Cakupan Vaksinasi di Rote Ndao Rendah, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cakupan Vaksinasi di Rote Ndao Rendah, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, Feby Riwu memberi penjalasan terkait progres vaksinasi saat dikonfirmasi TIMEX, di ruang kerjanya, Selasa (28/9). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Cakupan Vaksinasi di Rote Ndao Rendah, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Cakupan pelayanan vaksinasi di Kabupaten Rote Ndao, hingga saat ini terbilang masih sangat rendah. Pendistribusian kebutuhan vaksin yang sebelumnya sempat diragukan, ternyata bukan penyebabnya.

Dari data penerima vaksin yang diperoleh TIMEX, Selasa (28/9), menyebutkan, untuk usia remaja, baru 284 orang yang menerima vaksin dosis kedua atau 1,84 persen. Sementara dosis pertama sebanyak 3.698 orang (24,01 persen) dari target 15.400 remaja yang akan divaksin.

Sementara untuk masyarakat umum, cakupannya baru mencapai 3,41 persen atau 1.992 orang. Kategori ini, sebelumnya 7.014 warga sudah menerima dosis pertama, dengan persentasi 12,01 persen dari target 58.419 warga yang akan divaksinasi.

Selanjutnya, pada kategori pelayan publik, dosis pertama 11.081 (84,52 persen), kemudian dosis kedua 8.415 dengan presentasi 64,19 persen. Sedangkan terhadap lansia, sebanyak 1.143 orang menerima dosis pertama (9,20 persen) dan 513 orang dosis kedua atau 4,13 persen.

Hanya kategori tenaga kesehatan (Nakes) yang melampaui target pelaksanaan vaksinasi. Dari 792 orang yang menjadi target sasaran vaksinasi, persentasi pelaksanaanya mencapai 117,42 persen dosis pertama, dan kedua 114,02 persen. Bahkan, untuk kategori ini, sudah menerima vaksin dosis ketiga atau booster. Persentasinya mencapai 77,53 persen.

“Nakes yang lewati target. Dari 792 target kita, 930 nakes terima dosis pertama, dan 903 orang dosis kedua. Berarti untuk dosis kedua masih tersisa 27 nakes,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Rote Ndao, Eden Bell kepada TIMEX, Senin (27/9).

“Saat ini sudah dilanjutkan dosis ketiga. Tetapi baru untuk nakes, yang hingga kini sudah banyak juga. Yaitu, 77,53 persen atau menyasar 614 nakes. Berarti ada 289 nakes yang siap terima dosis ketiga,” sambungnya.

Eden menyebutkan, data yang ada merupakan hasil rekapitulasi dari semua pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Rote Ndao. Baik yang dilakukan oleh TNI/Polri, Kejaksaan Negeri (Kejari), Partai Golkar, dan juga pemerintah setempat, yang hingga kini masih terus dilaksanakan. “Ini data kemarin, Senin (27/9). Kami himpun dari setiap pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan,” katanya.

Walau demikian, kata Eden, pencapaian vaksinasi belum terlalu signifikan terhadap jumlah yang ditargetkan. Dari target 100.151 orang yang mau divaksikan, ternyata belum mencapai sebagian yang menerina vaksin dosis pertama. Baru 23,528 orang atau 23,49 persen yang menerima vaksin dosis pertama, dan 12.076 warga (12,06 persen) menerima vaksin dosis kedua.

Kepala Dinas Kesehatan, Feby Riwu menyatakan bahwa rendahnya cakupan vaksinasi di Rote Ndao bukan karena kekurangan pasokan vaksin. Kebutuhan vaksin selalu tersedia. “Untuk vaksin, bukan masalahnya. Sebab ketersedian aman-aman saja,” kata Feby Riwu saat dikonfirmasi TIMEX di ruang kerjanya, Selasa (28/9).

Feby Riwu menyebutkan, berdasarkan hasil evaluasinya, rendahnya cakupan vaksin karena animo masyarakat masih kurang untuk menerima suntikan dosis kedua. Kesadaran masyarakat Rote Ndao untuk mengikuti program vaksinasi ini masih kurang. “Tapi sampai saat ini, vaksinasi tetap berjalan sesuai jadwal di setiap Puskesmas,” katanya.

Menurut Feby, salah satu faktor rendahnya kesadaran masyarakat untuk vaksinasi dosis kedua dipicu pencabutan kebijakan yang sebelumnya ditetapkan untuk mewajibkan setiap orang menjalani vaksinasi. Dimana rata-rata masyarakat hanya ingin memenuhi kebutuhan perjalanan dengan menerima vaksin dosis pertama. “Bisa jadi, vaksin hanya untuk kebutuhan perjalanan saja. Karena syaratnya waktu itu kan hanya cukup dosis satu dan kemudian sudah dicabut,” tutur Feby.

Dengan kondisi ini, demikian Feby, guna meningkatkan kesadaran masyarakat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PKO, dan juga dengan gereja-gereja agar bisa membantu mendorong peserta didik juga umat untuk melakukan vaksinasi.

“Untuk Dinas PKO, kami akan koordinasikan untuk siswa yang sudah bisa divaksin. Dan ini juga untuk mendukung pembelajaran yang sudah mulai dilakukan di sekolah sekaligus untuk pencegahan,” pungkasnya. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top