Tingginya Permintaan Jamur Tiram, Duta Petani Milenial Asal Kupang Resonansi Pemuda Sekitar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tingginya Permintaan Jamur Tiram, Duta Petani Milenial Asal Kupang Resonansi Pemuda Sekitar


Arlot Sanam, lulusan SMK PP Negeri Kupang yang sukses mengembangkan usaha jamur tiram. (FOTO: DOK. SMK PP Neg. Kupang)

PENDIDIKAN

Tingginya Permintaan Jamur Tiram, Duta Petani Milenial Asal Kupang Resonansi Pemuda Sekitar


KUPANG-Salah satu program utama Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mencetak 2,5 juta petani milenial sedikit demi sedikit sudah terwujud. Baru-baru ini sudah dikukuhkan Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Dari pengukuhan tersebut, para petani milenial dan andalan diharapkan bisa meresonansi pergerakan petani-petani milenial di seluruh daerah di Indonesia.

Salah satu DPM yang dikukuhkan adalah Arlot Sanam. Pemuda berusia 25 tahun yang biasa disapa Arlot ini merupakan salah satu lulusan dari SMK PP Negeri Kupang. Selama ini Arlot menjalankan usaha budidaya jamur tiram di rumah dengan omzet minimal Rp 10 juta per sekali panen.

Dijelaskan oleh Arlot bahwa saat ini jamur tiram mulai banyak dibudidayakan. Karena jamur tersebut merupakan salah satu jenis jamur yang sangat enak dikonsumsi dan mempunyai kandungan gizi cukup tinggi. Jamur tiram juga mempunyai kemampuan adaptasi dengan lingkungan yang cukup baik dan tingkat produktivitasnya cukup tinggi.

“Saat ini permintaan pasar untuk jenis jamur tiram masih cukup tinggi. Sementara pasokan masih terbatas karena petani yang membudidayakan jamur tiram masih sangat terbatas. Makanya saya ingin mengajak pemuda pemudi di sini untuk terus bergerak dalam bidang pertanian karena pertanian itu menghasilkan,” tuturnya.

Arlot menambahkan bahwa untuk pemasaran jamur tiram selama ini memang hanya dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, pemasaran secara masif dan melalui online dengan melibatkan pemuda-pemudi di lingkungannya akan segera diupayakan mengingat baru sedikit petani jamur tiram di daerahnya di Kabupaten Kupang, NTT.

“Tantangan kami selama ini adalah tempat budidaya jamur yang hanya kami lakukan di ruang kosong di rumah. Ke depannya jika ada modal cukup kami akan menyewa tempat yang lebih luas sehingga hasilnya juga lebih banyak,” imbuh Arlot dalam keterangan tertulis Humas SMK PP Negeri Kupang, Rabu (29/9).

Dukungan Kementan sebenarnya sangatlah nyata. Salah satunya dari Mentan SYL yang mengatakan bahwa petani-petani muda ini harus didukung mulai dari dukungan dana dan sarana prasarana.

“Jangan sampai mereka menyerah karena keadaan karena sejatinya pertanian itu keren dan menghasilkan. Ibarat emas 100 karat yang bisa bertahan selama pandemi ini,” kata SYL.

Pernyataan tersebut ditegaskan pula oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang menambahkan bahwa petani-petani milenial harus meresonansi dan mengajak anak-anak muda di daerahnya minimal untuk mencintai pertanian.

“Anak muda milenial sekarang harus pintar-pintar membaca peluang apalagi dengan prospek menguntungkan dan mengembangkan daerahnya seperti ini. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tutup Dedi. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top