Operasi Patuh Ranaka 2021, Ini Harapan Kapolda NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Operasi Patuh Ranaka 2021, Ini Harapan Kapolda NTT


SEMATKAN PITA. Kapolres Ende, AKBP Albertus Andreana menyematkan pita operasi Patuh Ranaka 2021 kepada perwakilan petugas saat apel gelar pasukan di halaman Mapolres Ende, Senin (20/9). (FOTO: ALEXIUS RAJA SEKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Operasi Patuh Ranaka 2021, Ini Harapan Kapolda NTT


ENDE, TIMEXKUPANG.com-Dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcarlantas di tengah pandemi Covid-19, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menggelar Operasi Patuh Ranaka 2021. Operasi digelar ditingkat Polda dan Polres selama 14 hari yang dimulai dari tanggal 20 September hingga 3 Oktober 2021.

Kegiatan Operasi Patuh Ranaka ditingkat Poles Ende diawali dengan apel bersama dipimpin Kapolres Ende, AKBP Albertus Andreana, di halaman Mapolres Ende, Senin (20/9). Hadir di kesempatan ini Dandim 1602/Ende, Letkol Inf Nelson Paido Makmur.

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif dalam sambutannya yang dibacakan Kapolres Ende AKBP Albertus Andreana mengatakan, operasi ini merupakan jenis operasi Harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan persuasif serta humanis.

“Operasi ini dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalulintas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Disebutkan, adapun sasaran operasi adalah potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang dapat menghambat dan mengganggu Kamseltibcarlantas serta penyebaran Covid-19.

Kapolda berharap, dengan adanya operasi tersebut, bisa menekan jumlah korban fatalitas Lalulintas, meminimalisir kemacetan, meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Sementara itu Kapolres Ende AKBP Albertus Andreana melalui Kasat Lantas Poles Ende AKP Aulia Robby Kartika mengatakan, operasi yang akan dilaksanakan lebih kepada membangun kesadaran warga untuk taat berlalulintas.

Dia mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, diharapkan juga warga masyarakat juga taat protokol kesehatan. “Kita harapkan masyarakat bisa lebih tertib berlalulintas dan juga dalam menerapkan Perotokol kesehatan,” kata dia.

Polisi sebut dia, nantinya dalam melakukan giat operasi akan lebih mengedepankan sisi humanis. Meski Kabupaten Ende kini sudah turun dari level 3 ke level 2, namun tegasnya, masih ada pelanggaran baik berlalulintas maupun dalam penerapan protokol kesehatan.

“Pada hari Minggu atau Jumad sering tidak menggunakan helm. Alasan klasik mau beribadah. Ini yang pelan-pelan kita arahkan agar bisa tertib berlalulintas,” ujar Aulia.

Kedepannya akan bekerja sama dengan tokoh agama, baik pendeta, pastor maupun takmir masjid atau lainnya untuk memberikan imbauan taat berlalulintas maupun taat prokes,” tambah dia.

“Kita juga akan melakukan penertiban aksi balap liar yang menurut laporan terjadi di beberapa titik dalam kota dan diluar kota,” tegasnya.

Aulia mengaku, meski angka kecelakaan masih tergolong minim, namun dia berharap agar warga terus tertib berlalulintas. “Setiap bulan setidaknya ada satu kasus kecelakaan,” pungkasnya.

Untuk diketahui data angka kecelakaan di wilayah hukum Polda NTT berdasarkan aplikasi IRSMS (Integrated Road Safety Management System) Dirlantas Polda NTT, pada tahun 2020 terdata 1.125 kejadian. Dimana korban meninggal dunia 393 orang, luka berat 412, luka ringan 1.327 orang. (Kr7)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top