Peserta Seleksi PPPK di Rote Ndao Bikin Rekor, Kerjakan 155 Soal dalam 40 Menit | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Peserta Seleksi PPPK di Rote Ndao Bikin Rekor, Kerjakan 155 Soal dalam 40 Menit


BIKIN REKOR. Asri Arianci Malelak, peserta seleksi PPPK guru, yang berhasil mengerjakan 155 soal dengan waktu kurang dari satu jam, pada sesi pertama di SMK Negeri 1 Lobalain, Senin (13/9). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PENDIDIKAN

Peserta Seleksi PPPK di Rote Ndao Bikin Rekor, Kerjakan 155 Soal dalam 40 Menit


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Salah seorang peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di Kabupaten Rote Ndao, Senin (13/9) mencatatkan rekor dalam menyelesaikan soal-soal tes. Dari 155 soal yang tersedia dengan alokasi 170 menit untuk tiap sesi ujian, peserta yang namanya Asri Arianci Malelak ini hanya butuh 40 menit untuk menuntaskan ratusan soal itu. Dan hasilnya pun memuaskan. Dengan capaian itu, Asri masih menyisahkan 130 menit waktu normal yang bisa ia manfaatkan.

Walau masih banyak waktu, Asri tetap menyakini hasil kerjanya sehingga ia pun langsung ‘mengunci’ seluruh jawaban dengan menyudahi waktu ujiannya. Asri pun lebih dulu keluar dari teman lainnya.

Keyakinan Asri benar. Hasil kerjanya tidak mengecewakan. Dirinya kemudian bersyukur, dengan tak sedikitpun menunjukan eforia, sebagai satu-satunya peserta seleksi tercepat dalam menyelesaikan soal ujian.

Dengan situasi yang ditunjukan begitu tenang, Asri seolah menyembunyikan sukacitanya. Dia, hanya terdiam, sambil menggenggam teleponnya. Terlihat, sebuah tas kecil bermotif tenunan diletakan di atas pangkuannya, yang saat itu dalam posisi duduk di ruang sekretariat panitia penyelenggara seleksi PPPK.

“Ia. Beta (Saya, Red) Asri. Dengan nama lengkap, Asri Arianci Malelak,” demikian Asri Arianci Malelak, salah satu peserta seleksi PPPK guru, membalas sapa dengan TIMEX, Senin (13/9) yang ditemui di SMK Negeri 1 Lobalain, lokasi seleksi.

Menjawab pertanyaan media ini terkait kecepatan menyelesaikan soal-soal ujian, Asri mengaku hal tersebut bukan karena dirinya menyepelekan atau menganggap enteng proses seleksi itu. Setiap jawaban atas pertanyaan dalam soal ujian benar-benar sesuai dengan yang ia ketahui. “Soal yang beta dapat, beta isi sesuai yang beta tahu. Sonde (Tidak, Red) sampai satu jam walau masih ada waktu, tapi beta su (sudah) habis kerja semuanya,” bebernya.

Asri, kemudian sedikit membeberkan poin/nilai yang dihasilkan dari setiap jawaban yang sudah diberikan. Ddari jawabanya, ternyata sesuai yang diminta, sekaligus memberinya harapan, sebagai salah satu calon peserta yang berpeluang lolos seleksi PPPK guru.

Walau demikian, Asri juga mengaku, keikutanya dalam seleksi tersebut, tidak terlalu berharap lebih. Yang menurutnya, setiap keberhasilan sudah ditentukan Tuhan, yang diraih dalam bentuk proses atau perjuangan.

“Dan beta ikut tes ini (PPPK) juga tidak terlalu belajar banyak. Maksudnya PPPK ini beta hanya ikut-ikut sa (saja). Kalau Tuhan bilang lolos, ya terima. Sonde pun beta tetap terima, karena mungkin beta bukan di sini,” kata Asri.

“Besoknya, Senin (13/9) mau tes, malam beta sonde banyak belajar. Hanya buka-buka soal dan sekadar baca, cuma itu. Semua yang ingin dicapai, sudah ditetapkan Tuhan untuk masing-masing orang, tanpa kecuali. Dan prosesnya yang harus dijalani,” sambungnya, dengan tersenyum.

BACA JUGA: Dua Peserta Seleksi PPPK Tak Hadir, Pengawas: Tak Langsung Gugur

BACA JUGA: Rote Ndao Butuh 2.600 ASN, Hanya Dapat 734 Formasi, Terbanyak Guru PPPK

Asri menyebutkan, hasil pekerjaannya untuk tes kompetensi manajerial/sosial kultural ia meraih skor 162 dari nilai ambang batas 130. Wawancara 40, dan teknis mendapat 335 dari nilai ambang batas 325. Kalau ditotal, semuanya 537 dari 495 nilai ambang batas.

“Beta habis sekitar 40 menit. Intinya, berhasil atau tidak, itu bukan soal. Yang penting beta su lakukan prosesnya. Sisanya Tuhan yang atur, pasti yang terbaik,” ungkap Asri.

Asri sendiri mulai tahun 2013 silam, mengabdikan dirinya sebagai salah satu pengajar di SMP Negeri 1 Rote Barat Daya. Dengan mata pelajaran yang diasuhnya, yakni Pendidikan Agama Kristen (PAK).

Sebelum di sekolah tersebut, ternyata setahun sebelumnya (2012) Asri, pada profesi yang sama, juga mengawali pengabdianya itu di SMP Negeri 5 Lobalain. Besaran gaji/honor yang diterimanya pun tak seberapa. Tapi dirinya terus mengabdi, dengan motivasi untuk menyiapkan generasi penerus bangsa.

Di SMP Negeri 1 Rote Barat Daya, Asri, sedikit bernapas lega. Walau tak dituntutnya, oleh pihak sekolah, dirinya dihargai Rp 1 juta/bulan sebagai biaya apresiasi/honor. Nilai tersebut, pernah mengalami penurunan, hingga setengahnya, tetapi Asri, tetap menerima dengan ungkapan syukur.

“Karena sekolahnya dengan jumlah siswa terbanyak, satu bulan beta terima Rp 1 juta. Pernah turun sampai Rp 450-500 ribu, karena ada pemekaran sekolah. Tapi itulah berkat, tidak bisa ditolak,” kata Asri. “Sebelum di SMP Negeri 1 Rote Barat Daya, beta pernah honor di SMP Negeri 5. Dan di Barat Daya, beta tinggal di mes guru,” sambungnya.

Sedangkan terhadap kompetensi bidang yang dipilihnya, Asri, menyesuaikan dengan latar belakang disiplin ilmu yang pernah ditempuhnya. Sebagai alumni pada Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (SETIA) Jakarta, Asri, mengikuti seleksi untuk PPPK guru Agama di SMP Satap Deranitan.

“Ia, ibu Asri guru di sini, dengan beberapa guru honorer. Secara keseluruhan, semuanya punya kelebihan masing-masing,” kata Aris Erwin Mooy, Kepala SMP Negeri 1 Rote Barat Daya, saat dikonfirmasi TIMEX, pertelepon, Selasa (14/9).

“Kalau guru honor ada delapan. Ada honor Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan kontrak daerah. Dan ibu Asri, dibiayai dari dana BOS. Ketentuanya 15 persen dana BOS untuk biayai tenaga honor, khusus BOS. Jadi kalau tenaganya ada 10 orang, ya 15 persen itulah yang dibagi rata merata,” katanya.

Aris juga membenarkan bahwa salah satu tenaga gurunya, Asri mengikuti seleksi PPPK. “Untuk hasil dari ibu Asri, saya belum tahu. Karena kemarin, Senin (13/9) beliau minta izin untuk ikut seleksi. Sampai saat ini belum tahu bagaimana hasilnya,” ungkapnya. (mg32)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Baca koran edisi : 19 Desembar 2021

Populer

To Top