Pemkab Ende Bangun TPT di Bekas Bangunan Hotel Atalia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Ende Bangun TPT di Bekas Bangunan Hotel Atalia


Rumah warga nampak rusak tergerus hujan akibat galian untuk Hotel Atalia. (FOTO: ALEXIUS RAJA SEKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Ende Bangun TPT di Bekas Bangunan Hotel Atalia


ENDE, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende akhirnya membangun tembok penahan tebing (TPT) ditempat bekas pembangunan Hotel Atalia yang kini mangkrak akibat tersangkut kasus korupsi. Pembangunan TPT tersebut mengingat lokasi galian itu sudah terkikis akibat hujan dan badai beberapa waktu yang lalu dan mengancam rumah penduduk serta lingkungan sekitar.

“Untuk itu kami sudah siapkan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk membangun TPT. Dan kini kita tunggu penandatanganan SPK. Jika sudah maka segera kita bangun,” kata Kepala Dinas PUPR Ende, Fransiskus Lewang saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/9).

Frans Lewang menegaskan, berdasarkan laporan warga, khususnya yang bermukim di sekitar galian pembangunan Hotel Atalia tersebut, kondisi saat hujan dan badai terjadi gerusan air yang menyebabkan rumah warga, jalan setapak mengalami kerusakan berat.

Dia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kejaksaan terkait dengan pembangunan TPT yang harus memasuki obyek sitaan dari penegah hukum tersebut. “Pada prinsipnya kita sudah izin masuk kerja di lokasi tersebut. Dan pada intinya mereka berprinsip masyarakat tidak dirugikan,” kata Fransiskus Lewang.

Pantauan di lokasi, Senin (27/9) yang terletak di Jalan Diponegoro, tepatnya di RT 33/RW 08 dan RT 38/RW 10 sejak terhentinya pembangunan Hotel Atalia sejak Oktober 2020 terjadi longsoran akibat hujan deras di beberapa titik.

Seperti bagian barat ujung rabat jalan setapak ada lubang besar yang mengancam MCK. Sementara bagian selatan sudut galian terdapat dua rumah warga yang turut terancam, dan di bagian timur rabat jalan setapak tergantung dan mengikis fondasi rumah warga dan kini fondasinya juga tergantung. Selain itu, sisi jalan Diponegoro juga terjancam jebol jika tidak segera ditangani.

Nampak juga kejaksaan line terpasang dilokasi tersebut. Bahkan sebuah papan pengumuman yang menyatakan tanah dan atau bangunan ini dirampas oleh negara Cq Bank NTT. (Kr7)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top