Halau Hama Tanaman, Faperta Unflor Sumbang 70 Light Trap untuk Petani Detusoko | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Halau Hama Tanaman, Faperta Unflor Sumbang 70 Light Trap untuk Petani Detusoko


BANTU PETANI. Kades Detusoko Barat, Ferdinandus Watu (kanan) menerima lampu light trap dari Dekan Faperta Universitas Flores, Sri Wahyuni, di Lape Lio Cafe, Sabtu (25/9). (FOTO: ALEXIUS RAJA SEKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Halau Hama Tanaman, Faperta Unflor Sumbang 70 Light Trap untuk Petani Detusoko


ENDE, TIMEXKUPANG.com-Dalam rangka mendukung program pariwisata dan pertanian di Detusoko Barat, Fakultas Pertanian Universitas Flores (Unflor) menyumbang setidaknya 70 unit light trap atau lampu penangkal hama. Dukungan ini diberikan untuk program pertanian organik dan juga pariwista.

Kelompok Dosen Unflor telah melakukan penandatanganan berita acara penyerahkan 70 unit light trap kepada kelompok tani padi organik, disaksikan Pemerintah Desa Detusoko Barat, bertempat di Lape Lio Cafe, Sabtu (25/9).

Kepala Desa Detusoko Barat, Ferdinandus Watu menyebutkan, penyerahan light trap ini merupakan salah satu kegiatan dalam program kemitraan masyarakat (PKM) dukungan Kemendikbudristek yang dimulai pada Juni 2021.

Ferdinandus mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang menyasar perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat petani. Dan itu, tambah dia, tidak dapat dilakukan secara instan. “Perlu pendampingan sehingga petani betul-betul paham terhadap tujuan program yaitu menciptakan kondisi ekosistem yang baik untuk pertanaman padi organik,” ujar Ferdinandus dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/9).

Pemerintah sebut dia, juga merasakan manfaat dari kerja kolaborasi ini karena adanya kesinambungan antara program desa dengan kegiatan PKM, dimana salah satu produk pertanian yang dikembangkan sebagai usaha bisnis adalah padi sawah hitam organik dan pemasangan light trap.

“Ini dapat menjadi spot malam wisata baru dan mendukung program desa menjadi desa ekowisata. Lampu lampu yang berwana di malam hari juga menjadi spot wisata baru untuk Detusoko,” tambah Nando –sapaan akrab Ferdinandus.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unflor, Sri Wahyuni menyebutkan, program ini menyasar kelompok tani padi organik yang memiliki lahan di kawasan Watu Messib, Desa Detusoko Barat. Sri menjelaskan, ligth trap ini digunakan untuk menghalau perkembangan hama-hama penting tanaman padi sehingga petani tidak lagi mengaplikasikan pestisida pada pertanaman mereka. “Selain itu dapat mengurangi biaya produksi karena pestisida tidak lagi dibeli,” ungkap Sri Wahyuni.

Sri menambahkan, dari hasil pemantauan selama kurang lebih satu bulan, diketahui bahwa terdapat tujuh jenis hama penting padi yang dapat dikendalikan menggunakan light trap.

Sri menyebutkan, hama tersebut yaitu pengerek batang padi kuning (Scirpophaga Incertulas), kuning (Scirpophaga inotata), merah jambu (Sesamia inferens), dan bergaris (Chilo suppressalis). Juga ada walang sangit (Leptocorisa oratorius) serta ulat pelipat daun (Cnaphalocrosis medinalis) atau yang lebih dikenal dengan hama pelipat daun.

Ketujuh jenis hama tersebut, lanjut Sri, merupakan hama utama padi yang dapat merusak tanaman padi mulai dari fase vegetative hingga generative dengan tingkat kerusakan sekitar 20-70% tergantung kondisi ekosistem pertanaman.

Masih menurut Sri, tingginya kerusakan yang ditimbulkan disebabkan karena kemampuan bertelur hama dalam satu siklus hidup rata-rata mencapai 100-290 ekor/imago.

Untuk diketahui, program PKM diketuai oleh Dr. Sri Wahyuni, dengan anggota Charly Mutiara, dan Luci Banda. Dalam melaksanakan program ini juga terlibat dosen lain seperti Mardiah Sarah, Donatus Rendo dan Iis Beribe dari kampus tanpa dinding serta melibatkan beberapa orang mahasiswa.

Selain pelaksanaan pendampingan, juga dilakukan kegiatan lain yang berjalan dalam program ini yakni penelitian partisipatif antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat. (Kr7)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top