Kabupaten TTU Habiskan Rp 11 Miliar untuk Penanganan Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kabupaten TTU Habiskan Rp 11 Miliar untuk Penanganan Covid-19


Bupati TTU, Juandi David. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kabupaten TTU Habiskan Rp 11 Miliar untuk Penanganan Covid-19


Dari Total Rp 45 Miliar Dana Refocusing Tahun 2021

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU hingga kini telah menghabiskan sebanyak Rp 11 miliar untuk penanganan pendemi Covid-19 di wilayah itu. Anggaran tersebut diserap oleh lima organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki peranan penting dalam penanganan virus korona tersebut.

Sesuai data yang dihimpun TIMEX, tahun ini, Pemkab TTU mengalokasikan anggaran senilai Rp 45 miliar untuk penanganan Covid-19. Dari jumlah tersebut, sejak awal tahun hingga saat ini sudah terpakai sebanyak Rp 11 miliar lebih. Dari dana ini, RSUD Kefamenanu mendapatkan alokasi sebesar Rp 3.096.022.246. Jumlah yang telah terpakai senilai Rp 2.960.897.938, dan anggaran tersisa pada kas RSUD Kefamenanu sebesar Rp 135.194.308.

Selanjutnya Dinas Kesehatan TTU sudah menghabiskan sebanyak Rp 1.108.543.000, Dinas Sosial TTU menghabiskan anggaran sebanyak Rp 136.433.000.

Bupati TTU, Juandi David kepada TIMEX, Senin (20/9) mengatakan, apabila anggaran yang telah disiapkan tersebut dengan total Rp 45 miliar lebih itu tidak terpakai tuntas, maka akan dikembalikan ke kas daerah dan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) untuk kepentingan daerah. “Kalau tahun 2021 dia naik lagi (angka Covid-19) berarti kita masih menggunakan dana itu untuk 2022,” ungkapnya.

Juandi menambahkan, ada lima OPD yang bersentuhan langsung dengan penanganan Covid-19 di TTU, yakni RSUD Kefamenanu, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)

Menurut Juandi, proses pencairan anggaran Covid-19 melalui beberapa mekanisme yang cukup ketat. Sebab mesti dilakukan proses verifikasi oleh TAPD untuk memastikan tidak ada penambahan volume anggaran tersebut. “Anggaran untuk penanganan Covid-19 ini tidak sembarang digunakan. Sistem pencairan harus disertakan dengan bukti pendukung yang kuat baru bisa ada realisasi,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top