Hamili Anak di Bawah Umur, Pria 52 Tahun di Ngada Terancam 15 Tahun Penjara | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hamili Anak di Bawah Umur, Pria 52 Tahun di Ngada Terancam 15 Tahun Penjara


Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika. (FOTO: Saver Bhula/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Hamili Anak di Bawah Umur, Pria 52 Tahun di Ngada Terancam 15 Tahun Penjara


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Ngada. Kali ini menimpa seorang anak berusia 14 orang, dengan terduga pelaku berusia 52 tahun. Kasus pencabulan anak di bawah umur tersebut terjadi di Desa Waepana, Kecamatan Soa.

“Korban berinisial SL berusia 14 tahun yang masih duduk di bangku sekolah. Sedangkan pelaku berinisial AM, pekerjaan petani dan berusia 52 tahun, warga Desa Waepana,” ungkap Kapolres Ngada, AKBP Rio Cahyowidi, SIK., MIK, melalui Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika kepada TIMEX saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/9).

Iptu I Ketut Rai menjelaskan bahwa awalnya pada 30 Agustus 2021 lalu korban beritahukan kepada neneknya bahwa dia merasakan sesuatu yang lain di tubuhnya. Korban SL mengaku kepada sang nenek bahwa perutnya semakin hari semakin membesar. Mendapat informasi itu, sang nenek menyarankan kepada cucunya itu untuk pergi ke tukang urut.

Saat itu korban diantar oleh saksi WU untuk mengurut perut korban di tukang urut bernama Yuliana W., pada Rabu (1/9 ). Setelah diurut, Yuliana mengatakan kepada saksi WU bahwa korban sudah hamil. Penyampaian tukang urut ini disampaikan WU kepada nenek korban, berinisial RO.

Sementara itu, salah satu kerabat korban, GM menyarankan kepada korban dan neneknya untuk sebaiknya melakukan pemeriksaan secara medis ke Puskesmas Soa. Namun sebelum menuju ke Puskesmas, GM menanyakan kepada korban, siapa yang sudah menghamilinya.

BACA JUGA: Proses Hukum 2 Pria Beristri yang Hamili Anak di Bawah Umur Lamban, Kapolres Sikka: Biar Lambat Tapi Pasti

Korban SL pun menjawab bahwa yang membuatnya sampai hamil adalah AM. SL mengaku kejadian memilukan itu ia alami saat dirinya menginap di rumah sang nenek RO. Saat itu nenek RO meminta SL untuk menemai anaknya. Rupanya kesempatan ini dimanfaatkan AM untuk melakukan perbuatan tercela kepada anak yang masih di bawah umur itu.

Setelah mendapat pengakuan itu, GM pun mengantar korban SL ke Puskesmas Soa pada Jumat (3/9). Setelah memeriksakan diri di Puskesmas, ternyata hasilnya tak beda dengan yang dikatakan si tukang urut itu. SL dinyatakan positif hamil.

Mendapat cerita miris itu, nenek RO langsung mendatangi Polsek Soa dan melaporkan kejadian yang dialami sang cucunya itu. Nenek RO berharap pelaku AM diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Pores Ngada mengatakan, setelah menerima laporan nenek RO, pihaknya langsung bergerak dan mengamankan pelaku. “Saat ini pelaku sudah diamankan pihak Polres Ngada,” kata Iptu Ketut Rai.

Iptu Ketut Rai menyebutkan, atas perbuatannya, pelaku AM diancam dengan pasal 76D Jo pasal 81 Ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Praturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002. Pelaku terancam hukuman penjara paling singkat lima tahun, dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Atau bisa dijerat dengan pasal 76E Jo pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Praturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002. Ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” pungkas Iptu Ketut Rai. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top