Pasien yang Datang ke Faskes Kota, Wawali: Wajib Rapid Test Antigen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pasien yang Datang ke Faskes Kota, Wawali: Wajib Rapid Test Antigen


SKRINING. Upaya skrining yang diterapkan di Puskesmas Oebobo, dimana setiap orang yang datang ke Puskesmas Oebobo untuk berobat, dilakukan rapid tes antigen terlebih dahulu, Senin (6/9). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pasien yang Datang ke Faskes Kota, Wawali: Wajib Rapid Test Antigen


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memastikan layanan kesehatan dan fasilitas kesehatan (Faskes) lainnya wajib melakukan rapid test antigen bagi pasien yang datang berobat ke fasilitas kesehatan tersebut.

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Senin (6/9), menjelaskan, aturan ini diberlakukan agar dapat meningkatkan jumlah testing per harinya di Kota Kupang. Herman ingin tiap harinya seribu orang dites.

“Wajib supaya jumlah yang testing juga tinggi karena kita harus seribu orang per hari sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” kata dia.

Wawali berharap dengan adanya sistem wajib tes di semua fasilitas kesehatan, akan menambah jumlah orang yang dites begitu mereka sampai ke fasilitas dan layanan kesehatan di Kota Kupang, dapat melakukan testing untuk penuhi standar yang ada.

“Ini bukan untuk menghambat pasien, tetapi justru untuk menjaga kesehatan semua masyarakat dan menekan angka penularan,” tandas Wawali.

Dengan begitu, kata Herman Man, ia ingin agar masyarakat tidak takut datang layanan kesehatan seperti Posyandu, Pustu, Puskesmas, dan layanan kesehatan lainnya.

Herman Man memastikan rapid test antigen ini gratis bagi pasien yang datang ke layanan kesehatan yang ada di Kota Kupang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, mengatakan, upaya untuk melakukan tes di semua fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan pustu merupakan upaya penjaringan kasus positif atau skrining.

Dinas Kesehatan, kata drg. Retno, menargetkan per hari dilakukan testing terhadap 892 warga Kota Kupang. Untuk itu, cara yang digunakan adalah melakukan skrining sebelum melakukan pelayanan kepada masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan.

Retno meminta agar masyarakat jangan takut karena upaya ini untuk skrining. Pasalnya, mungkin saja ada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bisa saja tidak sadar terpapar Covid-19, hal ini akan terjadi penularan secara masif. “Sehingga skrining merupakan upaya yang tepat untuk mencegah penularan masif,” ungkap drg. Retno.

Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Oebobo, dr. Sartje Nubatonis mengatakan, upaya skrining sudah diterapkan oleh Puskesmas Oebobo sejak Senin (6/9) kemarin.

Dia menjelaskan, Puskesmas Oebobo juga melakukan skrining di lingkup perkantoran yang ada di wilayah pelayanan Oebobo. Upaya ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, terutama penularan massif, dimana ada pasien yang terpapar, namun tidak menyadari bahwa dirinya terpapar covid-19, karena tidak memiliki gejala.

Dia mengaku, masyarakat juga sangat kooperatif, karena sebelumnya Puskesmas Oebobo sudah melakukan sosialisasi dan memasang pemberitahuan kepada masyarakat.

“Bahkan di Pustu juga diberlakukan hal yang sama, dimana masyarakat yang akan diperiksa harus dilakukan tes antigen terlebih dahulu,” ujarnya.

Dia mengaku, sampai saat ini, memang masyarakat sangat antusias dan menerima dengan baik, mengikuti aturan yang diberlakukan oleh puskesmas.

“Kami juga sudah bersurat dan sudah ada pemberitahuan jadwal untuk melakukan skrining di beberapa kantor,” terangnya.

Dokter Sartje katakan, memang Puskesmas Oebobo melakukan skrining di wilayah pelayanan saja, tetapi jika ada kantor yang bersurat dan meminta untuk skrining, maka akan dilayani.

“Sejauh ini tidak ada penolakan dari masyarakat terkait dengan aturan ini, masyarakat justru antusias ingin memeriksakan diri. Masyarakat sangat kooperatif dan mengikuti semua aturan pelayanan,” pungkasnya. (mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top