Doakan 30 Atlet Kempo dan Atletik NTT Berlaga di PON Papua, Ini Pesan Rohaniawan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Doakan 30 Atlet Kempo dan Atletik NTT Berlaga di PON Papua, Ini Pesan Rohaniawan


DOA BERSAMA. Para atlet, pelatih, pengurus Kempo dan Atletik bersama orang tua atlet mengikuti acara doa pelepasan di Gedung Serba Guna KONI NTT, Kamis (30/9). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

SPORT

Doakan 30 Atlet Kempo dan Atletik NTT Berlaga di PON Papua, Ini Pesan Rohaniawan


Esthon Foenay: Perak Cricket Memotivasi Cabor Kempo dan Atletik

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 30 orang atlet, masing-masing 23 atlet cabang olahraga (Cabor) Kempo dan 7 atlet Atletik siap bertanding/lomba pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua. Sebelum bertolak ke Papua, atlet dua cabor ini mengikuti doa pelepasan bersama orang tua dan pengurus di Gedung Serba Guna KONI NTT, Kamis (30/9) petang.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Pengprov Perkemi dan juga PASI NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si, Pengurus PASI NTT, Theo Widodo dan Frans Sales, Pengurus Perkemi NTT, Sensei George Hadjoh, para pelatih cabor Kempo dan Atletik, dan juga orang tua atlet.

Doa bersama tersebut dipimpin pelayan dari Jemaat Imanuel Oepura (JIO), Pdt. Iwan Lay, S.Th, dan Romo Amanche Frank Oe Ninu. Hadir pula salah seorang ustad dalam acara doa bersama tersebut.

Dalam doa bersama itu, Pdt. Iwan Lay dalam khotbahnya meminta para atlet untuk tetap rendah hati dan tetap bersyukur karena kekuatan datang dari Tuhan atas setiap manusia.

Mendasari khotbahnya dari kitab I Samuel 17: 45-47, Pdt. Iwan meminta para atlet untuk melihat kisah Daud dan Goliat saat bertarung di medan tempur. Goliat dengan kesombongannya dikalahkan oleh Daud dengan senjata yang sederhana.

Padahal, Goliat memiliki segalanya dan bisa mengalahkan Daud, namun kesombongan dan keangkuhan membawanya kepada kehancuran atau kekalahan.

“Meski kita tidak dianggap oleh orang lain, kita harus tetap rendah hati. Tetap tulus hati. Dengan kerendahan hati dan komitmen yang kuat bisa memberikan kehidupan yang baik bahkan bisa meraih prestasi,” katanya.

Pdt. Iwan juga meminta para atlet agar jangan bertanding untuk diri sendiri. Ingan bahwa di sekeliling atlet ada orang tua, ada pelatih, ada pengurus organisasi olahraga yang tengah menanti suatu penampilan terbaik atlet. “Jadi jangan egois dan mementingkan diri sendiri, tapi bertanding untuk mengharumkan nama daerah, dan orang-orang di sekelilingnya,” pesan Pdt. Iwan.

“Kami semua menantikan penampilan kalian. Pelatih, orang tua dan masyarakat NTT dan pada umumnya masyarakat Indonesia sangat bangga atas kehadiran kalian. Jika bertanding untuk diri sendiri maka akan timbul keegoisan. Untuk itu bertanding dengan kerendahan hati,” tambahnya.

Pdt. Iwan mengaku bersyukur karena keberhasilan atlet tidak terlepas dari peran para pelatih. Dengan kesebaran dan kerendahan hari terus memberikan ilmu kepada atlet. “Jika tidak ada kerendahan hati, belum tentu para pelatih melakukan tugasnya secara baik. Budi baik pelatih tentu akan berbuah manis,” tandasnya.

Sementara Romo Amanche Frank Oe Ninu berpesan kepada para atlet, bahwa dalam dunia olahraga, hanya ada repetisi dan kompetisi. Repetisi itu harus diikuti dengan komitmen, militansi dan konsistensi yang kuat. Dan ini biasanya terjadi dalam proses latihan. Pada proses ini, harus disertai juga dengan kerendahan hati.

Saat ini, para atlet sudah siap ke Papua untuk berlaga. Di sana para atlet berkompetisi. Karena itu, siapa pun lawan harus dihadapi dengan tak gentak. “Namun sekali lagi, hadapi dengan tetap rendah hati,” ungkap Romo yang juga Kepala SMPK Santo Yosep Naikoten Kupang ini.

Pada kompetisi, apapun itu, siapa pun dia harus dilawan. Namun kerendahan hati menjadi kekuatan meski secara fisik kecil namun bisa mengalahkan lawan tanding kita. “Air yang dituangkan sekali tidak mungkin menghancurukan sebuah batu, namun batu bisa dihancurkan dengan setetes air yang ditetes terus-menerus. Maka latihan yang selama ini dilakukan harus terus dilakukan untuk meraih prestasi,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut Romo Amanche juga memberikan penguatan iman dengan membacakan beberapa pantun yang motivasi para atlet agar tetep rendah diri dalam bertanding. “Kalian adalah masa depan bangsa. Harus mengharumkan nama baik NTT. Komitmen meraih juara tidak boleh pudar dari perjuangan Anda,” tandasnya.

Ketua Umum Pengprov Perkemi/PASI NTT, Esthon L. Foenay pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terimah kasih kepada pengurus dan pelatih yang sudah bekerja keras menyiapkan para atlet.

Dikatakan acara pelepasan secara formal telah dilakukan oleh Gubernur NTT pada 17 September lalu, saat ini yang dilakukan adalah doa pelepasan agar terus diberkati dan bisa meraih prestasi di kancah nasional.

Esthon menyebutkan bahwa, pada Jumat (1/10), tujuh atlet Atletik bersama para pelatih akan bertolak ke Kabupaten Mimika untuk berlomba dibawah pimpinan manajer Jhoni Otoemosoe. Sedangkan, atlet Kempo baru akan berangkat menuju Jayapura pada Minggu (5/10) mendatang.

“Kita telah bertekad untuk berjuang habis-habisan mengharumkan nama NTT. Hal ini dipastikan melalui pelatihan yang ada,” tegasnya.

Esthon dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa NTT saat ini sudah memperoleh satu medali perak dari cabor Cricket. Medali ini, lanjut Esthon, menjadi dorongan dan motivasi bagi cabor Kempo dan Atletik yang baru akan berangkat ke Papua.

“Kalau bukan kita, siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi. Ini motivasi bagi kita untuk bertarung habis-habisan demi NTT. Kempo dan Atletik telah berkomitmen untuk selalu mendahulukan Tuhan dalam setiap kegiatan, baik saat latihan maupun bertanding,” ungkap mantan Wakil Gubernur (Wagub) NTT ini.

Esthon juga meminta kepada seluruh masyarakat NTT agar mendoakan dan memberikan harapam yang sama kepada seluruh atlet agar menjauhkan mereka dari segala penyakit saat bertanding. “Bae sonde bae, Atletik dan Kempo lebih baik. Kalau bukan kita siapa lagi. Maka berjuanglah dengan maksimal untuk mengharumkan nama baik NTT,” tutupnya. (mg29/aln)

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top