Pelaku Usaha Enggan Daftarkan Produknya karena Butuh Biaya Besar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pelaku Usaha Enggan Daftarkan Produknya karena Butuh Biaya Besar


SOSIALISASI. Sekda Ende, Agustinus G. Ngasu saat menghadiri pembukaan Sosialisasi dan Desk Registrasi dalam rangka Jemput Bola Registrasi Pangan Olahan di Kabupaten Ende, Kamis (23/9). (FOTO: ALEXIUS RAJA SEKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pelaku Usaha Enggan Daftarkan Produknya karena Butuh Biaya Besar


ENDE, TIMEXKUPANG.com-Masih banyak pelaku usaha di Kabupaten Ende yang belum melakukan pengurusan dan pendaftaran produk usahanya. Salah satu faktor yang menyebabkan para pelaku usaha enggan atau takut mendaftarkan produknya karena membutuhkan biaya besar. Selain itu pengurusannya berbelit-belit.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ende, Agustinus G. Ngasu mengatakan hal ini saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi dan Desk Registrasi dalam rangka Jemput Bola Registrasi Pangan Olahan di Kabupaten Ende.

Kegiatannya dilaksanakan oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ende, bertempat di aula Wisma Emaus, Jln. Diponegoro, Kamis (23/9).

Sekda Gusti Ngasu menyebutkan, kekuatiran para pelaku usaha akan berbelit-belitnya pengurusan izin usaha disebabkan kurangnya informasi atau pengetahuan dari pelaku usaha itu sendiri terkait mekanisme pengurusan izin. “Kekhawatiran mereka, takutnya urusan yang berbelit-belit dan butuh biaya besar,” beber Sekda Gusti Ngasu.

Kegiatan sosialisasi ini, sebut Sekda Gusti Ngasu, merupakan langkah yang sangat efektif untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat khususnya para pelaku usaha. Selain itu, dalam rangka menghapus anggapan diantara pelaku usaha yang menduga proses pengurusan izin berbelit-belit.

“Jadi sosialisasi ini penting, sehingga para pelaku usaha bisa tau secara pasti mekanisme pengurusan izin usaha seperti apa. Dengan begitu, para pelaku usaha tidak lagi beranggapan kalau urus izin usaha itu berbelit-belit dan butuh biaya besar,” ujar Sekda Gusti.

Melalui kegiatan sosialisasi ini juga, Sekda berharap bisa memotivasi para pelaku usaha untuk mendaftarkan produknya, sehingga produknya dapat diedarkan secara legal, aman, bermutu, dan bermanfaat. “Harapan seperti itu. Kita mau agar para pelaku usaha diberi motivasi agar segera mendaftarkan produk mereka sehingga dapat diedarkan secara legal,” pungkasnya.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala BPOM Ende, Beny Hendrawan Prabowo, di hadapan peserta sosialisasi mengatakan, registrasi pangan olahan merupakan salah satu bentuk pengawasan premarket yang dilakukan pihak BPOM sebelum diedarkan untuk memastikan pangan benar-benar aman dan bermutu. Mulai dari komposisi bahan, sarana produksi sampai produk tersebut siap dijual.

“Registrasi pangan olahan ini sangat penting. Ini bentuk pengawasan pra market yang kami lakukan. Kami bisa pastikan pangan tersebut aman, bermutu dari komposisi bahan dan yang lainnya,” ujarnya.

Beny Hendrawan melanjutkan, kegiatan sosialisasi ini dilaksakan dengan maksud untuk memangkas waktu yang diperlukan dalam proses registrasi pangan sehingga pelaku usaha usaha dapat segera memasarkan produknya dengan aman dan legalitas yang ada.

“Kami harapkan kegiatan sosialisasi ini bisa memangkas waktu untuk proses registrasi dengan begitu pelaku usaha dapat segera memasarkan produknya dengan aman dan legal,” katanya. (Kr7)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top