Timor Tengah Selatan dan Sentuhan Komitmen Pengelolaan Industri Pariwisata | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Timor Tengah Selatan dan Sentuhan Komitmen Pengelolaan Industri Pariwisata


Dr. David D.E. Natun, S.Pd, M.Pd (FOTO: DOK. PRIBADI)

OPINI

Timor Tengah Selatan dan Sentuhan Komitmen Pengelolaan Industri Pariwisata


Oleh: Dr. David D. E. Natun, S.Pd, M.Pd *)

Pengantar

Pariwisata merupakan salah satu industri terbesar di dunia saat ini. Pariwisata merupakan suatu alternatif untuk membangun ekonomi suatu kawasan dan merupakan alternatif paling potensial dalam upaya pengentasan kemiskinan khususnya dan pencapaian tujuan pembangunan pada umumnya.

UNWTO (Dalam pertemuan di Cina pada 2017) mencatat perkembangan hingga tahun 2017, bahwa terjadi peningkatan luar biasa pada sektor pariwisata. Total wisatawan international mencapai angka 1,235 M dan terus meningkat (Catatan: sebelum pandemic Covid-19). Khusus untuk Asia Pacific, mencapai hingga 308 juta orang pada tahun 2016 dan meningkat di tahun 2017, bahkan hampir melampaui Amerika, Eropa, dan Afrika.

Khusus di Indonesia, angka wisatawan international mencapai 16 juta kunjungan. Dengan demikian sektor industri pariwisata menyumbang bagi GDP dan kesempatan kerja yang sangat baik (11,7 juta). Tercatat pula bahwa industri pariwisata memberikan sumbangan terbesar keempat devisa Negara setelah minyak-gas bumi, batu bara dan kelapa sawit (Rp 155,172 bahkan menjadi 379,452 Triliun pada 2016).

Catatan menarik adalah kajian Kementerian Pariwisata menunjukan bahwa 80% wisatawan yang berkunjung ke obyek-obyek wisata memilih mengunjungi wisata budaya (50%), yang di dalamnya ada kuliner, sejarah dan destinasi desa dan wisata alam (30%) dan sisanya wisata buatan manusia. Dengan melimpahnya kekayaan sumber daya sektor pariwisata, maka Indonesia berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata utama di dunia.

Pariwisata sesungguhnya merupakan sebuah industri yang menjanjikan bagi Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Jika semua struktur industrinya bergerak bersama maka keberhasilan akan menghampiri kita. Kita lihat hal yang paling mendasar pariwisata tak ubahnya suatu gejala di mana orang-orang melarikan diri, menghindar dari kebiasaan dan rutinitas hidup dan lingkungannya di mana ia hidup dan tinggal sehari-hari dengan tujuan mencari sesuatu yang aneh, berbeda dengan biasanya dia lihat. Ada ketertarikan pada obyek baik alam, manusia/makhluk hidup lainnya, budaya dan sebagainya.

Pariwisata juga merupakan suatu cara untuk membangkitkan kembali moral yang sehat dan menjaga keseimbangan sifat-sifat emosional menjadi rasional, dan adakalanya memberitahukan “siap aku”, “siapa kita” sebenarnya. Jadi tidaklah/bukanlah sesuatu yang mengherankan jika orang siap menginvestasikan waktu, uang dalam jumlah yang sangat banyak demi pencapaian hal tersebut di atas.

Bagaimana Industri Pariwisata Kita Bisa Berkembang?

Industri pariwisata kita bisa berkembang jika unsur-unsur yang mendukungnya dapat dimaksimalkan. Unsur-unsur tersebut antara lain :

  1. Penunjang MICE Tourism (Meeting, Incentive, Convention and Exibition)
  2. Akomodasi yang memadai dan khas (misalnya, pariwisata berbasis warga)
  3. Tempat makanan yang tersedia dan khas (terbuka, terbuat dari bahan alami, unik)
  4. Alternatif alat transportasi yang memadai dan adaptif dengan era digital
  5. Biro perjalanan wisata (lokal dengan memanfaatkan internet) dan pengembangan organisasi pariwisata yang dapat menyumbang bagi perkembangan pengelolaan pariwisata
  6. Pengembangan daya tarik wisata dengan unsur-unsurnya : seni budaya, pusat-pusat rekreasi, taman, pusat perbelanjaan, souvenir, obyek dan atraksi wisata

Bagaimana Membangun Pariwisata di TTS?

  1. Tidak ada pilihan lain: Kita harus melompat lebih tinggi, berlari lebih kencang, dalam upaya memenangkan persaiangan di era global sekarang ini. Sebab cepat atau lambat industri pariwisata akan mengalami perubahan yang revolusioner. Dari manual menuju platform digital, dari cash menuju ke transaksi elektronik. Pemerintah dan sektor swasta bekerja bersama-sama untuk membangun pariwisata sesuai dengan demand and suplly yang terjadi di pasat saat ini.
  2. Kita menangkap peluang globalisasi, revolusi industri 4.0 dan revolusi 3 T (Transportation, telecommunication dan tourism) untuk mendorong pertumbuhan pariwisata menjadi industri terbesar di saat ini. Pengembangan pariwisata suatu wilayah sebagai industry dengan tujuan untuk meningkatkan devisa. Era kreatif dan budaya industri adalah sebuah keniscayaan, tidak bisa dihindarkan cepat atau lambat di semua lini, termasuk sektor pariwisata yang semakin bersinar menjadi core ekonomi bangsa Indonesia pada umumnya dan kawasan-kawasan pada khususnya. Travelers milenials 70% sudah menggunakan perkembangan 3T dan 4.0/digitalisasi dalam bertransaksi dalam semua bidang kehidupan. Kita sudah ada pada “transforming tourism human resources, winning the global competition in 4.0 era”.
  3. Industri pariwisata akan membuka banyak peluang dan kesempatan baru bagi tenaga kerja dan angkatan produktif kita untuk tetap berada di desa, bahkan bisa terjadi migrasi antar wilayah di TTS juga NTT sebagai bagian dari permintaan pemenuhan kebutuhan industri tersebut.
  4. Promosi memegang peranan penting dalam pengembangan industri pariwisata di suatu kawasan. Event-event, kegiatan-kegiatan dan model-model promosi seperti Anugerah Pesona Indonesia (API) dan event lainnya menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi kawasan tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Ini kesempatan emas dengan isu yang menguntungkan (surga tersembunyi).

Bagaimana dengan Potensi Fatumnasi Hari Ini?

  1. Fatumnasi merupakan Pusat Ekologi Timor. Puncak tertinggi Pulau Timor adalah kawasan Fatumnasi dengan rangkaian Mutis – Timaunya. Ada air, hutan homogen, madu, udara yang sejuk dan dingin, flora dan fauna endemic Timor. Kawasan ini patut dijaga dan dilindungi baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat adat di kawasan Fatumnasi. Bagi masyarakat Timor pada umumnya dan Fatumnasi khususnya, tanah di analogikan sebagai daging, gunung sebagai tulang, hutan sebagai rambut dan air sebagai darah. Sehingga jika salah satu dari unsur alami ini terganggu maka semua kehidupan akan terganggu.
  2. Antropologi budaya dan sejarah masyarakat Timor di mulai dari kawasan Fatumnasi. Tutur mengenai Lop ni fanu dan uim ni fanu serta terkait sina mutin malaka atau perjalanan masyarakat dari Malaka menuju ke kawasan mutis dan menuju ke wilayah lain di daratan Timor barat merupakan kekayaan sejarah yang memiliki daya pikat tersendiri. Berikut model pemeliharaan alam lingkungan berbasis budaya yang membuat kawasan Fatumnasi, mutis timau menjadi penyangga kebutuhan udara segar di wilayah Timor dan sekitarnya masih dipertahankan hingga saat ini. Filsafat menarik tentang alam hanya terdapat di timor khususnya pengelaan dan pelestarian wilayah Mutis Timau (tanah, air, hutan, batuan) termasuk cara berelasi dengan alam merupakan kekayaan yang sangat unik dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi.
  3. Posisi dan peran gereja serta lembaga agama di Fatumnasi khususnya pembangunan Teologi Kristen sangat penting. Perlu adanya rekonstruksi teologi gereja tentang alam, lingkungan, budaya, ekonomi pembangunan. Gereja menjadi mitra pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Alkitab mencatat berbagai momentum perubahan besar yang mempengaruhi kehidupan manusia hingga sekarang (Nuh, Abraham, Yakub, Yusuf, Yunus, Yesus). Sama dengan sejarah bangsa dan perubahan di berbagai bidang kehidupan yang ditandai dengan lahirnya sebuah momentum (revolusi industry yang melahirkan pertumbuhan kehidupan modern di dunia dan kebangkitan nasional, sumpah pemuda menuju kemerdekaan). Dalam kacamata Teologi kita ingat dengan momentum peristiwa air berubah menjadi anggur hanya ada di Kana dan Soe. Ini kekayaan kita dan harus dilihat sebagai kesempatan yang diberikan Tuhan dalam visi pemulihan umat pilihanNya.
  4. Perkembangan industry pariwisata akan menciptakan kawasan ekonomi baru dengan demikian akan ada permintaan pada beberapa hal : pemukiman/penginapan, penyediaan hasil-hasil bumi yang khas/pangan lokal, ketersediaan tenaga kerja, usaha-usaha kuliner kreatif, event-event budaya dan lainnya. Kita ingat prinsip utama pariwisata yaitu something to see, something to buy dan something to do.

Tugas Kita Bersama Sekarang?

  1. Bekerja sama memenangkan Fatumnasi dalam ajang API Award 2021. Kita berkesempatan mencatat sejarah kebangkitan TTS. Bangun citra positifnya saat ini.
  2. Siapkan sumber daya masyarakat dalam menjawab permintaan yang berhubungan dengan terbangunnya pariwisata di wilayah TTS, khususnya Fatumnasi (Bangun SMK/sekolah pariwisata)
  3. Mengorganisir kelompok masyarakat untuk siap jadi pemain dalam pembangunan industri pariwisata dan membangun keterkaitan antara titik yang bisa menyumbang bagi pertumbuhan industri pariwisata.
  4. Pelatihan-pelatihan dilakukan dengan menggandeng Gereja dan lembaga lain untuk mempersiapkan keterampilan warga.
  5. Penyiapan infrastruktur yang memadai baik oleh pelaku industri pariwisata, masyarakat adat, gereja dan pemerintah.
  6. Menata mitra usaha pembagunan pariwisata (sektor swasta, mahasiswa, gereja, komunitas dan NGO atau lembaga lainnya. (*)

 *) Pendidik; Pemuda Peduli Pariwisata, Tinggal di Kupang

Komentar

Berita lainnya OPINI

To Top