PGRI Bukan Organisasi Abal-Abal, Bupati Agas: Guru Itu Pemeran Utama | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PGRI Bukan Organisasi Abal-Abal, Bupati Agas: Guru Itu Pemeran Utama


Bupati Matim, Agas Andreas dan Kadis PPO Matim, Basilius Teto pose bersama pengurus PGRI Cabang dan Cabang Khusus di Matim, usai acara pelantikan, Jumat (15/10). (FOTO: Fansi Runggat/TIMEX)

PENDIDIKAN

PGRI Bukan Organisasi Abal-Abal, Bupati Agas: Guru Itu Pemeran Utama


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas mendukung penuh organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Apalagi PGRI itu bukan organisasi abal-abal, tapi organisasi profesi.

“Kehadiran PGRI di Matim sangat dipandang perlu, penting, dan utama. Saya minta PGRI harus berkiprah secara profesional. Kalau boleh setiap bulan itu dibuat rapat, dan menghadirkan saya. Biar tahu apa yang menjadi soal dari guru dan sekolah. Saya akan selalu mendukung,” ujar Bupati Agas saat menghadiri acara pelantikan pengurus PGRI Matim, di aula SMP Negeri 1 Borong, Jumat (15/10).

Menurut Bupati Agas, PGRI itu sebagai wadah profesi guru. Dan telah menjadi pilar pembangunan bangsa dan negara, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentu sebagai wadah para guru, diharapkan dapat menjadikan dirinya sebagai organisasi yang benar-benar profesional. Selalu hadir di tengah masyarakat dan menjawab segala tantangan dan hambatan dalam dunia pendidikan.

“Guru dalam konteks dunia pendidikan adalah pemeran utama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Serta membangun karakter peserta didik yang cerdas, tangguh, kompetitif, dan berahlak mulia,” terangnya.

Terkait keluhan dan harapan para guru tingkat SMA/SMK di kabupaten, Bupati Agas berjanji akan berbicara dengan gubernur. Biar semua guru di Matim, punya perhatian yang sama. Tidak ada yang dianaktirikan. Bagi Pemda Matim, peningkatan kualitas manusia, itu menjadi program nomor satu.

“Saya minta PGRI itu harus bentuk tim kajian, untuk peningkatan mutu guru. Berjuanglah untu peningkatan mutu diri, dan selanjutnya akan diberikan kepada orang lain. Dalam organisasi, kita tidak boleh bangun dari kecurigaan. Jabatan dan uang itu adalah akibat. Bukan tujuan. Tentu yang harus kita kejar sekarang, berbuat baik,” kata Bupati Agas.

Sumber Daya Manusis (SDM) yang berkualitas, lanjut Bupati Agas, lahir dari proses pendidikan yang berkualitas. Proses pendidikan yang berkualitas itu sendiri membutuhkan guru yang berkualitas pula. Bupati Agas menaruh harapan besar, agar guru di Matim, melalui PGRI mampu menjawab tuntutan tersebut dengan karya nyata.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Matim, Menggot Yuvensius, yang ditemui media usai pelantikan menjelaskan, pengurus PGRI Matim yang dilantik saat itu memiliki 13 cabang dan satu cabang khusus. Setiap cabang ada sebanyak 3 orang. Sehingga total pengurus yang dilantik berjumlah 39 orang.

“Harapan saya, guru di Kabupaten Matim tetap satu dalam mendidik anak-anak. Sekaligus mengajak seluruh tenaga pendidik, untuk dapat mewujudkan guru yang bersatu dan mencerdaskan anak bangsa. PGRI itu rumah bagi guru yang menghimpun orang-orang hebat,” ujarnya.

Acara pelantikan pengurus PGRI Cabang dan Cabang Khusus Periode 2021-2026, dilakukan oleh Ketua Ketua PGRI Kabupaten Matim, Menggot Yuvensius, disaksikan langsung Bupati Agas, dan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Matim, Basilius Teto. Kegiatanya, tetap dengan ketat menerapkan protokol kesehatan. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top