Tiga Nyawa Melayang di Awal Oktober, Kasat Lantas: Kedepankan Edukasi Masyarakat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tiga Nyawa Melayang di Awal Oktober, Kasat Lantas: Kedepankan Edukasi Masyarakat


Kasat Lantas Polres Matim, Iptu I Gusti Putu Saba Nugraha. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Tiga Nyawa Melayang di Awal Oktober, Kasat Lantas: Kedepankan Edukasi Masyarakat


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Satuan Lantas (Satlantas) Polres Manggarai Timur (Matim) mencatat, di awal Oktober 2021, telah terjadi sejumlah kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas). Mirinya, kejadian itu memakan tiga korban jiwa, dan peristiwanya berlangsung pada malam hari. Saat ini tiga kasus lakalantas tersebut sedang dalam proses hukum di Satlantas Polres Matim.

Dari tiga peristiwa Lakalantas itu, satu kasus terjadi di ruas jalan negara Trans Flores, Kampung Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba. Sementara dua peristiwa lainnya berada dalam wilayah Desa Nanga Labang, di ruas jalan Wae Reca-Cepi Watu-Jati, tepatnya di Kampung Tambak. Sedangkan satu kasus lainnya terjadi di ruas jalan Negara Trans Flores, tepatnya wilayah Tepo Nepa.

“Ada tiga kasus Lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Semua kasus ini tejadi pada malam hari. Untuk kasus di Kisol, korban pengendara sepeda motor, menabrak bagian belakang mobil dump truck yang sedang dalam kondisi parkir,” ujar Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Matim, Iptu I Gusti Putu Saba Nugraha kepada TIMEX saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/10).

I Gusti menyebutkan, korban Lakalantas itu sendiri berasal dari wilayah Kelurahan Tanah Rata. Sementara kasus laka lantas di wilayah Tepo Nepa, terjadi antara pengendara sepeda motor dan roda empat yang berlawanan arah. Korban pengendara sepeda motor berasal dari Kupang. Sementara di Tambak, korban pejalan kaki asal Kampung Wae Reca, meninggal dunia setelah ditabrak oleh pengendara sepeda motor.

Menurut Gusti, proses hukum ketiga kasus Lakalantas ini tetap berjalan. Cuma, kata dia, ada beberapa sistem dari proses itu yang disesuaikan dengan aturan yang belaku. Seperti kasus yang terjadi di Tambak, dimana pengendaranya anak di bawah umur, maka akan dilakukan diversi.

“Kalau seperti yang terjadi di Kisol, kita simpulkan sementara, laka tunggal. Korban menabrak besi mobil yang sedang parkir di pinggir, maka kita katakan gugur demi hukum. Disitu adanya kelalaian, apalagi bawa kendaraan masih dalam pengaruh alkohol. Kecuali kalau mobil parkir di tengah jalan karena rusak, lalu tidak menaruh rambu-rambu tanda bahaya,” jelas Gusti.

Menurut dia, mereka lakukan sesuai hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, pihaknya tetap dalami. Mungkin ada fakta-fakta lain di balik itu yang mengarah ke tersangka lain, maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Kalau yang terjadi wilayah Tepo Nepa, masih dalam proses. Jika terbukti ada kelalaian pengemudi kendaraan roda empat yang menyebabkan orang lain meninggal, maka perkaranya diajukan.

I Gusti menambahkan, guna meminimalisir angka Lakalantas di wilayah itu, Satlantas Polres Matim terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Ketika melihat kehadiran polisi di lapangan atau jalan, jangan takut tapi harus berpikir bagaimana meningkatkan kesadaran hukum dalam berlalulintas, untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Kedepan kehadiran polisi di lapangan itu, makin berkurang. Diganti dengan informasi elektronik.

“Nah, inilah yang kita harus sampaikan ke masyarakat nantinya. Ke depan lebih banyak ke masyarakat, baik terorganisir maupun tidak. Lebih banyak kita mengedukasi. Kalau di lapangan, orang bepikir polisi ini lakukan tilang. Kesan ini yang kita harus hapus atau rubah,” bilang I Gusti.

I Gusti mengimbau masyarakat agar lebih proaktif menanyakan atau mencari informasi tentang ketentuan-ketentuan dalam berlalu lintas. Ketimbang tiap hari dengan Pemda menggelar personil di jalan yang bersifat stasioner.

“Rubah pola pendekatan represif  ke pola persuasif dan humanis melalui kemitraan. Tapi tidak mengabaikan tindakan represif. Itu tetap, kepada orang-orang yang pelanggaranya fatalitas lakalintas, maka mau tidak mau kita lakukan tindak tegas. Kita juga lakukan patroli malam hari,” kata I Gusti.

Pihaknya saat ini, demikian I Gusti, belum bisa lakukan patroli malam hari. Hal itu karena fasilitas pendukung seperti kendaraan roda empat, tidak ada. Memang ada satu unit mobil milik Satlantas Polres Matim, tapi kondisinya sudah rusak. Sehingga sangat kesulitan untuk bisa lakukan patroli malam hari atau datang ke TKP. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top