Merawat Nilai Kepahlawanan, Dinsos NTT Gelar Lomba Antarpelajar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Merawat Nilai Kepahlawanan, Dinsos NTT Gelar Lomba Antarpelajar


Kepala Dinas Sosial, Jamalludin Ahmad (kanan) ketika membuka kegiatan lomba karya ilmiah antarpelajar di Hotel Ima Kupang, Kamis (23/9). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PENDIDIKAN

Merawat Nilai Kepahlawanan, Dinsos NTT Gelar Lomba Antarpelajar


Songsong Hari Pahlawan dengan Loma Karya Ilmiah

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2021 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Sosial menyelengarakan kegiatan Olimpiade Pahlawan dalam bentuk Lomba Karya Ilmiah Kepahlawanan antarpelajar tingkat SMA/SMK/MA se-NTT.
Lomba ini sebagai wujud pelestarian nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan sosial serta untuk merestorasi karakter bangsa dengan sasaran generasi muda Indonesia sebagai penerus harapan bangsa.

Ketua Panitia Lomba, Essy C. Tapatab dalam laporannya mengatakan, bangsa yang tahu menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawannya adalah bangsa yang besar. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah selalu mengingat betapa besarnya pengorbanan yang telah dipersembahkan untuk negara tercinta Indonesia sehingga pada saat ini dapat menghirup udara kebebasan.

“Untuk itu, sudah selayaknya jika kita menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan tersebut yang tulus ikhlas dan tanpa pamrih yang telah menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.

Essy menyebutkan, salah satu bentuk penghargaan tersebut adalah dengan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan, dan restorasi sosial yang telah diwariskan seperti rela berkorban, pantang menyerah, bekerja keras, suka menolong dan lain-lainnya, hendaknya selalu ditumbuhkembangkan, khusunya di kalangan generasi muda sedini mungkin.

Mengingat di era globalisasi seperti saat ini yang syarat dengan berbagai pengaruh, dan jika tidak hati-hati menyikapinya, maka dikwatirkan banyak generasi muda terjerumus ke arah sikap dan tindakan negatif.

Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempertebal rasa kebangsaan dikalangan generasi muda tersebut adalah dengan meningkatkan nilai -nilai kepahlawanan melalui kegiatan “Lomba Karya Ilmiah Kepahlawanan”.

“Tujuan kegiatan ini, untuk menambah wawasan pengetahuan kepahlawanan dan meningkat rasa kecintaan terhadap tanah air. Tersosialisasikan dan terpahaminya nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan di kalangan generasi muda untuk kemudian diimplementasikan sehari-hari,” katanya.

Dijelaskan, terselenggaranya kegiatan tersebut berkat kerja sama Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial bekerjasama dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Muhammadyah Kupang (UMK), dan SMA Negeri 4 Kupang.

Essy menyebutkan, para peserta yang terlibat dalam lomba tersebut berasal dari 10 sekolah yang tersebar di NTT, yakni SMA Katolik St. John Paul II Sikka (83 orang), SMA Seminari Santo Rafael Kupang (80 orang), SMAK Geovani Kupang (80 orang), SMAN 7 Kupang (78 orang), SMAN 1 Atambua (75 orang), SMAN 2 Kupang (73 orang), SMA Kristen 2 (LENTERA) sebanyak 73 orang, SMAN 8 Kupang (73 orang), SMA Dian Harapan Kupang (72 orang), dan SMAN 1 Rote Tengah (70 orang).

“Terhadap peserta, masing-masing sekolah memilih salah satu terbaik untuk masuk ke tahap berikut. Jadi hari ini kita mencari juara I dari 10 besar peserta itu,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial, Jamalludin Ahmad mengatakan, eksistensi sebuah negara tidak terlepas dari pilar-pilar kebangsaan yang tergabung dari nilai-nilai yang berkembang tersebut terbentuk dari keseluruhan proses pembiasan secara terus-menerus sehingga menjadi budaya yang melekat pada kehidupan bangsa dari sebuah negara.

Dikatakan salah satu nilai yang terkandung didalamnya adalah nilai-nilai kejujuran yang secara profesional dipengaruhi oleh situasi dan kondisi pada suatu zaman sehingga membentuk karakter dari suatu bangsa menjadi nilai-nilai mulia seperti keharmonisan, kedamaian, dan kesetiakawanan sosial.

“Nilai-nilai itulah yang menjadi pondasi suatu bangsa untuk menyatu kebersamaan di tengah keberagaman, ancaman, konflik serta tantangan percaturan global,” katan mantan Ketua NU itu ketika membuka kegiatan tersebut di Hotel Ima Kupang, Kamis (23/9).

Jamal melanjutkan, aktualisasi diri nilai-nilai tersebut membentuk pola pikir, sikap dan perilaku masyarakat yang dilandasi pengertian, kesadaran, tanggung jawab, kesetaraan dan partisipasi sosial untuk mengatasi dan menanggulangi berbagai masalah kehidupan masyarakat itu sendiri sesuai kemampuan masing-masing.

Perubahan-perubahan yang mempengaruhi nilai-nilai dimaksud, kata Jamal, merupakan bagian dari dinamika yang merupakan bagian dari dinamika yang akan menjadi instrumen mengunci seberapa kuat suatu nilai yang berada di dalam kehidupan masyarakat dapat menopang segala guncangan dinamika perubahan yang berkembang secara pesat sebagaimana yang terjadi pada saat ini.

Untuk itu mempertaruhkan nilai-nilai sebagai penangkal segala tantangan, demikian Jamal, ancaman dan gangguan pada saat ini dan masa mendatang, tidak lagi hanya sekadar menjadi materi ideologis dan indoktrinatif, tetapi masyarakat harus meyakini bahwa nilai-nilai yang berkembang di lingkungannya dapat dikelola sedemikian rupa untuk menjadi suatu kekuatan yang mestinya bernilai positif atau bernilai baik.

“Artinya ketika suatu bangsa mengalami kondisi tekanan dalam bentuk apapun, maka tidak ada penangkal yang lebih mujarab dari pada penanggulangan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya masyarakat itu sendiri sebagai alat yang paling ampuh untuk menangkalnya,” ungkas Jamal. (mg29)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top