Dua Peserta Seleksi PPPK Tak Hadir, Pengawas: Tak Langsung Gugur | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dua Peserta Seleksi PPPK Tak Hadir, Pengawas: Tak Langsung Gugur


PANTAU SELEKSI. Kepala Dinas PKO Rote Ndao, Yoseph Pandie saat memantau pelaksanaan ujian seleksi penerimaan PPPK guru, di SMK Negeri 1 Lobalain, Senin (13/9). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dua Peserta Seleksi PPPK Tak Hadir, Pengawas: Tak Langsung Gugur


Panitia Bolehkan Rapid di Faskes Lain

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Dua orang peserta seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru, di Kabupaten Rote Ndao, tidak mengikuti ujian hari pertama, Senin (13/9). Kedua peserta ini, dengan lokasi ujian berbeda, yang sama-sama terdaftar sebagai peserta ujian pada sesi pertama.

Kedua peserta tersebut adalah, Elsi Novita Nggadas, dan Mus Supriyanto Mooy. Elsi, berasal dari SD Nggodimeda, dengan lokasi test di gedung SMA Negeri 1 Lobalain, dan Mus, dari SD Negeri Danoheo, di SMK Negeri 1 Lobalain.

Walau demikian, keduanya tidak langsung digugurkan. Tetapi masih diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian pada sesi berikutnya.

Muhammad Nasir, perwakilan LPMP Nusa Tenggara Timur, yang bertugas sebagai pengawas utama pada pelaksanaan seleksi PPPK tahun 2021 di Kabupaten Rote Ndao, menegaskan, ketidak-hadiran kedua peserta tersebut, tidak berdampak terhadap sanksi yang akan diberikan oleh panitia penyelenggara.

Dampak diskualifikasi/digugurkan, menurutnya, tergantung dari alasan ketidak-hadiran dari peserta itu sendiri. Sehingga terhadap kedua peserta yang tidak hadir itu, Nasir, mengatakan, tidak digugurkan.

“Hari ini, Senin (13/9) peserta 30 orang, tidak hadir satu orang,” kata Muhammad Nasir, yang bertugas sebagai pengawas utama pada pelaksanaan seleksi PPPK tahun 2021 di Kabupaten Rote Ndao, kepada TIMEX, Senin (13/9) di SMA Negeri 1 Lobalain.

“Tidak ada yang gugur. Tergantung tidak hadir karena apa dulu,” kata Nasir, ketika dikonfirmasi TIMEX, via WhatsApp.

Terhadap waktu pelaksanaan, Nasir mengatakan, dijadwalkan hingga Kamis (16/9) nanti. Yang dalam pelaksanaanya, setiap hari dilaksanakan dua sesi ujian, dengan masing-masing sesi diikuti sebanyak 30 orang peserta seleksi.

Sedangkan untuk perangkat pendudukung, dirinya menampik adanya kendala dalam pelaksanaan seleksi tersebut. Yang kemudian disebutnya telah sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk menyelenggarakan seleksi PPPK.

“Kita sampai hari Kamis (16/9). Mudah-mudahan Jumat (17/9) sudah tidak ada lagi. Dan kami lakukan dua sesi dalam sehari. Sesi pertama mulai pukul 08.00-10.50, kemudian 14.00-16.40,” kata Nasir.

“Di sini, SMA Negeri 1 Lobalain, setiap sesi 30 peserta. Jadi sehari itu 60, berarti ada 240. Di SMK Lobalain lebih banyak,” sambungnya.

“Alhamdulilah, sampai sejauh ini tidak ada kendala. Sudah hampir satu jam, tidak ada yang keluar untuk memberitahu kami sebagai pengawas. Karena di dalam hanya dua orang yang mengawas, yakni Proktor dan pengawas ruangan,” tambah Nasir, yang mengaku, teknis pelaksanaan dilakukan dengan memedomani juknis.

“Kan ada juknisnya. Dan semuanya sudah kami lakukan sesuai juknis yang diberlakukan. Misalnya, untuk prokes, kami tidak merubah posisi komputer, hanya jarak saja yang diatur,” kata Nasir.

Terpisah, Kepala SMK Negeri 1 Lobalain, Kristian Isack, membenarkan ketidak-hadiran satu peserta seleksi PPPK, pada lokasi test yang diselenggarakan di sekolahnya. Informasi tersebut, diakuinya, terjadi pada pelaksanaan sesi pertama.

“Iya. Di sini juga ada satu orang yang tidak hadir. Ini kan masih sesi pertama. Nama pesertanya adalah, Mus Supriyanto Mooy, dari SD Negeri Danoheo, Desa Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya,” kata Kristian saat mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO), Yoseph Pandie, memonitor pelaksanaan seleksi PPPK.

Sedangkan terhadap persyaratan rapid test antigen, yang disyaratkan kepada setiap peserta seleksi PPPK dalam masa pandemi Covid-19 ini, Yoseph mengatakan, sudah dibolehkan untuk dilakukan di fasilitas kesehatan (Faskes) yang ditunjuk pemerintah. Hal tersebut dilakukan untuk mengurai penumpukan orang di RSUD, dalam menjalani pemeriksaan tersebut.

“Untuk rapid test dalam rangka menyukseskan seleksi PPPK ini, kami sudah koordinasi dengan pihak kesehatan, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a untuk layani rapid test kepada peserta. Testnya sehari sebelum atau H-1,” kata Yoseph kepada TIMEX.

“Karena pesertanya cukup banyak, sehingga rapidnya sudah bisa dilakukan di tempat lain, selain di RSUD Ba’a. Ada klinik kesehatan Polres, dan juga faskes lain yang ditunjuk pemerintah untuk lakukan rapid,” beber Yoseph, yang juga sebagai wakil ketua panita pelaksana seleksi kompetensi PPPK guru. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top