Mengenang Prof. J. E. Sahetapy, Daniel Rohi: Lugas Suarakan yang Diyakini Benar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mengenang Prof. J. E. Sahetapy, Daniel Rohi: Lugas Suarakan yang Diyakini Benar


AKADEMISI HEBAT. Prof. J. E. Sahetapy (FOTO: UK Petra for Jawa Pos)

NASIONAL

Mengenang Prof. J. E. Sahetapy, Daniel Rohi: Lugas Suarakan yang Diyakini Benar


SURABAYA, TIMEXKUPANG.com-Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan, politik, dan hukum menyusul berpulangnya Prof. Jacob Elfinus (J. E.) Sahetapy. Selasa (21/9) pagi, pakar hukum pidana sekaligus mantan Ketua Komisi Hukum Nasional Indonesia itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Katolik St Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya dalam usia 89 tahun.

Hari ini jenazah Prof Sahetapy dibawa dari Rumah Duka Grand Heaven Surabaya menuju TPU Keputih untuk dikebumikan. Guru besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Jejak kebaikannya tetap terkenang dalam memori keluarga, rekan, maupun sahabat yang ditinggalkan. ’’Saya kenal beliau sudah sangat lama, sejak saya masih mahasiswa, dan beliau menjadi senior saya di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Surabaya. Lalu ketemu lagi saat saya menjadi dosen di UK Petra dan beliau sebagai ketua pengurus yayasannya,’’ ujar Daniel Rohi, anggota DPRD Provinsi Jatim Komisi B sekaligus dosen senior Jurusan Teknik Elektro Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya.

Juga senior yang meninggalkan teladan bagi para juniornya. Daniel juga menandai Sahetapy sebagai sosok yang penuh ketegasan, keberanian, konsisten, dan sangat berintegritas.

’’Menurut saya beliau manusia paripurna. Sanggup menyuarakan dengan lugas dan tegas apa yang diyakini benar tanpa sedikit pun merasa takut,’’ imbuh Daniel.

Duka mendalam juga dirasakan oleh Rektor UK Petra Prof Djwantoro Hardjito. ’’Saya pribadi merasa sangat kehilangan sosok yang berkontribusi besar dalam perjalanan UK Petra hingga saat ini. Saya berdoa semoga keluarga dan semua orang yang mengasihinya diberi kekuatan dari Tuhan,’’ ujarnya.

Prof Sahetapy memang memiliki sejarah panjang di UK Petra. Tepatnya terlibat sejak 1963 dalam merintis awal mula berdirinya Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Petra yang terpisah dari Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra (PPPK Petra). Hal itu dilakukan agar tata kelola universitas menjadi terpisah dan lebih baik.

Pria yang lahir pada 6 Juni 1932 di Saparua, Maluku Tengah, itu juga menulis syair Hymne UK Petra yang masih tetap dinyanyikan oleh civitas academica hingga saat ini di beberapa acara resmi universitas. (hay/c17/ttg/JPG)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top