Target 6 Emas Cabor Kempo Meleset, Sudah 9 Nomor Pertandingan, NTT Raih 3 Perak 2 Perunggu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Target 6 Emas Cabor Kempo Meleset, Sudah 9 Nomor Pertandingan, NTT Raih 3 Perak 2 Perunggu


RAIH PERAK. Kenshi NTT peraih medali perak di PON XX Papua 2021, Fitri Radja Huki dan Inki Pinis. Keduanya turun di nomor Embu Berpasangan Putri I DAN. (FOTO: RUDI MANDALLING/TIMEX)

SPORT

Target 6 Emas Cabor Kempo Meleset, Sudah 9 Nomor Pertandingan, NTT Raih 3 Perak 2 Perunggu


NTT Menyisakan Empat Nomor Pertandingan

JAYAPURA, TIMEXKUPANG.com-Sabagai cabang olahraga (Cabor) unggulan, Kempo mendapat target menyumbang 6 medali emas di PON XX Papua 2021. Target 6 emas ini dipatok KONI NTT merujuk pada capaian Cabor Kempo di ajang Pra PON 2019 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), 11 – 16 November 2019 lalu, dimana NTT tampil sebagai juara umum dengan meraih 6 medali emas, 1 medali perak, dan 5 medali perunggu.

Namun, di arena PON XX Papua, semuanya berubah. Target yang diharapkan itu kemungkinan sulit tercapai. Pasalnya, hingga hari kedua pertandingan di Cabor Kempo yang berlangsung di GOR STT Gidi, Sentani, Kabupaten Jayapura, kenshi-kenshi NTT turun berlaga pada sembilan dari total 13 nomor yang diikuti, baru berhasil mendulang tiga medali perak dan dua perunggu. Di hari pertama pertandingan, Kempo NTT menyumbang 1 perak dan 1 perunggu. Di hari kedua, Minggu (10/10), Kempo menambah lagi dua medali perak dan satu medali perunggu.

Dua medali perak yang baru diraih itu disumbangkan Embu Berpasangan Putra Kyukensi, atas nama Randaka Minifini dan Arief Purwanto, serta Embu Pasangan Putri I Dan, atas nama Inki Pinis dan Fitri Radja Huki. Sedangkan satu medali perunggu disumbangkan Embu Beregu Putra atas nama Risal Sobo, Defiar Toh, Fernando Balla, dan Andri Sobo.

Tiga nomor ini sendiri merupakan nomor yang diunggulkan mampu menyumbang emas bagi cabor Kempo, karena pada Pra PON lalu, mereka berhasil meraih emas termasuk nomor Embu Beregu Putri, yang pada PON kali ini gagal menyumbangkan medali.

Rudi Mandalling, Jurnalis TIMEX peliput PON XX Papua 2021 melaporkan, dalam pertandingan hari ini, kenshi-kenshi NTT turun berlaga di lima nomor pertandingan, yakni Randori kelas 60Kg atas Nama Lazim Dajti, dan randori putri kelas 60Kg atas nama Yulia Badar untuk mencari juara pool. Ada juga di nomor Embu Pasangan Putra Kyukenshi, Embu Pasangan Putri Kyukensi, dan Embu Pasangan Putri I DAN.

Penampilan para kenshi NTT di nomor embu sebanarnnya sangat baik, jika melihat teknik, kekompakan, kecepatan gerak, dan lainnya. Apalagi kenshi yang diturunkan merupakan kenshi sarat pengalaman dan pernah membawa Indonesia meraih medali emas di kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di California, AS tahun 2017 lalu. Namun hasil penilaian wasit/juri terhadap penampilan para kenshi NTT jauh di luar dugaan dan harapan.

Atlet Kempo NTT, Randaka Minifini dan Arif Purwanto juga meraih perak di nomor Embu Pasangan Putra Kyukenshi. (FOTO: RUDI MANDALLING/TIMEX)

Ketua Pengprov Perkemi NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si yang baru tiba di Papua, Minggu (10/10) pagi langsung menyaksikan penampilan kenshi-kenshi NTT di GOR STT Gidi, Sentani. Di sela-sela menyaksikan atlet kempo bertanding, Esthon kepada media ini mengatakan, sebagai Ketua Pengprov Perkemi NTT, dirinya siap menerima semua hasil yang ada.

“Tapi fakta juga menunjukkan bahwa perlu dicermati baik-baik, siapa yang berbobot dan berkualitas yang harus diberikan penilaian oleh wasit. Jangan sampai ada kecenderungan-kecendrungan lain yang akan melunturkan prestasi olahraga yang ada di Indonesia,” kata Esthon.

“Terus terang, kita tidak bisa memakai parameter sebagai tolok ukur pembanding. Tetapi fakta yang ada, itu anak-anak adalah juara dunia dan mengalahkan atlet sekian puluh negara,” ingatnya.

Tadi sangat kelihatan, termasuk rekan-rekan pers yang melihat dngan otak dan dengan hati. “Ternyata, bagaimana teknik penilaiannya kok sampai begitu,” ungkap Esthon. “Tapi….yaaa…karena sudah diupacarankan, kita terima dengan senang hati dan secara sportif,” imbuhnya.

Kedepan, sambung Esthon, perlu ada evaluasi dan revaluasi terhadap kinerja para wasit, dan itu yang penting. Untuk nomor pertandingan yang sisa, dimana Kenshi NTT akan tturun di empat nomor, baik Randori maupun Embu, nanti silakan dilihat. “Saya yakin, kalau itu penilaian secara rasional, kita masih dapat (Medali emas, Red),” terang Esthon

Parameternya, baik Kejurnas, Pra PON, apalagi kejuaraan dunia. “Jepang saja kita bisa kalahkan. Tapi di Papua, yaaa…begitulah faktanya kita terima saja,” jelas Esthon.

Untuk diketahui, pada Senin (11/10) Cabor Kempo tidak ada pertandingan, dan baru akan dilanjutkan Selasa (12/10). (*/aln)

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top