berakhir pada 9 September 2021. Diperkirakan ada 240 Kades yang bakal mencalonkan kembali dalam Pilkades serentak tahun 2022.

Dini hari kemarin (30/8), pasangan suami istri (pasutri) itu dicokok KPK bersama delapan orang lain. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo (Grup Jawa Pos), delapan orang lain itu adalah lima orang camat, seorang Pj Kades, dan dua ajudan.

Lima camat yang diamankan adalah Camat Kraksaan Ponirin, Camat Paiton Muhammad Ridwan, Camat Gading Hari Cahyono, Camat Krejengan Doddy Kurniawan, dan Camat Banyuanyar Imam Syafi’i. Lalu, staf kecamatan yang juga sopir Camat Krejengan, Sumarto. Dia belum sepekan dilantik sebagai Pj Kades Karangren. Sedangkan dua ajudan yang diamankan adalah Pitra Jaya Kusuma (PJK) dan Faisal Rahman (FR).

Tim KPK mendatangi rumah pribadi Bupati Tantri di Kota Probolinggo, Jalan A. Yani, Senin (30/8) pukul 02.00. Selanjutnya, sekitar pukul 05.15 WIB, tim KPK membawa Bupati Tantri dan suaminya, Hasan Aminuddin, ke Polda Jatim. Delapan orang lain juga diamankan dari rumah pribadi bupati. Sebelum diterbangkan ke gedung KPK di Jakarta, mereka diperiksa penyidik di Polda Jatim di ruang Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim. Mereka diperiksa selama sekitar lima jam.

Sekitar pukul 11.15 WIB, Tantri dan Hasan keluar dari gedung Ditreskrimsus Polda Jatim bersama delapan orang lain. Semuanya lantas naik bus menuju Bandara Juanda Surabaya dengan dikawal anggota Brimob Polda Jatim. Selanjutnya terbang ke Jakarta menuju kantor KPK.

Hasan, Tantri dan 8 orang lain tiba di gedung KPK sekitar pukul 17.00. Mereka langsung digiring ke ruang pemeriksaan. Saat melewati kerumunan awak media, Hasan-Tantri yang berjalan bersamaan masuk ke gedung KPK enggan berkomentar. Begitu pula pihak-pihak lain yang dibawa tim KPK.

Untuk diketahui, Hasan merupakan bupati Probolinggo dua periode, yakni 2003-2008 dan 2008-2013. Selepas menjadi bupati, Hasan melanjutkan karir politiknya menjadi anggota DPR Fraksi Nasdem pada 2014 sampai sekarang. Sementara Tantri menjadi suksesor suaminya. Dia menjabat bupati periode 2013-2018. Kemudian kembali terpilih untuk periode 2018-2023.

Merujuk informasi laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di situs KPK, Tantri tercatat melaporkan harta kekayaannya pada 2020 sebesar Rp 10,01 miliar. Sementara kekayaan yang dilaporkan Hasan kepada KPK sebanyak Rp 7,32 miliar. Hasan terakhir melaporkan kekayaannya pada 2019 lalu atau saat menjadi anggota DPR periode ke dua.

Fenomena pasutri ditangkap KPK bukan kali pertama. Sebelumnya, KPK pernah melakukan OTT terhadap Walikota Cimahi Atty Suharti dan suaminya Itoc Tochija di 2016. Kemudian 2017, KPK menangkap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti bersama istrinya Lily Martiani Maddari. Tahun lalu, KPK juga menangkap Bupati Kutai Timur Ismunandar dan istrinya Encek UR Firgansih.

Tantri bukan kepala daerah pertama di Jatim yang ditangkap KPK. Sebelumnya, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah terjaring OTT pada 2020 lalu. OTT KPK di Jatim paling banyak di tahun 2018. Diantaranya Walikota Pasuruan Setiyono, Walikota Blitar M. Samanhudi Anwar, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa, dan Bupati Jombang Nyono Wiharli Suhandoko.

Sementara itu, hingga tadi malam KPK belum mengumumkan status hukum Hasan-Tantri dan pihak-pihak yang diamankan dalam OTT. Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menerangkan, pemeriksaan lanjutan dilakukan sampai tadi malam. Sementara informasi yang dihimpun Jawa Pos, dalam OTT kemarin KPK mengamankan uang ratusan juta yang ditengarai berkaitan dengan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo.

”Kami akan informasikan perkembangannya setelah tim selesai melakukan permintaan keterangan dan menyimpulkan hasil kegiatan tangkap tangan,” kata Ali saat dikonfirmasi. (tyo/mas/rd/mie/hn/oni/JPG)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top