Bukan Prioritas, Bantuan Seragam Sekolah Tak Masuk Usulan APBD 2022 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bukan Prioritas, Bantuan Seragam Sekolah Tak Masuk Usulan APBD 2022


Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bukan Prioritas, Bantuan Seragam Sekolah Tak Masuk Usulan APBD 2022


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Bantuan pakaian seragam sekolah bagi siswa-siswi SD dan SMP di Kota Kupang yang berjalan dalam tiga tahun anggaran terakhir bakal tak ada lagi dalam program tahun 2022. Pasalnya Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tak mengusulkan dalam rancangan APBD 2022 karena bukan merupakan program prioritas lagi.

Sebagaimana diketahui, anggaran pengadaan pakaian seragam sekolah dan perlengkapannya bagi siswa-siswi SD/SMP di Kota Kupang, tahun anggaran 2020 senilai Rp 11 miliar lebih. Rinciannya Rp 5 miliar untuk pengadaan pakaian seragam, dan Rp 5 miliar untuk tas sekolah serta Rp 1 miliar untuk mengadakan buku tulis.

Sementara tahun 2019, Pemkot dan DPRD setuju mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk program bantuan seragam sekolah. Sedangkan bantuan pakaian seragam sekolah tahun 2021 sebesar Rp 7 miliar.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengatakan, bantuan pakaian seragam sekolah bukan prioritas, karena sedang dalam masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, tahun anggaran 2022 mendatang, Pemkot Kupang, akan benar-benar fokus pada program dan kegiatan yang bersentuhan dengan kesehatan, khususnya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Herman Man menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 ini, berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, perlu adanya skala prioritas dalam merencanakan program dan kegiatan.

“Jadi sama seperti arahannya Gubernur, agar program dan kegiatan yang diusulkan benar-benar merupakan prioritas dan bersentuhan pada kepentingan masyarakat dan kelangsungan hidup masyarakat, seperti pakaian seragam sekolah, kacamata, dan lainnya,” jelas Herman Man saat diwawancarai beberapa hari lalu.

Herman Man menjelaskan, untuk program dan kegiatan tahun 2022 harus digaungkan pada Sidang Perubahan Anggaran Tahun 2021 ini.

“Jadi bagi program yang sudah jalan, tidak mungkin di-refocusing karena sudah tender dan sudah diproses untuk pengadaan. Tetapi untuk tahun 2022, tidak ada lagi program-program yang tidak berhubungan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Herman Man mengaku, APBD Kota Kupang sudah sangat memprihatinkan, PAD yang menurun drastis dan perputaran ekonomi yang mengalami kesulitan.

“Jadi program dan kegiatan yang diusulkan pada tahun 2022 mendatang adalah program dan kegiatan berhubungan dengan hidup manusia. Kalau kita tidak kasih seragam sekolah, apakah ada masyarakat yang meninggal? Kan tidak. Tetapi kalau pemerintah kurangi bantuan sosial, kurangi anggaran bagi Komisi Penanganan AIDS atau KPA, bagaimana nasib mereka yang merupakan Orang Dengan HIV/AIDS atau ODHA,” tambahnya.

Jadi, kata Herman Man, pemerintah harus berpikir dari sisi kebutuhan masyarakat. Harus bisa berpikir apakah masyarakat butuh atau tidak di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami mengatakan, bantuan pakaian seragam sekolah tahun 2021 senilai Rp 7 miliar, saat ini sudah selesai proses tender. “Sesuai kontrak, akan selesai pada Oktober mendatang. Jadi akan dibagikan kepada siswa-siswi penerima, pada Oktober nanti, setelah selesai di-PHO,” kata saat diwawancarai di kantornya, Selasa (31/8). (mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top