Hari Kelima Pencarian, Korban Hilang Banjir Malapedho Belum Ditemukan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hari Kelima Pencarian, Korban Hilang Banjir Malapedho Belum Ditemukan


TERUS MENCARI. Tim Basarnas dan tim gabungan melakukan upaya pencarian untuk menemukan korban hilang akibat banjir bandang di Dusun Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Rabu (8/9). (FOTO: Saver Bhula/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Hari Kelima Pencarian, Korban Hilang Banjir Malapedho Belum Ditemukan


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Upaya pencarian terhadap korban hilang akibat musibah banjir bandang di Dusun Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, belum juga membuahkan hasil. Hingga hari kelima hari ini, Rabu (8/9), tim Basarnas dan TNI/Polri serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngada, Tagana, PMI, dan Sat Pol PP yang terus mencari korban hilang, baik disepanjang alur sungai hingga ke muara di laut, belum juga menemukan korban.

Koordinator Tim Basarnas, Riswan kepada TIMEX di lokasi bencana mengatakan bahwa berdasarkan aturan perundang-undangan, proses pencarian terhadap orang hilang akibat bencana adalah tujuh hari. “Namun dalam proses pencarian sudah masuk hari ke-5 ini, belum juga mendapatkan hasil. Tidak ditemukan termasuk tanda-tanda lainnya seperti pakaian korban sebagai identitas,” kata Riswan di lokasi bencana, Rabu (8/9). “Batas waktu kita itu tinggal dua hari saja hingga hari Jumat. Jika tidak ditemukan maka kita akan hentikan pencarian,” lanjutnya.

Di sisa waktu dua hari ini, lanjut Riswan, tim gabungan akan memaksimalkan pencarian. Bahkan untuk memudahkan pencarian Tim Basarnas dan TNI/Polri, pihaknya bekerjasama dengan nelayan setempat dan masyarakat. “Kita minta jika ada yang dapat pakaian korban, misalnya baju atau celana bisa langsung melaporkan,” pinta Riswan.

BACA JUGA: Hingga Hari Ketiga Banjir di Kampung Malapedho, Korban Hilang Belum Ditemukan

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngada, Bernad Ferdin Burah mengatakan bahwa proses pencarian korban hilang atas nama Mikel Jekot sudah memasuki hari kelima. Namun belum juga mendapatkan hasil. Batas waktu kita sampai hari Jumat (10/9) nanti.

“Kita berupaya terus melakukan pencarian. Jika memang sudah melewati 7 hari namun belum menemukan korban, kita akan melakukan evaluasi bersama, termasuk dengan tokoh masyarakat setempat untuk menentukan sikap,” ungkap Bernad.

Pantauan TIMEX di lokasi, Rabu ( 8/9), di pantai sejumlah warga melakukan upaya pencarian secara manual. Aroma tidak sedap pun tercium warga dan sejumlah awak media. Namun tim Basarnas ke lokasi mengatakan aroma tidak sedap antara bangkai dan lumpur berbeda dengan mayat. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top