Sempat Bermasalah dengan BKSDA, Ini Progres Proyek Jalan Ndilek-Teber | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sempat Bermasalah dengan BKSDA, Ini Progres Proyek Jalan Ndilek-Teber


LANJUT KERJA. Aktifitas pekerjaan jalan lapen dititik nol ruas Ndilek-Teber. Tampak pengawas dari Dinas PUPR mengawasi langsung pekerjaan itu, Senin (4/10). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sempat Bermasalah dengan BKSDA, Ini Progres Proyek Jalan Ndilek-Teber


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Setelah terhenti selama tiga pekan, karena adanya larangan dari pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Ruteng, pekerjaan jalan lapen ruas Ndilek-Teber, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mulai dikerjakan Senin (4/9).

Terpantau, dari titik nol pekerjaan lapen itu dimulai dengan penyiraman aspal perekat atau pengikat di atas lapisan pondasi agregat (LPA). Sebelumnya, LPA sudah dilakukan pemadatan. Selanjutnya hamparan batu pecah 3/5. Lalu dipadatkan dengan alat berat, dan lanjut dengan prime atau penyiraman cairan aspal panas.

Setelah itu, hampar batu pecah 2/3. Lanjut dengan pemadatan. Setelah itu, lagi disiram cairan aspal. Di atas cairan perekat itu, hampar siplit dan lanjut dilakukan penyiraman aspal. Terakhir, dikunci dengan pasir. Kegiatan itu diawasi langsung oleh pengawas dari Dinas PUPR Matim, David Jatang.

Kontraktor Pelaksana CV. Yogi Putra, Fransiskus Hadir juga ikut memantau langsung pekerjaan proyek jalan yang melintasi wilayah hutan tersebut. Selain tenaga teknis dari kontraktor pelaksana, pekerjaan jalan itu juga melibatkan puluhan orang warga lokal, dari Desa Bangka Kempo. Tampak, material untuk pekerjaan lapen ini, semua sudah disipakan oleh pihak kontraktor sepanjang volume proyek.

“Tenaga kerjanya, kita berdayakan warga lokal, dari Desa Bangka Kempo. Selain itu, warga ini juga bisa menjaga mutu pekerjaan lapen. Karena warga dari desa Bangka Kempo, juga salah satu pemanfaat ruas jalan yang ada,” ujar Kontraktor Pelaksana, Fransiskus kepada TIMEX saat ditemui di lokasi proyek, Senin (4/10).

Dengan progres ini, Fransiskus optimistis, pekerjaan lapen dengan volume sekira panjang 1,3 kilometer itu, bisa selesai sebelum masa kontrak berakhir, yakni Desember 2021. Menurut dia, jika cuaca bagus alias tidak hujan, maka dalam sehari bisa selesai lapen sepanjang 100 meter.

“Kita sempat berhenti kerja sekira tiga minggu lamanya. Itu karena ada sedikit masalah dengan pihak BKSDA. Tapi setelah ada solusi dari pihak Dinas PUPR dan BKSDA, kita baru lanjut kerja satu minggu. Hari ini, kita mulai gelar lapen. Kami hanya berdoa, supaya selama kerja, cuacanya bagus,” katanya.

BACA JUGA: Bupati Matim dan BKSDA Bertemu di Hutan, Proyek Jalan Ndilek-Teber pun Berlanjut

Fransiskus juga menjamin, pihaknya akan bekerja sesuai perencanaan konstruksi yang ada. Artinya, kualitas pekerjaan yang paling utama. Kata dia, hasil dari pekerjaan lapen itu, minimal usianya sampai 5 tahun. Dirinya sudah lama bergerak dan berpengalaman di bidang konstruksi jalan lapen. Apalagi peralatan lengkap.

“Target kita, usia jalan lapen yang kita kerja, minimal sampai 5 tahun. Sehingga mutu itu hal yang paling utama dijaga. Kita tidak mau, hasil pekerjaan itu, setelah masa pemeliharaan selesai, kondisi jalanya rusak lagi. Terkeculai kalau terjadi bencana. Saya sendiri, alat berat itu lengkap dan tidak sewa. Mobil dum truck juga lengkap. Material batu dan pasir, juga tidak beli,” ungkap Fransiskus.

Pengawas Dinas PUPR Matim, David menjelaskan, waktu pelaksanaan untuk proyek lapen di ruas jalan itu, sesuai kontrak itu selama 140 hari kelender. Nomor kontraknya, 17/PPK.BM.WIL.1/Kontrak/CV. Yogi Putra/VIII/2021. Sementara anggaran yang dialokasikan dalam nilai kontrak sebesar Rp 1.190.500.000.

“Sumber anggaranya dari Dana Alokasi Umum (DAU). Pengawas proyek ini, CV. Acidatama Perkasa Corporindo. Kalau saya sendiri, pengawas dari Dinas PUPR. Kita lihat untuk peralatan yang dipakai kontraktor, lengkap dan sudah sesuai standar. Materialnya juga, semua sudah di droping ke lokasi,” ujar David.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Matim, Ima Raydais, yang dihubungi TIMEX melalui HP mengatakan, pekerjaan ruas jalan jalan Ndilek-Teber, saat ini lanjut dikerjakan setelah sebelumnya adanya kesepakatan antara Pemda Matim dan pihak BKSDA. Disini, karena proyek lapen itu bersinggungan dengan kawasan hutan, maka ada syarat yang harus dibuat oleh Pemda Matim.

“Sekarang tidak ada masalah lagi. Titik terang dari semua ini, pembangunan tetap dilaksanakan. Tapi ada syarat untuk izin yang harus dibuat oleh Pemda Matim. Kami juga sudah bertemu dan berdiskusi dengan pihak BKSDA. Sehingga untuk dokumen syarat yang diminta pihak BKSDA, sudah kita buat dan sekarang sementara proses,” jelas Raydais. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top