Kembangkan Potensi Lokal, DPA Asal Flores Timur Jadi Miliader | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kembangkan Potensi Lokal, DPA Asal Flores Timur Jadi Miliader


PETANI SUKSES. Bernadus Belawa Sogen (Tengah, kemeja putih) bersama warga setempat dilahan jagung yang ia kembangkan. (FOTO: DOK SMK PP Neg. Kupang).

EKONOMI

Kembangkan Potensi Lokal, DPA Asal Flores Timur Jadi Miliader


LARANTUKA-Pola konsumsi pangan lokal satu daerah menjadi tradisi yang turun-temurun, baik untuk sumber karbohidrat, protein nabati, hingga protein hewani darat dan laut.

Salah satunya di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana pangan lokal yang tersedia di alam dikelola secara arif dan tetap bergizi. Salah seorang petani yang menjaga tradisi ditengah usahanya adalah Bernadus Belawa Sogen.

Pria yang berasal dari Kabupaten Flores Timur, NTT ini mempunyai usaha tanaman pangan dengan fokus budidaya jagung komposit Lamuru serta beberapa komoditas hortikultura lainnya.

Dengan kapasitas produksi sebanyak 360 ton jagung pipilan bulat, Bernadus yang juga seorang Duta Petani Andalan (DPA) ini berhasil meraup omzet Rp 60 juta per bulan. Bila dikalkulasi dalam satu tahun bisa mencapai miliaran rupiah.

“Sebagian kami jual dalam bentuk pipilan bulat dan sebagian digiling menjadi berasan jagung untuk pangan,” ungkapnya.

Bernandus menceritakan bahwa pihakya bekerja sama dengan Pemkab Flores Timur dan Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur untuk menyediakan beras jagung dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui program E warung.

“Selain itu kami melayani juga program pasar murah dari Dinas Perindustrian dan perdagangan Flores Timur,” terang Bernadus.

Selain berbisnis jagung, pria yang sudah menekuni bidang pertanian lebih dari 5 tahun ini juga sering memberikan motivasi dan sosialisasi tentang pentingnya serta bermaknanya pertanian kepada anak-anak muda di sekitarnya.

Dalam usahanya berbagi ilmu kepada anak-anak muda, Bernadus mengatakan bahwa ada hal signifikan yang bisa berubah dari anak muda zaman sekarang. Contohnya adalah anak-anak muda ini sangat tertarik yang awalnya bangun siang sekarang jam 6 pagi sudah pergi ke kebun.

“Meskipun saya bukan penyuluh, tapi saya sengat senang ketika anak-anak muda sekarang senang bertani. Mereka sangat termotivasi. Saya akan berduskusi lagi dengan mereka untuk pastikan target luas tanam untuk musim tanam Oktober-April ini,” imbuhnya.

Adanya pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk juga menarik anak-anak muda untuk terjun di bidang pertanian salah satunya adalah E-Warong.

Diketahui, e-Warong merupakan program yang dibuat supaya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat menerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) secara langsung melalui e-Warong dalam masa pandemi ini.

Dalam usahanya mengembangkan bisnis jagungnya, Bernadus masih terkendala dengan terbatasnya produksi hanya setahun sekali karena mengandalkan air hujan.

Ia berharap melalui program irigasi dari Kementan bisa mengatasi kendala tersebut.

Keberhasilan Bernadus dalam menjaga tradisi dan mengembangkan usahanya di sektor pertanian selaras dengan pernyataan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), bahwa pertanian itu seperti emas 100 karat dimana bila dikelola dengan baik akan menjadi sesuatu yang berharga memaksimalkan potensi suatu daerah.

“Pertanian merupakan investasi jangka panjang yang tak akan berhenti selama manusia membutuhkan pangan,” tegas Mentan SYL.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengungkapkan bahwa pertanian membutuhkan SDM yang andal dan unggul yang nantinya siap menjadi pengusaha pertanian milenial yang kreatif, inovatif, professional, berdaya saing dan tentunya mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin.

Hadirnya Bernadus dan DPM/DPA lainnya menjadi aktor penting yang dapat mengajak generasi muda untuk menyukai pertanian dan menjadikan pertanian semakin maju, mandiri, dan modern,” tutur Dedi. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya EKONOMI

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top