Dinas PMD Uji Coba Aplikasi Ita Esa, 14 Desa Jadi Pioner | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dinas PMD Uji Coba Aplikasi Ita Esa, 14 Desa Jadi Pioner


UJI COBA. Proses uji coba aplikasi Ita Esa oleh Bidang Pemdes, Dinas PMD Kabupaten Rote Ndao, di Aula Bappelitbang, Rabu (15/9). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Dinas PMD Uji Coba Aplikasi Ita Esa, 14 Desa Jadi Pioner


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao, Rabu (15/9), melaksanakan uji coba aplikasi sistem integrasi administrasi desa (Ita Esa). Uji coba tersebut, dilaksanakan sebelum di-lunching secara resmi untuk digunakan oleh semua desa.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Bappelitbang tersebut, selain hadir perwakilan desa, juga hadir tim program pembangunan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD). Dan kegiatan tersebut diselenggarakan oleh bidang bina pemerintahan desa dan kelurahan, sebagai pengelola aplikasi Ita Esa.

“Hari ini Rabu (15/9) kami baru mau uji coba. Selain sebagai persiapan untuk diluncurkan, juga untuk memperoleh masukan untuk versi selanjutnya,” kata Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Dolorosa M. Bria, kepada TIMEX, Rabu (15/9).

“Ini kan baru dirilis, sehingga tentu masih banyak kekurangan. Sehingga kami juga harus minta masukan dari pihak-pihak yang bekerja untuk desa,” sambungnya.

Selain pemerintah desa, Dolorosa, menyebut, tenaga ahli atau tim P3MD juga dihadirkan. Sebab, tim tersebut, kata dia, juga berperan dalam pembangunan desa. “Tenaga ahli juga kami hadirkan. Ada banyak masukan yang sudah diberikan. Ada yang langsung diperbaiki, dan ada yang nanti pada rilis berikutnya,” ujar Dolorosa.

Menurutnya, aplikasi Ita Esa dirilis berdasarkan sejumlah dinamika yang terjadi selama ini, apalagi dimasa pandemi Covid-19 saat ini, pelayanan secara tatap muka sangat jarang dilakukan.

Selain itu, Ita Esa hadir, sebagai bentuk perbaikan terhadap pelayanan publik. Yang saat ini lebih didorong untuk dilaksanakan secara terbuka.

“Memang banyak kendala yang kami hadapi selama ini. Terlebih saat merebak kasus Covid-19. Semua pelayanan terganggu,” kata Dolorosa.

“Aplikasi ini juga dapat diakses publik. Siapa saja bisa masuk, untuk mengontrol pelaksanaan pembangunan di desa masing-masing,” tambahnya.

BACA JUGA: Dinas PMD Siap Gunakan Aplikasi Ita Esa

“Semua kebijakan yang dilakukan oleh kepala desa wajib melibatkan seluruh komponen yang ada di dalam desa. Dan di dalam aplikasi tersebut semuanya dapat lihat di situ,” tuturnya dengan mengatakan, masyarakat bisa langsung menyampaikan aduan terhadap dugaan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh pemerintah desa

“Masyarakat sudah langsung menyampaikan aduanya. Karena di situ (Ita Esa) ada ruang yang sudah kami siapkan. Tetapi tentu dengan melampirkan bukti-bukti dugaan pelanggaran yang diadukan,” kata Dolorosa.

Sementara itu, Koordinator Tim P3MD Rote Ndao, Filadelfia Fiah mengapresiasi hadirnya aplikasi itu. Menurutnya, Ita Esa, merupakan inovasi di tengah pandemi Covid-19. “Luar biasa inovasi dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas PMD. Dengan aplikasi tersebut, PMD dapat memberi pelayanan kepada semua desa, tanpa harus bertatap muka,” kata Filadelfia.

“Prinsipnya, aplikasi Ita Esa sangat bermanfaat kepada semua desa, termasuk dalam melakukan proses pencairan keuangan desa, yang lebih efektif dan efisien,” sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Modosinal Kecamatan Rote Barat Laut, Efendi Muda, dan Sekretaris Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Josias Ferroh. Keduanya, sama-sama menyebut aplikasi Ita Esa dapat memperpendek jarak. “Zamannya sudah harus demikian, semuanya bisa dikerjakan dimana saja, tanpa harus ke Dinas PMD,” kata Kepala Desa Modosinal, Efendi Muda.

“Selama ini, kami harus bolak-balik Dinas PMD. Ini merupakan kendala utama bagi kami yang tinggalnya jauh. Setelah ini sudah bisa dilakukan dari desa, karena berkas/dokumen sudah bisa berproses dalam aplikasi Ita Esa,” sambung Josias Feroh, Sekretaris Desa Daiama.

Dengan dilakukannya uji coba tersebut, pihak Dinas PMD berharap beberapa desa yang dihadirkan bisa menjadi promotor bagi desa lainnya. Rencananya aplikasi ini akan diluncurkan dalam tahun ini.

Desa promotor yang dihadirkan, dipilih masing-masing satu desa dari setiap kecamatan. Hanya Kecamatan Lobalain, Rote Barat, dan Rote Barat Laut yang menghadirkan dua desa. Yakni, Desa Kolobolon dan Lekunik di Kecamatan Lobalain, Oenitas dan Sedeoen (Di Rote Barat), Modosinal dan Saindule (Di Rote Barat Laut).

Selanjutnya, Lidamanu, mewakili Kecamatan Rote Tengah, Oelua (Loaholu), Oebafok (Rote Barat Daya) Lenguselu (Rote Selatan). Kemudian dari Pantai Baru, Sonimanu, Rote Timur, Desa Papela, Nuse, mewakili Ndao Nuse, dan Desa Daiama untuk Kecamatan Landu Leko.

“Untuk uji coba, kami lakukan untuk 14 desa dari masing-masing kecamatan. Kami berharap, desa-desa itulah yang akan jadi pioner untuk desa lainnya, setelah Ita Esa diluncurkan,” harap Dolorosa. (mg32)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top