Serahkan Bonus Atlet PON, Gubernur NTT: Ini Penghargaan Terhadap Sebuah Proses | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Serahkan Bonus Atlet PON, Gubernur NTT: Ini Penghargaan Terhadap Sebuah Proses


PENGHARGAAN. Wagub NTT, Josef Nae Soi bersama tiga atlet peraih emas, Jeni Elvis Kause (Pencak Silat), Susanti Ndapataka (Muaythai), dan Yosep Amormeus (Tarung Derajat) usai menyerahkan bonus secara simbolis di aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Senin (18/10).

SPORT

Serahkan Bonus Atlet PON, Gubernur NTT: Ini Penghargaan Terhadap Sebuah Proses


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan penghargaan dan penghormatan yang tinggi kepada para atlet yang telah berjuang di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua dalam bentuk bonus uang dan rumah.

Bagi para peraih medali emas, Pemprov NTT memberikan bonus berupa uang senilai Rp 200 juta dan rumah tipe 36. Peraih perak mendapatkan uang tunai Rp 150 juta dan rumah, serta peraih medali perunggu mendapatkan Rp 100 juta plus rumah tipe 36. Menariknya, nilai bonus ini tidak hanya untuk peraih medali nomor tunggal, namun berlaku sama untuk mereka yang bermain di nomor pertandingan beregu.

Misalkan cabor Cricket yang tampil di nomor beregu dengan 14 pemain yang berhasil meraih medali perak, maka setiap pemainnya tetap mendapatkan uang senilai Rp 150 juta plus masing-masing atlet mendapatkan satu rumah. Tidak hanya itu, bagi para atlet yang tidak meraih medali pun tetap mendapatkan bonus, dimana masing-masing mendapatkan Rp 50 juta. Sedangkan para pelatih berprestasi mendapatkan bonus dengan perhitungan 50 persen dari nilai bonus yang diberikan kepada atlet sesuai dengan medali yang diraih.

Penghargaan yang diberikan Pemprov NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur (Wagub) Josef Nae Soi ini merupakan yang tertinggi sejak keikutsertaan NTT di arena PON.

Pada PON XIX/2016 lalu di Jawa Barat, Pemprov NTT juga memberi rumah bagi para atlet peraih medali, baik emas, perak, dan perunggu. Hanya nilai bonus uangnya tidak seperti PON kali ini.

“Penghormatan yang kita berikan kepada atlet peraih medali, bukan karena medali yang mereka raih, tapi penghormatan terhadap sebuah proses, disiplin, dan konsistensi dari seorang atlet,” terang Gubernur VBL dalam sambutannya saat menerima kontingen NTT di aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Senin (18/10)

Karena itu seluruh atlet yang meraih medali, entah itu emas, perak atau perunggu semua dapat rumah. “Ingat, bukan karena medalinya, tapi proses disiplin, konsiten. Saya ini pejuang jadi saya tahu. Tidak gampang untuk disiplin, dan itu roh. Itu jiwanya. Tidak ada pilihan lain. Kalau latihan sambil mabuk, sambil begadang terus, tidak akan pernah jadi atlet yang hebat,” tegas Gubernur VBL dalam acara yang dihadiri atlet dari enam cabang olahraga, yakni Pencak Silat, Tarung Derajat, Muaythai, Wushu, Criket, dan Taekwondo. Hadir juga jajaran Forkopimda dan pengurus cabang olahraga.

Gubernur mencontohkan petinju dunia, Floyd Mayweather, yang kalau tidak disiplin, tidak mungkin menjadi petinju tak terkalahkan sepanjang hidupnya. “Mayweather itu, kalau hari biasa, tidak ada kejuaraan, tidak ada pertandingan, maka dia akan enjoy dengan sahabat-sahabatnya. Setelah itu, jam 12 dia pulang,” tutur Gubernur Laiskodat. “Tapi kalau pertandingan sudah dekat sekali, maka dia akan tidur cepat sekali, lalu bangun jam 12 malam. Lalu dia sempat bertemu dengan rekan-rekannya, duduk sebentar, lalu mulai latihan jam 1 sampai pagi hari. Itu disiplin yang luar biasa dan terus menerus,” imbuhnya.

Sebagai sorang yang terbisa dengan perjuangan, kata Gubernur VBL, tentunya tidak melihat medalinya, tapi siapa pejuangnya, termasuk mereka yang tidak dapat medali. Sebagai gubernur, lanjutnya, bersama Wagub Josef Nae Soi, dan seluruh pimpinan dan anggota DPRD sudah sepakat, untuk yang meraih medali emas mendapatkan Rp 200 juta dan rumah. Perak Rp 150 juta dan rumah, perunggu Rp 100 juta dan rumah. “Yang tidak dapat medali, Rp 50 juta semuanya,” kata Gubernur VBL disambut sukacita para atlet/offisial dan undangan yang hadir.

“Kita dalam keadaan susah ini, kita lagi susah. Kalau nanti 2024 uangnya banyak, saya tidak janji, tapi lebih baik dari sekarang. Kalau 2024 PAD kita bagus, orang kaya bayak berinvestasi di NTT, yaaa….pasti (Bonus, Red) lebih banyak lagi,” lanjutnya.

Karena itu, Gubernur VBL mengajak semua pihak tetap semangat, banyak berdoa untuk provinsi ini dan berhenti memperburuk provinsi ini. “Nilai-nilai kebaikan, nilai prestasi harus didorong untuk provinsi ini, supaya hal buruk dicoret dari provinsi ini, untuk masa depan, sehingga kita menatap masa depan dengan keyakinan bahwa provinsi ini dapat berprestasi dalam segala bidang pembangunan. Terima kasih juga atas bantuan dari semua masyarakat NTT maupun yang ada di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam memberikan dukungan bantuan apa saja buat ara atlet. Atas nama masyarakat NTT saya menyampaikan respect dan terima kasih,” ucap Gubenrnur VBL.

Sementara itu, Wagub NTT, Josef Nae Soi yang dikonfirmasi terkait bonus untuk peraih medali, khususnya nomor beregu memastikan semua mendapatkan bonus yang nilainya sama. “Contohnya Criket, yang terdiri dari 14 orang, maka satu orang akan mendapatkan satu rumah dan masing-masing juga mendapatkan Rp 150 juta,” tegas Wagub yang sempat memanggil Ketua Pengprov Criket NTT, Inche Sayuna dan pra atlet untuk menjelaskan hal tersebut. “2024 harus emas ya,” pinta Wagub kepada Inche Sayuna dan juga para atlet Criket.

Acara penerimaan dan penyerahan bonus bagi atlet NTT peraih medali dilaksanakan dua tahap. Untuk tahap kedua pada Sabtu (23/10) nanti, untuk atlet cabor Kempo, Tinju, Atletik, Menembak, dan Renang. Pemprov menerapkan hal ini dengan mempertimbangkan ketentuan protokol kesehatan, dimana atlet lima cabor ini harus menjalani karantina karena baru tiba di Kupang pada Sabtu (16/10). Ini juga sebagai permintaan Satgas Covid-19 Pusat yang meminta seluruh kontingen yang kembali dari PON Papua wajib menjalani karantina.

Selain penghargaan dari pemerintah, dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menkominfo juga menyerahkan bonus senilai Rp 1 miliar yang di peruntukkan bagi seluruh atlet NTT di PON XX Papua. Bantuan ini merupakan janji dari Menkominfo, Jhony G. Plate ketika berkunjungan ke Papua dan sempat bertemu dengan atlet Kempo di penginapan atlet, di Kabupaten Jayapura. (rum)

Besaran Bonus Atlet PON:
1. Medali Emas
Rp 200 juta dan Rumah Tipe 36

2. Medali Perak
Rp 150 juta dan Rumah Tipe 36

3. Medali Perunggu
Rp 100 juta dan Rumah Tipe 36

4. Atlet Non Medali
Rp 50 juta

Komentar

Berita lainnya SPORT

Populer

To Top