Lab PCR RSUD S. K. Lerik Beroperasi Akhir September, drg. Retno: Bisa Periksa 100 Sampel per Hari | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lab PCR RSUD S. K. Lerik Beroperasi Akhir September, drg. Retno: Bisa Periksa 100 Sampel per Hari


Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man (kiri) bersama Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati beberapa waktu lalu. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Lab PCR RSUD S. K. Lerik Beroperasi Akhir September, drg. Retno: Bisa Periksa 100 Sampel per Hari


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam waktu dekat mengoperasikan Laboratorium Biologi Molekuler (Biomolekuler) melalui RSUD S. K. Lerik. Lab yang nanti digunakan untuk pemeriksaan swab PCR itu sesuai rencana difungsikan pada akhir September 2021 nanti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes mengatakan, Lab PCR tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Saat ini laboratorium tersebut sementara dalam proses instal dan penyiapan ruangan bertekanan negatif,” ungkap drg. Retnowati saat diwawancari Selasa (31/8).

Mengenai pengoperasian Laboratorium ini, drg. Retno mengaku bahwa pihaknya telah mendatangi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya untuk koordinasi dan konsultasi. Hasilnya, kata drg. Retno, pihak BBTKLPP Surabaya menyatakan komitmen kerja sama untuk proses izin atas pelaksanaan Lab.

Retno menyebutkan, Lab Biokesmas RSUD S. K. Lerik ini jika sudah beroperasi bisa memeriksa sebanyak 70 sampai 100 sampel swab PCR per harinya. “Laboratorium PCR RSUD S. K Lerik ini masih diprioritaskan untuk memeriksa sampel yang dilakukan oleh tenaga kesehatan atau hanya untuk kepentingan 3T (Tracing, Testing, dan Treatment, Red) saja. Sementara untuk kepentingan perjalanan ke luar daerah belum bisa dilayani,” jelas drg. Retno.

Retno menambahkan, komitmen kerja sama dari BBTKLPP Surabaya itu pada dukungan pelatihan kepada tenaga kesehatan yang akan bertugas di laboratorium tersebut. “Jadi tenaga yang akan ditempatkan di laboratorium PCR RSUD S. K. Lerik harus dilatih agar memiliki kualitas dan berkompeten,” katanya.

BACA JUGA: DPRD Kota Kupang Minta Dinkes Adakan Laboratorium Mobile, Begini Respon Kadis Kesehatan

BACA JUGA: Lab PCR Bantuan Kemenkes untuk Kota Kupang Terkendala Izin, Ini Penegasan Wali Kota

Retnowati menyatakan, kesempatan pelatihan bagi tenaga laboratorium ini akan digunakan sebaik mungkin oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang. Jadi bukan hanya tenaga kesehatan yang akan ditugaskan di Laboratorium PCR RSUD S. K. Lerik saja, tetapi Dinas Kesehatan Kota juga akan mengajak tenaga laboratorium di beberapa RS yang ada di Kota Kupang untuk ikut dalam pelatihan tersebut.

“Jadi kami akan mendatangkan tenaga dari BBTKLPP Surabaya untuk melatih tenaga laboratorium yang ada di Kota Kupang,” ujarnya.

Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man sebelumnya mengatakan, bantuan Lab PCR dari BNPB itu belum lengkap, sehingga Wawali akan melaporkan langsung ke BNPB sekaligus dengan petunjuk pemasangan dan pelatihan tenaga di laboratorium nanti.

Herman Man menjelaskan, dengan adanya Lab PCR di RSUD S. K Lerik, maka proses 3T di Kota Kupang akan lebih mudah. “Alat ini nanti difokuskan dulu untuk proses tracing. Kalau untuk umum misalnya untuk kepentingan perjalanan luar daerah, untuk sementara belum dilayani. Jadi kita lebih prioritas bagi mereka yang masuk dalam tracing,” jelasnya. “Dengan demikian, maka penanganan Covid-19 khususnya untuk testing akan semakin baik, juga untuk melakukan penelusuran kontak atau tracing,” tambah Herman Man.

Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi Pemkot dalam penanganan Covid-19 juga karena lambatnya informasi hasil swab. Hal ini membuat penanganan lanjutan terhambat. “Karena itu, alat PCR di RS S. K. Lerik ini sangat dibutuhkan. Kita sudah mendapatkan bantuan dari BNPB, sekarang kita konsultasi agar bisa segera difungsikan,” pungkas Herman Man. (mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top