Gegara Surat Izin, Atlet Silat Andalan NTT Terancam Tak Ikut PON | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gegara Surat Izin, Atlet Silat Andalan NTT Terancam Tak Ikut PON


Ketua Umum KONI NTT, Andre W. Koreh. (FOTO: RUDI MANDALLING/TIMEX)

SPORT

Gegara Surat Izin, Atlet Silat Andalan NTT Terancam Tak Ikut PON


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Atlet cabang olahraga (Cabor) Pencak Silat andalan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam tak mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua lantaran belum mendapatkan izin dari kesatuannya di TNI AL.

Serda Jeni Elvis Kause yang saat ini tercatat di kesatuan Ur Jasrek Ur Minpres Sminlog Lanal Maumere, Lantamal VII Kupang, Koarmada II, tengah mengikuti pendidikan di Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) Koarmada II Surabaya merupakan harapan tambang medali bagi NTT di Kelas B cabor Pencak Silat.

Berdasarkan penelusuran TIMEX, persoalan belum adanya izin untuk Jeni Kause oleh kesatuan karena surat izin yang dikirim ke kesatuan. Ternyata surat izin bernomor: 426/12/PO/2021 tertanggal 24 September 2021 yang dikirim oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Benediktus Polo Maing itu bersifat kolektif untuk seluruh atlet/pelatih/official yang berstatus sebagai ASN, TNI/Polri, Akademisi, Guru, Mahasiswa, dan pelajar. Bahkan ada informasi bahwa kesatuan tempat Jeni mengabdi mempertanyakan surat izin yang tidak menjelaskan status Jeni dalam kesatuannya, misalnya pangkat/NRP, dan kesatuan asal sang atlet.

Sementara sebelumnya, saat pelaksanaan Prakualifikasi PON lalu, Jeni mendapat izin dengan mudah karena ada surat dari KONI NTT.

Manajer Cabor Pencak Silat, Dominggus Haga yang dihubungi TIMEX, Senin (27/9) malam membenarkan hal tersebut.

Menurut Minggus Haga, pihaknya mengalami kesulitan memproses izin atlet ini karena urusannya sudah diambil alih Pemprov NTT melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), tidak lagi melalui KONI.

“Dalam beberapa kali rapat, saya sudah mempertanyakan izin atlet ini, bahkan meminta ke Dispora, tapi ternyata surat yang sampai ke kesatuan Jeni sifatnya umum untuk semua atlet/pelatih, tidak mencantumkan asal kesatuan, pangkat dan identitas lainnya sehingga kesatuan tidak memberikan izin. Sementara waktu semakin mepet, kita harus berangkat tanggal 2 Oktober ke Papua, status Jeni belum jelas,” ungkap Minggus Haga.

Minggus mengaku, menyikapi persoalan ini, pihaknya sudah meminta bantuan KONI NTT untuk mengirim lagi surat izin seperti yang pernah dilakukan sebelum saat Pra PON lalu.

Menurut Minggus, Jeni ini merupakan atlet andalan NTT di Kelas B Putri. Jeni ini merupakan atlet peraih medali perak SEA Games dan medali emas kejuaraan dunia di Belgia. Sehingga posisinya sangat vital bagi NTT dalam upaya mendulang medali.

Ketua Umum KONI NTT, Dr. Ir. Andre W. Koreh, MT yang dihubungi terpisah mengenai permintaan Manajer Cabor Pencak Silat ini mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat izin untuk Jeni ke kesatuannya dengan harapan pimpinan Koarmada II bisa mengizinkan atlet yang bersangkutan.

Andre mengatakan, sebagai Ketua KONI sekaligus penanggungjawab untuk atlet peserta PON NTT, pihaknya mengambilalih urusan izin dengan bersurat secara khusus kepada Panglima Koarmada II di Surabaya.

Andre menyebutkan, KONI NTT sudah mengeluarkan surat bernomor: 107/KONI/NTT/IX/2021 tertanggal 27 September 2021 yang dikirim hari ini, Senin (27/9). “Kita harapkan izin tersebut segera diproses oleh atasannya karena atlet Pencak Silat sudah harus berada di Papua tanggal 2 Oktober 2021. Ini bentuk tanggung jawab saya sebagai Ketua KONI agar atlet kita Jeni Kause ini bisa ikut PON XX/2021. Apalagi atlet ini salah satu harapan kita di PON,” pungkas Andre. (aln)

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top