Perkuat Ekonomi Digital, Desa Detusoko Barat dan Kelurahan Danga Teken Kerja Sama | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Perkuat Ekonomi Digital, Desa Detusoko Barat dan Kelurahan Danga Teken Kerja Sama


KERJA SAMA. Lurah Danga, Yohanes Lado dan Kades Detusoko Barat, Ferdinandus Watu usai penandatanganan kesepakatan bersama dalam pengembangan produk pertanian, pariwisata, dan ekonomi digital. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Perkuat Ekonomi Digital, Desa Detusoko Barat dan Kelurahan Danga Teken Kerja Sama


ENDE, TIMEXKUPANG.com-Untuk membangun ekonomi digital, Desa Detusoko Barat di Kabupaten Ende dan Kelurahan Danga di Kabupaten Nagekeo melakukan penandatanganan kerja sama. Kolaborasi antara keduanya diharapkan bisa bersinergi dalam membangun Indonesia mulai dari desa dan kelurahan. Hal ini ditandai dengan penandatangan kerja sama dalam bidang Pertanian, Pariwisata dan Ekonomi Digital.

Kerja sama dan kolaborasi antara Kelurahan Danga dan Desa Detusoko Barat ini diawali dengan workshop tentang penguatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) yang dibuka Bupati Nagekeo, dr. Yohanes Donbosco Do, Senin (20/9).

Kepala Desa Detusoko Barat, Ferdinandus Watu, dalam keterangan tertulisnya Selasa (21/9), menyebutkan,
Bupati Don Bosco Do menyambut baik kerja sama antara dua wilayah desa dan kelurahan. Dihadapan warga dalam workshop, Bupati Don menuturkan, pariwisata harus menjadi penggerak, dan warga harus berpartisipasi dalam menggerakkan pariwisata tersebut.

Disebutkan, salah satu cara adalah menyiapkan home stay berstandar hotel untuk ditempati para wisatawan. Setidaknya di Kelurahan Danga, tambahnya, ada sekitar 500 kamar standar bintang 1 dan bintang 2.

“Sebagai pembeda, pemilik rumah harus mampu menyulap satu kamar untuk penginapan. Bagaimana soal kamar kita bisa lihat dari hotel yang sudah ada, apa yang harus saya siapkan, kita jual kamar di rumah kita, sehingga orang datang nginap,” tandasnya.

Bupati Don menyebutkan, sangat menarik karena keistimewaan wisatawan nginap di rumah. “Karena sebagai tamu akan mengalami keramahtamahan kita,” katanya.

Selain itu, lanjut Bupati Don, perilaku dan kebiasaan masyarakat juga bisa mengikuti alur wisata. Dan tentu, lingkungan terutama rumah dengan sendirinya lebih rapih karena harus menerima tamu.

Yohanes Lado, Lurah Danga dalam kesempatan workshop mengungkapkan, Kota Mbay sedang disiapkan untuk menjadi Green City (Kota Hijau). Dia menyebutkan, ada 42 RT yang saat ini tengah menyiapkan aneka produk pertanian organik yang dibudidayakan warga setempat.

“Produk-produk yang sudah ada kita siap untuk pemasaran. Kami berharap kerja sama dan saling mendukung dalam penjualan secara online karena itu kita akan kolaborasi dan kerja sama dengan desa Detusoko Barat,” kata Yohanes Lado.

Dirinya berharap, dengan adanya platform pasarflores.id sebagai market place produk dan inovasi, Kelurahan Danga bisa dikenal, dan produk masyarakat bisa langsung terjual ke para pelanggan. Selain itu kesepakatan kerja sama dengan Desa Detusoko Barat, untuk saling berbagi, dan saling mendukung pengembangan sektor pertanian dan pariwisata.

Kepala Desa Detusoko Barat, Ferdinandus Watu disela-sela kegiatan menuturkan, desanya melalui BUMDes Au Wula sudah memiliki toko online/platform pemasaran digital untuk aneka produk dengan nama pasarflores.id. Ini kata Nando, sebuah inovasi digital dari desa kerja sama dengan Bakti Kominfo dan Kementrian Desa yang sebelumnya bernama dapurkita.bumdesmart.id.

“Namun di tahun ini kami memperluas area pasar dengan nama pasarflores.id untuk menyediakan market place aneka produk pertanian dan olahan masyarakat sehingga bisa dijual secara online melalui platform pasarflores.id,” kata Nando.

Hadirnya pasarflores.id, jelasnya, untuk menjembatani produk-produk petani dan nelayan untuk bisa lebih cepat sampai di tangan konsumen. Cukup dengan klik di platform digital ini, produk atau komoditas yang diinginkan sudah bisa sampai di rumah dengan cepat.

“Dijual dan dibeli langsung oleh pembeli dan melakukan proses transaksi secara online. Melalui pasarflores.id, pelanggan atau pembeli cukup klik di HP, melakukan pilihan menu untuk aneka produk dan mudah pemesanan,” sebut Nando.

Dia juga menjelaskan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Bank NTT untuk proses pembayaran dengan metode QRIS, sehingga bisa menggunakan transaksi elektronik dan juga bisa transfer dan COD. Karena itu tandas Nando, kerja sama antardesa dan kelurahan harus terus digalakan.

“Kita harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mendukung produk produk petani, dan saling mendukung. Kami bisa mengisi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Mbay begitu pula sebaiknya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, penandatanganan nota kesepahaman antara ke dua belah pihak dengan tujuan saling mendukung produk produk pertanian, pemasaran aneka produk menggunakan digital, belajar bersama studi tiru, pendampingan, dan kolaborasi. Penadatanganan ini dilakukan di Kantor Lurah Danga disaksikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo dalam acara kegiatan workshop terkait penguatan kapasitas kelembagaan di Kantor Lurah Danga.

Hadir dalam kegiatan pelatihan kapasitas, Kepala Dinas Pertanian, Lurah Danga, utusan dari RT, kader posyandu, ibu-ibu PKK, lembaga kemasyarakatan kelurahan dan masyarakat. (Kr7)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top