Dongkrak Produktivitas, DPA Kementan Jadikan Teknologi Sahabat Petani | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dongkrak Produktivitas, DPA Kementan Jadikan Teknologi Sahabat Petani


HASIL PANEN. Yohanes Nerdi, petani semangka asal Kalabumbu, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Matim bersama kerabat memanen buah semangka hasil usaha taninya. (FOTO: DOK. SMK-PP Neg. Kupang)

KABAR FLOBAMORATA

Dongkrak Produktivitas, DPA Kementan Jadikan Teknologi Sahabat Petani


BORONG-Semangka adalah tanaman hortikultura yang buahnya sangat digemari, baik karena rasa yang segar juga harganya ekonomis. Daging buah yang manis serta berair banyak sangat cocok dikonsumsi di iklim tropis ini. Tingginya permintaan akan buah ini menjadi peluang tersendiri bagi para petani hortikultura.

Salah Satu Duta Petani Andalan Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang sukses berbudidaya semangka adalah Yohanes Nerdi. Pria asal Kalabumbu, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ini mengatakan bahwa semangka bisa tumbuh di dataran tinggi atau dataran rendah.

“Dari April hingga Agustus 2021, kami bisa panen mencapai 1.500 buah semangka dari 2.000 pohon yang ditanam dengan kisaran omzet sekitar Rp 22 juta,” tutur Nerdi.

Nerdi menambahkan bahwa tidak hanya semangka saja yang menggiurkan tapi sekarang juga merambah ke tomat dan pare dengan omzet sekitar Rp 7 juta. Secara umum petani menggunakan sistem Farrow Irigasi, yang mana air dialirkan memakai saluran antara bedengan.

Rata-rata pemberian dimusim kemarau yaitu 4-6 hari. Pastikan juga volume penyiraman air tidak berlebihan. Tapi, Nerdi menggunakan teknologi lain yaitu irigasi tetes.

“Dalam mengembangkan irigasi tetes, kami bekerja sama dengan Power Agro Indonesia yang merupakan salah satu start up pertanian dalam bidang irigasi tetes. Bagi petani, kerja sama seperti ini penting karena bisa mendapatkan berbagai macam teknik irigasi tetes yang cocok untuk tanaman semangkanya,” imbuh Nerdi.

Menjalankan usaha budidaya semangka, tomat, dan pare, Nerdi menemui tantangan diantaranya pengolahan lahan masih dilakukan secara manual dengan tenaga manusia tidak ada mesin pengolahan lahan, ketersediaan pupuk yang tidak sesuai dengan masa tanam, belum ada pengetahuan tentang teknologi perbenihan yang bermutu, dan mahalnya peralatan irigasi tetes. Maka ia pun berupaya mengubah mindset petani sekitar dengan menjadikan teknologi sebagai sahabat petani.

Di tahun 2021 ini, Nerdi bersama 6 orang petani muda lainnya juga mengembangkan komoditas yang sama. “Kami menyepakati membentuk sebuah grup bersama dengan nama “NERDIFARM” dengan misi menyediakan sayuran dan buah secara kontinyu, mendorong petani muda untuk mengembangkan pertanian juga promosi teknologi irigasi tetes bagi petani milenial lainnya,” tutup Nerdi.

Inovasi yang dilakukan oleh Nerdi sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa petani milenial merupakan tumpuan harapan pertanian Indonesia di masa mendatang. “Petani milenial dan andalan saat ini banyak meraup hasil dan keuntungan yang melimpah dari hasil bertani. Kuncinya adalah mereka mengunakan akses market nasional bahkan internasional dan komunitas pertanian untuk memasarkan hasil pertanian di dalam negeri dan luar negeri,” papar Mentan Syahrul.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa selain memanfaatkan peluang, petani mileniallah yang mampu mendongkrak produktivitas dan menjaga kualitas dan menjamin kontinuitas produknya lewat inovasi teknologi.

“Para DPM dan DPA harus memanfaatkan kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk memasarkan dan mengembangkan produknya. Contohnya jika mengalami kesulitan usaha, mereka bisa memanfaatkan adanya KUR,” imbuh Dedi. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top