Bupati Matim Siram Aspal di Poco Ri’i, Ketua DPRD: Pemerintah Telah Jawab Kerinduan Masyarakat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Matim Siram Aspal di Poco Ri’i, Ketua DPRD: Pemerintah Telah Jawab Kerinduan Masyarakat


SIRAM ASPAL. Bupati Matim, Agas Andreas saat melakukan penyiraman aspal pada titik nol paket proyek ruas jalan lapen Simpang Tilir-Riwu-Perang, Rabu (1/9). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Matim Siram Aspal di Poco Ri’i, Ketua DPRD: Pemerintah Telah Jawab Kerinduan Masyarakat


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pengaspalan ruas jalan Simpang Tilir-Riwu-Perang, Desa Poco Ri’i, Kecamatan Borong, Kabupaten Mangarai Timur (Matim), mulai dikerjakan Rabu (1/9). Ini ditandai dengan penyiraman aspal dari titik nol yang dilakukan langsung Bupati Matim, Agas Andreas.

Terpantau, penyiraman aspal di titik nol proyek jalan lapen secara simbolis juga dilakukan Wakil Bupati (Wabup), Jaghur Stefanus, Ketua DPRD Matim, Yeremias Dupa, dan Kepala Dinas (Kadis) PUPR, Yoseph Marto. Hadir dalam kesempatan itu, anggota DPRD Matim, Donatus Djematu dan Ferdinandes Alfa.

Hadir pula Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR, Ima Raydais, Camat Borong, Yani Gagu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Gorgonius Jelatu, staf dari Dinas PUPR, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, kepala desa (Kades) Poco Ri’i, Paulus Junda, tokoh adat, dan masyarakat setempat.

“Hari ini kita gelar lapen, tanda bahwa pekerjaan pengaspalan mulai dilaksanakan. Kita hadir, mau pastikan bahwa proses pengerjaan aspal itu seperti apa, sehingga hasilnya bagus,” ujar Bupati Agas, di depan masyarakat yang saat hadir pengaspalan lapen di Poco Ri’i.

Bupati Agas mengatakan, semua tentunya berharap agar pekerjaan lapen bisa selesai tepat waktu dan hasilnya berkualitas. Tentu pada ruas jalan yang ada, belum semuanya diintervensi lapen pada 2021. Namun yang pasti, pembangunan itu bertahap. Apalagi adanya pandemi Covid-19.

“Kalau tahun ini kita bisa bangun tiga kilometer (KM), maka tahun depan kita bisa anggarkan untuk bisa lanjut aspal. Tahun ini banyak anggaran kita yang dipotong karena Covid-19. Ada tujuh paket pekerjaan yang dipangkas untuk penanganan Covid-19. Sehingga kita harus berdoa, supaya pandemi ini cepat berlalu,” kata Bupati Agas.

Menurut Agas, setiap kecamatan di Matim ada pemerataan pembangunan. Pemerintah bangun jalan yang pemanfaatannya untuk kepentingan banyak orang. Mestinya dengan adanya pembangunan jalan lapen, mestinya memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

BACA JUGA: Resmikan Sarana Pamsimas di Kampung Wangkung, Bupati Agas: Tolong Pelihara Sarana dan Sumber Air

“Paling tidak setelah ada pembangunan jalan, maka peningkatan pendapatan, harus dua kali lipat dari nilai jalan. Apalagi di wilayah ini sudah ada listrik PLN. Tinggal manfaatkan dengan usaha apa saja. Saya punya kerinduan, setelah pemerintah bawa kue pembangunan di Poco Ri’i, ekonomi masyarakat harus bisa berubah,” katanya.

Bupati Agas menambahkan, pemerintah sudah siap mengajukan permohonan pinjaman sebesar Rp 150 miliar ke Bank NTT. Dimana, telah bahas bersama DPRD Matim, dan sudah disetujui. Tentu dana pinjaman yang ada nanti untuk bangun hotmix di jalan utama dan pembangunan air minum untuk Kota Borong.

Ketua DPRD Matim, Yeremias Dupa, dalam kesempatan itu mengatakan, dengan adanya program pembangunan jalan di wilayah itu, pertanda bahwa Pemerintah Kabupaten Matim telah menjawab kerinduan dari masyarakat. Janji politik Bupati dan Wakil Bupati Matim juga terpenuhi. Tugas masyarakat, ikut mengawasi pekerjaan lapen yang ada.

“Mari kita sama-sama mengawasi proses pengerjaan lapen yang sedang digarap oleh kontraktor pelaksana. Kalau pun pada ruas jalan yang ada, masih ada volume yang belum tuntas diintervensi dengan lapen pada tahun 2021, tentu dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Tapi minimal, kebutuhan sudah terwujud,” kata Dupa.

Sementara Kadis PUPR Matim, Yoseph Marto, melalui PPK ruas jalan Simpang Tilir-Riwu-Perang, Gorgonius Jelatu, kepada TIMEX di sela-sela kegiatan gelar lapen menjelaskan, program jalan tersebut volumenya mencapai tiga kilometer. Selain pekerjaan lapen, dalam paket pekerjaan itu, ada kegiatan galian pelebaran dan bangun 9 deker.

Proyek jalan lapen itu pagu anggarannya Rp 2,4 miliar. Bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Kontraktor pelaksananya, CV Tiga Putra. Masa kontraknya hingga Desember 2021 dengan pengawas, CV Koordinat Teknika.

“Proyek lapen tahun 2021 di Kabupaten Matim, semua sudah selesai lelang. Sudah lakukan tanda tangan kontrak. Banyak juga yang sudah gelar lapen. Tentu yang menjadi harapan kita bersama, pengerjaanya bisa tepat waktu, dan hasilnya berkualitas,” harap Gorgorinus Jelatu. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top