Dukung PTM, DPRD Minta Percepatan Vaksinasi Remaja | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dukung PTM, DPRD Minta Percepatan Vaksinasi Remaja


Kepala Dinas P dan K Kota Kupang, Dumuliahi Djami. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

PENDIDIKAN

Dukung PTM, DPRD Minta Percepatan Vaksinasi Remaja


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Anggota DPRD Kota Kupang, Djuneidi Kana meminta agar pelayanan vaksinasi bagi anak remaja diatur secara baik, agar pelaksanaannya berjalan sesuai target, termasuk pendataan anak yang sudah divaksin maupun yang belum.

Hal ini, kata Djuneidi, untuk mendukung rencana dimulainya kegiatan belajar mengajar tatap muka. Tentunya vaksinasi menjadi sangat penting, agar anak terlindungi, termasuk ketika ada di lingkungan sekolah. “Kami Partai Demokrat sementara melakukan pelayanan vaksinasi, sasaran kami 1.000 orang anak remaja, dan hal ini bertujuan untuk mendukung rencana kegiatan belajar tatap muka,” kata Djunaidi kepada TIMEX akhir pekan lalu.

Djunaidi berharap dua instansi di Kota Kupang, yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan terus berkoordinasi agar rencana kegiatan belajar tatap muka dipersiapkan secara baik, agar anak-anak tetap dalam kondisi aman.

Menurutnya, jika Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai, tentunya orangtua atau wali masih merasa khawatir karena anak-anaknya harus berada di lingkungan sekolah.

Dengan adanya vaksinasi ini, diharapkan menjadi suatu jaminan agar anak-anak terlindungi, tentunya harus dibarengi dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Politikus Partai Demokrat ini juga meninta agar para guru mengawasi secara ketat, ketika anak-anak berada di lingkungan sekolah. Disiplin menerapkan prokes dan mengatur jam pembelajaran secara baik.

Djuneidi meminta agar tenaga pendidik juga divaksin. “Kalau saya tidak salah, pelayanan vaksinasi bagi tenaga pendidik sudah berjalan, diharapkan semua guru juga taat divaksin, karena vaksinasi menjadi salah satu syarat dimulainya PTM,” kata Djuneidi Kana.

Belum jadi Syarat PTM

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, menginstruksikan kepada semua SD dan SMP di Kota Kupang untuk mempersiapkan secara baik, jika ada koordinasi dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, untuk melakulan pelayanan vaksinasi di sekolah.

BACA JUGA: Spendu Kupang Siap Laksanakan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Dumul Djami menjelaskan, memang vaksin anak belum menjadi syarat pelaksanaan PTM, yang menjadi syarat adalah vaksin bagi para tenaga pendidik atau guru.

Dumul katakan, untuk PTM, maka sekolah harus memastikan bahwa pendukung penerapan prokes harus lengkap. “Misalnya tempat cuci tangan, jangan sampai sekolah hanya siapkan tempat cuci tangan, tetapi airnya tidak diisi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, kata Dumul, ketersediaan sabun, tissue dan kelengkapan lainnya, harus dipenuhi. PTM juga hanya diperbolehkan 50 persen saja. Jadi misalnya ada 36 siswa, maka dibagi dua.

Dumul mengaku, yang saat ini sudah mulai PTM, yang dipersiapkan untuk assessment nasional. Kelas V SD dan VIII SMP. “Jadi untuk kelas V dan kelas VIII sudah berjalan. Sementara yang lainnya akan menyusul. Kami akan terapkan PTM secara bertahap. Tidak sekaligus. Misalnya dimulai kelas II, kelas VI, barulah kelas III dan IV. Jadi tidak dilakukan sekaligus. Hal ini dilakukan agar siswa-siswi menyesuaikan diri,” katanya.

Dumul katakan, untuk PTM juga diatur hanya dua jam saja. Karena menggunakan prokes ketat, maka harus ada pengaturan jarak yang sesuai standar juga. Rencananya akan dimulai PTM pada tanggal 20 September mendatang, dengan kapasitas peserta didik 50 persen. (*)

Penulis: Fenti Anin

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top