Tolong Anak dari Pasutri Korban Banjir Malapedho, Ini Perintah Bupati Ngada ke Kasat Pol PP | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tolong Anak dari Pasutri Korban Banjir Malapedho, Ini Perintah Bupati Ngada ke Kasat Pol PP


Plt. Kalak BPBD Kabupaten Ngada, Bernad Ferdin Burah saat berikan keterangan kepada wartawan di Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Rabu (8/9). (FOTO: SAVER BHULA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tolong Anak dari Pasutri Korban Banjir Malapedho, Ini Perintah Bupati Ngada ke Kasat Pol PP


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Keputusan luar biasa diambil Bupati Ngada, Andreas Paru. Saat mengunjungi Dusun Malapedho C, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada akhir pekan lalu untuk meninjau bencana banjir yang melanda kampung itu, Bupati Andreas memerintahkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Ngada untuk merekrut putra dari pasangan suami-istri (Pasutri) korban banjir bandang itu untuk menjadi anggota Sat Pol PP.

Dihadapan keluarga, Bupati Andreas memerintahkan Kasat Pol PP Ngada untuk segera mengurus berkas, agar anak dari Maria dan Mikel, yakni Yohanes Carlos Ngaji, 18, diproses menjadi anggota Sat Pol PP.

Carlos Ngaji yang merupakan putra pertama Mikel dan Maria mengatakan, pada waktu kejadian itu, dirinya sementara berada di Borong, Manggarai Timur. “Saya kaget setelah mendengar di sini (Malapedho, Red) ada bencana banjir. Saya dengar kabar sekitar pukul 23.00 Wita,” ungkap Carlos.

Keesokan paginya, Sabtu (4/9), Carlos langsung kembali ke kampungnya, dan ketika tiba ia menemukan kedua orang tuanya (Ortu) menjadi korban terjangan banjir bandang itu. “Saya sangat sedih dan sangat terpukul dengan kejadian ini. Saya berharap bapak saya bisa ditemukan,” harap Carlos dengan linangan air mata.

Carlos juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli dengan memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berikan peduli kasih terhadap kami,” ungkapnya.

BACA JUGA: Hari Kelima Pencarian, Korban Hilang Banjir Malapedho Belum Ditemukan

Ucapan terima kasih juga disampaikan Carlos untuk Pemkab Ngada terutama Bupati Andreas yang sudah memberi perhatian sehingga dirinya diberi kesempatan untuk masuk menjadi anggota Sat Pol PP.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Ngada, Bernad Ferdin Burah kepada TIMEX, Rabu (8/9) membenarkan hal tersebut.

“Informasi itu memang benar. Bupati Ngada kemarin di hadapan keluarga perintahkan Kasat Pol PP agar segera urus berkas untuk anak korban, yakni Carlos masuk menjadi anggota Pol PP Kabupaten Ngada agar bisa perhatikan adiknya yang masih berusia 12 tahun,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kampung Malapedho pada Jumat (3/9) malam pekan lalu menyeret satu keluarga dengan rumah mereka. Keluarga itu adalah pasangan suami-istri Maria Goreti Diwu dan Mikel Jekot dan salah seorang anak balita. Pasca banjir itu, tim gabungan dan masyarakat setempat berhasil menemukan anak dalam keadaan meninggal dunia. Sementara Maria Goreti Diwu ditemukan keesokan harinya, Sabtu (4/9), juga dalam kondisi tak bernyawa. Sementara satu korban hilang atas nama Mikel Jekot belum ditemukan.

Hingga pencaran hari kelima pada Rabu (8/9), Tim Basarnas, TNI, Polri, Tagana, Tim Reaksi Cepat BPBD Ngada, PMI, Sat Pol PP dan masyarakat belum juga menemukan korban hilang itu. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top