Resmikan Sarana Pamsimas di Kampung Wangkung, Bupati Agas: Tolong Pelihara Sarana dan Sumber Air | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Resmikan Sarana Pamsimas di Kampung Wangkung, Bupati Agas: Tolong Pelihara Sarana dan Sumber Air


BUKA KRAN. Bupati Matim, Agas Andreas saat membuka kran air sebagai tanda peresmian sarana program Pamsimas di Kampung Wangkung, Desa Poco Ri'i, Kecamatan Borong, Matim. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Resmikan Sarana Pamsimas di Kampung Wangkung, Bupati Agas: Tolong Pelihara Sarana dan Sumber Air


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 104 kepala keluarga (KK) di Kampung Wangkung, Desa Poco Ri’i, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), kini bahagia. Pasalnya mereka sudah dapat menikmati air bersih layak konsumsi, berkat program Pamsimas tahun anggaran 2021.

Sarana program Pamsimas tersebut diresmikan Bupati Matim, Agas Andreas, Rabu (1/9) petang. Hadir mendampingi Wakil Bupati (Wabup), Stef Jaghur, Ketua DPRD, Yeremias Dupa, Kadis PUPR Matim, Yoseph Marto, Camat Borong, Yani Gagu, dan Koordinator Pamsimas Kabupaten Matim, Frans Akang.

Hadir juga sejumlah pejabat dari Dinas PUPR Matim, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Matim, Jefrin Hariyanto, pendamping Pamsimas, Kepala Desa Poco Ri’i, tokoh adat, dan masyarakat. Peresmian ditandai dengan penguntingan pita dan buka kran air oleh Bupati Agas.

“Kehadiran program Pamsimas ini, merupakan upaya pemerintah menghadirkan air bersih yang sehat untuk masyarakat. Air itu bagian tepenting dari budaya Manggarai. Juga sumber utama kehidupan manusia. Tubuh kita itu, 70 persennya terdiri dari air,” ujar Bupati Agas, dalam kesempatan itu.

Menurut Bupati Agas, kehadiran program Pamsimas, memudahkan masyarakat untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak secara berkelanjutan. Sehingga sekarang, masyarakat tidak lagi susah mencari air untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kalau sebelumnya, masyarakat mengambil air di tempat yang jauh. Sekarang dengan adanya program Pamsimas, sudah memudahkan masyarakat. Saya minta ke depan, pemerintah desa bisa anggarkan dana untuk sambungan ke rumah,” kata Bupati Agas.

Bupati Agas juga meminta masyarakat untuk bisa menjaga sarana yang ada dengan baik. Selain itu, masyarakat diminta untuk pelihara sumber mata air yang ada. Salah satunya, dengan menanam pohon di dekat sumber mata air.

Menurut Bupati Agas, indikator pembangunan air minum itu, kalau masyarakat mendapatkan sambungan air langsung ke rumah. “Pembangunan ini belum selesai. Tapi masih terus berjalan secara bertahap. Sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita. Pamsimas ini punya masyarakat, bukan punya bupati atau camat. Jadi, tolong dipelihara dengan baik sarana yang ada. Jangan biarkan yang kita miliki ini rusak karena tidak diperhatikan,” pesan Bupati Agas.

Kadis PUPR Matim, Yoseph Marto menyampaikan ucapan terima kasih atas terwujudnya program Pamsimas di kampung Wangkung, Desa Poco Ri’i. Marto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua petugas fasilitator Pamsimas. Termasuk kepada masyarakat dan pemerintah desa, atas partisipasi, sehingga program Pamsimas di wilayah itu berhasil.

“Dengan program Pamsimas, salah satu kebutuhan masyarakat terpenuhi. Sehingga dengan dilakukan peresmian sarana Pamsimas, maka hari ini sumber air sudah dekat. Untuk pengelolaan dan pemeliharaan sarana tetap berfungsi dengan baik, tentu menjadi tanggung jawab bersama,” kata Marto.

Sementara Koordinator Pamsimas Kabupaten Matim, Frans Akang, kepada TIMEX menjelaskan, pembangunan Pamsimas untuk 104 KK di Kampung Wangkung, menggunakan tenaga surya. Dimana karena posisi permukiman warga dan mata air, ada pada tempat ketinggian, maka aliran air dengan sistem pompa. Jarak dari sumber mata air dengan bangunan bak penampung, mencapai sekira 500 meter.

“Mata air Uwu program Pamsimas di Kampung Wangkung ini ada di tempat rendah. Sehingga kita harus bawa pompa ke tempat ketinggian. Kita pompa menggunakan tenaga surya. Tampung di bak, lalu dibagi melalui sejumlah kran yang sudah dibangun,” jelas Frans.

Frans menyebutkan, tahun 2021, ada 18 desa yang mendapat program Pamsimas. Dimana 11 desa dengan program reguler, dan sebanyak 7 desa program haid, khusus desa pengembangan. Sejak tahun 2014 hingga tahun 2021, ada sebanyak 75.961 jiwa yang sudah mengakses air minum bersih dari program Pamsimas.

“Tahun 2021 ini, kita ada intervensi program Pamsimas di 18 desa. Sebenarnya ada sebanyak 19 desa. Satu desa yang batal karena persoalan warga minta bayar untuk bisa air yang lokasi sumbernya ada di lahan milik warga. Sejak tahun 2014 lalu, kita sudah intervensi 96 desa untuk program Pamsimas. Hitungan kami, ada sekira 60 desa di Matim yang belum terakses air minum,” katanya.

Sementara untuk tahun 2022, lanjut Frans, target program Pamsimas itu untuk 15 desa. Saat ini, sementara dalam tahap proses usulan ke Dirjen Cipta Karya, Kementrian PUPR. Tinggal menunggu tanda tangan dari Bupati Matim. Tapi usulan yang ada, sangat tergantung juga dengan kemampuan daerah. Sebab program Pamsimas itu menggunakan pembiayaan sharing APBN dan APBD.

“Dalam sharing ini, perbandinganya kalau daerah kabupaten mampu biaya untuk tiga desa, berarti usulan ke APBN 15 desa. Kalau di Kampung Wangkung itu menggunakan APBN dengan biaya sebesar Rp 245 juta. Dari desanya ada kontribusi sebesar 10 persen dan masyarakatnya 20 persen. Target program Pamsimas tahun 2022, itu sambungan rumah,” bilang Frans.

Frans menambahkan, kegiatan peresmian sarana Pamsimas di kampung Wangkung, bukanlah akhir dari program Pamsimas. Tapi merupakan awal. Karena selanjutnya ada kegiatan pendampingan untuk keberalanjutan. Seperti penerapan iuran juga serah terima Kelompok Pengelolalaan Sitem Penyedian Air Minum (KPSPAM).

“Ke depan, untuk pengelolaan air yang ada, bisa saja gandeng dengan BUMDes. Selama ini persoalan yang sering dihadapi di lapangan dari program Pamsimas, konflik sosial. Karena Pamsimas ini program pemberdayaan. Konflik sosial yang paling dominan itu seperti pembebasan lahan mata air, dan juga jalur pipa,” pungkas Frans. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top