Paul Liyanto Lantik Pengurus Kadin Matim, Bupati: Ciptakan Lapangan Kerja Baru | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Paul Liyanto Lantik Pengurus Kadin Matim, Bupati: Ciptakan Lapangan Kerja Baru


Ketua KADIN NTT, Abraham Paul Liyanto (Kanan) menyerahkan atribut Kadin kepada Ketua Kadin Matim, Maximilian Firman Demorin dalam seremoni pelantikan di Hotel Marsyos Borong, Selasa (12/10). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

BISNIS

Paul Liyanto Lantik Pengurus Kadin Matim, Bupati: Ciptakan Lapangan Kerja Baru


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas berharap pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Matim, agar ke depan harus lebih banyak menciptakan lapangan kerja baru, dan mencari networking. Juga harus punya mimpi.

“Dengan itu, target penyerapan tenaga kerja di Matim untuk lima tahun kedepan dapat bertumbuh 8-10 persen. Mimpi yang harus diwujudkan, Kadin perbanyak usaha baru di Kabupaten Matim,” pinta Bupati Agas, dalam acara pelantikan pengurus Kadin Matim, di Hotel Marsyos Borong, Selasa (12/10).

Saat ini, kata Bupati Agas, Kabupaten Matim baru ada 1,3 persen UMKM dari total penduduk di wilayah itu. Padahal kalau mau daerah itu maju, UMKM harus mencapai 14 persen. Tapi bagi Kadin, ini tantangan untuk bagaimana UMKM di Matim bisa tumbuh mencapai ke 10 persen dari 275 ribu penduduk daerah itu.

“Tentu 10 persen itu harus jadi pengusaha kecil yang baru di Matim. Kalau itu mau menjadi target 5 tahun ke depan, Kadin harus rancang secara baik. Sehingga tidak sekadar habis pelantikan hari ini, habis dengan tidak berbuat apa-apa. Kadin dan pemerintah tentu berkolaborasi. Tugas Kadin disini, melatih dan memotivasi,” harap Bupati Agas.

Dikatakanya, pendapatan daerah itu, sangat erat kaitannya dengan investasi. Peran investasi dalam pemulihan ekonomi adalah, yakni investasi yang berkorelasi dengan infrastruktur, investasi menumbuhkan iklim bisnis, dan iklim bisnis yang subur akan membuka lapangan kerja baru.

Sementara Ketua Kadin NTT, Ir. Abraham Paul Liyanto, mengatakan bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, dunia usaha jangan bergerak sendiri-sendiri. Kadin harus hadir untuk membawa dampak ekonomi di Matim. Tentu untuk mencapai itu, Kadin harus bersinergi atau bermitra dengan pemerintah daerah.

“Kadin itu pencipta lapangan kerja, bukan pencari kerja. Salah satu indikator suatu daerah yang maju adalah minimal 3-5 persen penduduknya, harus menjadi pengusaha. Saya tantang pengurus Kadin Matim yang baru dilantik hari ini, untuk menciptakan lebih dari 13.000 pengusaha baru di Kabupaten Matim,” katanya.

Paul Liyanto juga menegaskan, Kadin itu beda dengan organisasi lainya. Kadin itu bergerak tidak menggunakan dana APBN dan APBD. Kadin sendiri telah diatur oleh Undang-undang Nomor 1 tahun 1987 dan diperkuat lagi dengan Keputusan Presiden Nomor 20 tahun 2004. Sehingga salah tugas pengurus Kadin kedepan, beri sosialisasi kepada masyarakat tentang apa itu Kadin.

Ketua KADIN Matim, Maximilian Firman Demorin usai dilantik menegaskan, organisasi yang Ia pimpin menghindari diri dari kepentingan politik. Dirinya tentu siap mengemban tugas barunya dan menjawab tantangan untuk mengembalikan sektor industri dan perdagangan yang kini terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Ini bukan tugas yang ringan. Karena kita harus mampu memikul tanggung jawab besar untuk memajukan KADIN ke depan. Kita sama-sama bersinergi untuk maju dan membangun investasi serta iklim usaha yang positif di kabupaten Matim,” tegas Firman.

Menurutnya, sebagai wadah organisasi pengusaha, Kadin tentunya perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Kadin Matim siap berkolaborasi dengan sejumlah elemen, yakni pemerintah, masyarakat, pengusaha, media, dan akademisi. Sehingga Firiman juga berharap semuanya bisa bersinergi untuk memajukan sektor perekonomian di Matim.

“Dalam Kadin ini, tidak ada kata saya. Tapi yang ada itu kita. Kadin adalah kita, dan kita adalah Kadin. Kalau ada sifat kritikal, itu wajar. Tapi yang membangun. Bukan menghina. Harus bisa cari solusi,” tandas Firman.

Hadir dalam acara pelantikan Kadin Matim, Ketua DPRD Matim, Heremias Dupa, Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, pimpinan BUMN dan BUMD, mantan Bupati Matim dua periode, Yoseph Tote, pengurus Kadin NTT, seluruh pengurus Kadin Matim, sejumlah pimpinan OPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top