Lepas Kontingen NTT ke PON, Gubernur: Kita Hadir untuk Nyatakan Persatuan dan Kesatuan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lepas Kontingen NTT ke PON, Gubernur: Kita Hadir untuk Nyatakan Persatuan dan Kesatuan


KIBARKAN BENDERA NTT. Chief de Mission (CdM) Josef Nae Soi mengibarkan bendera Kontingen NTT setelah menerima dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menandai pelepasan Kontingen NTT menuju PON XX/2021 Papua, di Aula El Tari, Jumat (17/9). (FOTO: RUDY MANDALLING/TIMEX)

SPORT

Lepas Kontingen NTT ke PON, Gubernur: Kita Hadir untuk Nyatakan Persatuan dan Kesatuan


Loloskan 89 Atlet di 12 Cabor

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kehadiran kontingen NTT di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Provinsi Papua tidak hanya untuk bertanding dan berlomba, tetapi juga membawa pesan penting untuk menyatakan persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Jadi misinya, bukan bagaimana berprestasi dalam bidang olahraga saja, tentunya ini Pekan Olahraga Nasional (PON), dan pesan-pesannya bukan hanya berkumpul untuk melakukan pertandingan olahraga, tetapi berkumpul untuk menyatakan persatuan dan kesatuan Indonesia,” kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), ketika melepas secara resmi kontingen NTT ke PON XX/2021 Papua di Aula El Tari, Jumat (17/9).

Gubernur VBL mengatakan, pelepasan kontingen hari ini merupakan acara yang sangat membanggakan, sangat istimewa karena diseluruh Indonesia hari ini, Chief de Mission (CDM) bukan wakil gubernur. “Hanya NTT saja yang CDM-nya wakil gubernur. Itu menunjukkan, saking pentingnya, sehingga Wakil Gubernur turun tangan,” tegas Gubernur VBL.

Dalam situasi yang sulit ini sebagai patriot, kata Gubernur VBL, dituntut untuk berprestasi dalam segala hal. “Patriot itu begitu, patriotisme. Kondisi baik berjuang, buruk berjuang. Situasi apapun tetap berjuang. Itulah ciri khas para patriot,” katanya.

Gubernur VBL juga menegaskan bahwa pesan yang ingin disampaikannya bahwa kontingen NTT yang dipimpin langsung oleh orang kedua terkuat di NTT ini, hadir di sana dengan keyakinan, percaya diri, dan semangat persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.

“Saya tahu seluruh atlet berjuang dengan luar biasa. Apapun prestasi yang diperoleh, itulah prestasi terbaik. Dalam situasi seperti ini, apapun hasilnya itulah prestasi terbaik,” ucapnya.

Provinsi NTT sebagai provinsi yang jumlah Melanesianya cukup besar, Gubernur VBL metitipkan pesan kepada saudara-saudara Melanesia yang ada di Papua, bahwa kehadiran NTT memperkuat persatuan lewat semangat Melanesia.

“Jadi nanti di sana harusnya tidak ada gangguan. Karena kalau ada gangguan berarti yang menggangu itu tidak menghormati semangat persatuan Indonesia. Ini sebuah pesan bagi kita semua, bahwa kehadiran kita di Papua juga memberikan pesan semangat kebersamaan kepada bangsa dan negara ini,” tegasnya.

Gubernur VBL juga mengatakan, pelaksanaan PON XX/2021 ini merupakan sebuah prestasi bagi bangsa dan negara ini, karena saat seluruh negara di dunia hidup dengan berbagai ancaman, antara lain Covid-19, tapi Indonesia mulai dengan melakukan pertemuan nasional.

“Dan itulah pelurusan Indonesia mendeklarasikan, bahwa Indonesai sedang menuju kebebasan terhadap virus Covid-19 dengan diadakannya PON XX. Itu pesan filosofis yang perlu dilakukan untuk PON ini,” ucap Gubernur VBL.

Sebagai Gubernur NTT, VBL juga mengungkapkan jika dirinya senang kalau para atlet mendapatkan medali emas, tapi juga harus membawa pesan budaya NTT. “Itu pasti (Kalau dapat medali emas, Red). Tapi saya lebih senang kalau semua yang pergi membawa pesan budaya. Pesan memperkenalkan NTT sebagai provinsi yang eksotik, provinsi yang beradab dan punya kemampuan ke depan menjadi provinsi yang luar biasa atas kekayaan-kekayaan alamnya,” tutur Gubernur VBL.

“Karena itu, kalian bukan hanya pergi bertanding atau berlomba, tapi ada pesan diplomatis dari seluruh kontingen yang dipimpin oleh Wagub. Kita mesti cerita setiap hari, habis bertanding, cerita eksotiknya NTT. Mulai dari Labuan Bajo, sampai Belu. Sabu Raijua, Rote Ndao termasuk Semau juga. Kita jangan pergi bertanding habis kalah lalu muka mengkerut. Kalah langsung ceritakan NTT, ini bukan kalah menang, kami datang ke sini mau menjelaskan kepada kalian indahnya NTT itu,” pinta Gubernur VBL kepada seluruh atlet dan official NTT.

Gubernur VBL menyatakan, merupakan momentum kebangkitan bangsa dengan diadakannya PON XX pada saat Covid-19 yang makin hari makin landai di seluruh Indonesia. Dan pesan Presiden RI terhadap pelaksanaan PON ini, adalah Indonesia siap hidup berdampingan dengan Covid-19. Semua kotingen berjalan dalam semangat perjuangan yang luar bisa dan perlindungan dari Tuhan yang selalu menyertai kita dalam segalah usaha.

“Itu keyakinan iman kita dan mampu kita buktikan dalam kerja-kerja nyata kita. Selamat berjuang, selamat menjalankan amanah yang dititipkan dan semoga kembali dengan prestasi-prestasi yang luar biasa, semoga Tuhan senantiasa meyertai kita,” pungkas Gubernur VBL.

Terpisah, Wagub NTT, Josef Nae Soi yang juga bertindak sebagai CdM menjelaskan, NTT pada PON XX/2021 Papua akan bertanding/berlomba di 12 cabang olahraga (Cabor) dengan 89 atlet. Ke-12 cabor itu, yakni Atletik dengan 8 orang atlet, Tinju (10 atlet), Kempo (23 atlet), Pencak Silat (6 atlet), Taekwondo (1 atlet), Tarung Derajat (2 atlet), Muaythai (1 atlet), Wushu (2 atlet), Sepak Bola (20 atlet), Criket (14 atlet), Menembak (1 atlet), dan Renang (1 atlet). “NTT ada satu keistimewaan tahun ini dengan lolosnya sepak bola di PON XX,” jelas Josef Nae Soi.

Pelepasan kontingen NTT ditandai dengan penyerahan bendera Kontingen NTT dari Gubernur VBL kepada CdM Kontingen NTT, Josef Nae Soi, dan diakhir dengan foto bersama dengan para atlet setiap cabang olahraga. (rum)

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top